Tanaman pangan komoditas padi merupakan makanan pokok masyarakat penduduk Indonesia, karena hampir sebagian besar masyarakat Indonesia mengkonsumsi makanan pokok yang bahan bakunya dari hasil tanaman padi (beras).Akhir-akhir ini pemerintah selalu menggiatkan program-program yang dapat meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman padi, dengan melalui beberapa program diantaranya, Percepatan Luas Tambah Tanam.Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro merupakan Kecamatan yang hampir 95% dimusim rendengan (November s/d Maret) selalu menanam tanaman pangan jenis padi, dan 5% nya komoditas lain seperti bawang merah, cabe, tomat, terong dan lain-lain.Tidak dapat dihindari, dengan kejadian akhir-akhir ini yang hampir merata untuk penyebaran hama tikus di Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro yang mengakibatkan para petani dalam menyemaikan padi mengalami ketakutan akan adanya serangan hama tikus. Belum lagi dengan kondisi hujan yang tidak dapat diprediksi, ditambah lagi petani harus menyiapkan dana tambahan untuk melindungi persemaiannya dengan memberikan pagar (plastik, seng).Untuk menghindari kendala persemaian yang sering terjadi dan mendukung program pemerintah khususnya dilingkup Kementerian Pertanian dalam hal ini percepatan luas tambah tanam (LTT), para kelompok tani yang mendapatkan bantuan alsintan (Transplanter dan Seedling Trays) berupaya keras untuk memanfaatkan bantuan tersebut. Dengan semangat yang tinggi serta pendampingan dari penyuluh pertanian, akhirnya mereka mampu untuk mengoperasikan alsintan tersebut. Walaupun untuk tahap awal dalam membuat persemaiannya diseedling trays sering mengalami kendala, tapi mereka para kelompoktani dan PPL tidak lantas putus asa dalam mencoba i,novasi tersebut. Akhirnya seiring berjalannya waktu mereka bisa mewujudkan harapan bersama dalam membuat persemaian di seedling trays. Diharapkan, kedepannya persemaian dengan seedling trays bisa berkembang di Kecamatan Kepohbaru dan Kecamatan-Kecamatan lainnya se Kabupaten Bojonegoro. Adapun keuntungan dalam menggunakan inovasi tersebut (pendapat kelompoktani) beberapa keuntungan yang didapat dari persemaian dengan seedling trays antara lain: mudah dilakukan, tidak membutuhkan lahan yang luas, mudah perawatan, mudah dalam pengawasan, waktu tanam bisa ditentukan sesuai kondisi air, terhindar dari OPT (hama dan penyakit), biaya lebih hemat 1 ha lahan butuh 25 kg benih padi, tingkat kerusakan minim.Adapun langkah-langkah yang perlu di perhatikan dan dilakukan dalam pembuatan media tanam dengan seedling trys sebagai berikut :1. Persiapan benih (bersertifikasi dan berlabel)2. Penentuan varietas padi sesuai dengan komoditas sesuai wilayah (kebutuhan petani)3. Persiapan baki (nampan) /seddling trys4. Pasir puk (pasir halus yang bercamur tanah)5. Kompos (bahan organik, sudah matang)6. Timbangan mini/digital7. Bak air 8. Air bersih9. Tempat persemaian (rak,tanah datar/menyesuaikan dengan kondisi lingkungan )10. Gembor (alat siram)11. Waring / pagar Langkah kerja, menyemaiakan benih yaitu dengan merendam benih dalam air bersih selama 24 jam, bila perlu di tambah dengan fungisida untuk menghindari penyakit bawaan dari benih, biasanya yang sering terbawa benih ialah penyakit yang berasal dari cendawa (jamur) yaitu penyakit jenis pyricularia orizae / penyakit potong leher /blast.Setelah direndam, kemudian ditiriskan selama 24 jam, dengan di taruh di bawah sinar matahari dan kondisikan suhu sasat penirisan harus terjaga /hangat. Apabila benih yang ditiriskan tadi kering mohon untuk menambah air lagi biar suhu dalam proses penumbuhan tunas baru cepat dan seragam dalam pertumbuhannya.Sambil menunggu pertumbuhan benih padi, kita melakukan kegiatan lain yaitu membuat media semai dengan cara penyaringan pasir puk dan kompos. Sehingga didapatkan media tanam yang ideal. Dalam membuat persemaian perlu di perhatikan perbandingan media campuran antara pasir puk dan kompos yaitu 70 % pasir puk dan 30 % kompos. Karena kalau pencampuranya kurang tepat akan mengakibatkan kesulitan pada saat tanam, dengan mesin tanam trasplanter.Setelah di lakukan pembuatan media semai antara pasir puk dan kompos , kemudian media tersebut di tata di seedlling trys dengan isi media disesuaikan nampan/baki. Diusahakn jangan terlalu penuh agar nanti benih padi tidak hilang ke siraman air.Setelah 2 hari waktu persemaian benih padi yang sudah muncul tunas siap untuk ditabur pada media tanam yang sudah dipersiapkan.Takaran untuk satu nampan sedling trys yaitu 1 sedling trys 1,5 0ns atau ( 1 gelas air mineral isi 250 ml), dan ditabur merata ke nampan sedling trys, lalu benih tersebut ditutup dengan bahan media tadi tipis tipis, dan begitu seterusnya sampai benih habis.Diusahakan benih padi yang sudah berada di nampan sedling trys sebelum di taruh di rak/tempat persemaian perlu di basahi dulu dengan cara disiram menggunakan gembor. Untuk mendapatkan hasil persemaian yang sehat hendaknya tempat persemaian harus mendaptkan sinar matahari yang cukup pada waktu pagi dan sore. Karena tanaman tanpa sinar matahari pertumbuhannya tidak normal.Untuk menghindari pertumbuhan bibit yang kurang sehat akibat kekurangan air , maka setiapa hari bibit padi harus di siram dengan gembor minimal 2 kali sehari.Setelah umur bibit padi 15-20 hari, bibit padi siap untuk di tanam di lahan sawah dengan menggunakan transplanter.( Mudjito, PPL Kecamatan Kepohbaru Kab.Bojonegoro )