Loading...

Persiapan benih cabai

Persiapan benih cabai

Persiapan benih cabai meliputi seleksi benih berkualitas dari varietas unggul, perendaman benih dalam air hangat atau larutan PGPR, peram benih dalam kain lembab, serta penyemaian dalam media tanam yang subur dan steril untuk menghasilkan bibit yang sehat, kuat, dan seragam. Benih yang berkualitas akan menunjang pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai secara optimal.  

1. Seleksi Benih

· Pilih benih unggul: 

Pastikan benih dari varietas yang sudah tersertifikasi dan memiliki daya tumbuh tinggi, bebas hama penyakit, serta tidak tercampur benih lain. 

· Ambil dari buah matang: 

Pilih buah cabai yang matang sempurna dan sehat, lalu ambil bijinya dari bagian tengah buah. 

2. Perlakuan Benih (Perendaman dan Peram)

Rendam benih cabai dalam air hangat (sekitar 50°C) atau larutan PGPR selama kurang lebih 1 jam untuk mempercepat perkecambahan dan menyeleksi benih berkualitas. Anda juga bisa merendam selama semalam untuk seleksi benih tenggelam. 

Setelah direndam dan disortir benih yang tenggelam, peram benih dalam kain yang lembab dan dibungkus plastik hingga 4 hari. Peram ini untuk menjaga kelembaban benih sampai berkecambah.

3. Persiapan Media Semai 

· Buat media tanam: 

Campurkan tanah dengan kompos dan arang sekam dengan perbandingan 4:1:1 (atau 1:1 seperti) dan sedikit kapur dolomit, lalu aduk hingga merata dan basahi hingga lembap.

· Gunakan polybag: 

Masukkan media semai ke dalam polybag kecil yang bagian atas dan bawahnya berlubang.

4. Penyemaian 

· Pindahkan benih berkecambah: 

Setelah 4 hari peram, pindahkan benih yang sudah berkecambah ke dalam media semai di polybag.

· Tanam benih: 

Buat lubang tipis di media semai, masukkan benih, lalu tutup kembali dengan lapisan tipis media tanam.

· Tempatkan di tempat teduh: 

Letakkan polybag semai di tempat yang teduh namun cukup mendapat cahaya matahari.

5. Perawatan Awal

· Jaga kelembaban: 

Pastikan media semai tetap lembap dengan penyiraman secara rutin setiap pagi atau sore hari. 

· Pantau pertumbuhan: 

Perhatikan pertumbuhan semai, dan ketika sudah memiliki 8 helai daun dan batang kuat, barulah bibit dapat dipindahkan ke pot yang lebih besar atau lahan tanam.