Benih padi untuk bertanam tabela dipilih dari kelompok padi varietas unggul. Varietas padi sawah berbeda dengan varietas padi gogo, padi lebak, maupun padi pasang surut. Dewasa ini ada pula varietas padi sawah yang cocok ditanam sebagai padi gogo. Benih padi di pasaran selalu dilengkapi dengan keterangan identitas yang terdapat pada label. Sebaiknya, digunakan benih padi berlabel biru, atau benih sebar yang ditanam petani. Beberapa hal yang perlu meridapat perhatian dalam membeli benih yaitu varietas padi, tanggal berakhirnya label, dan daya tumbuh benih. Sebaiknya, varietas padi untuk tanam benih langsung dipilih yang memiliki ciri perakaran kuat, berbatang kokoh, serta daya kecambah biji (viabilitas) dan daya tumbuh biji (vigor) tinggi. Beberapa varietas padi yang memiliki ciri tersebut antara lain IR 64 dan cisadane. Dengan demikian, tanaman a|kan cepat tumbuh, mampu berkompetisi dengan gulma, dan tidak gampang rebah. Persiapan benih untuk tabela mirip dengan persiapan benih untuk pesemaian. Benih padi direndam selama 24 jam dan air rendaman diganti dengan air baru setelah 12 jam. Benih hampa serta kotoran yang mengambang dibuang. Perendaman seyogyanya dimulai sore hari; Pada sore hari berikutnya, benih diangkat dan ditiriskan semalam. Pagi harinya benih mulai berkecambah dan siap untuk ditanam di sawah. Apabila benih yang telah diperam tertunda untuk ditanam, akarnya akan lebih memanjang. Benih tersebut kurang menguntungkan bila ditanam dengan atabela. Selain itu, benih yang masih basah menyulitkan penanaman dengan atabela karena lekat dengan benih yang lain dan sukar terlepas dari lubang atabela serta akarnya banyak yang rusak dan tidak tumbuh. Pada budi daya tabela, biasanya diperlukan benih sekitar 40-50 kg/ha. (Sumber: Budidaya PAdi Sawah Tabela/ Ir. Setijo Pitojo)