Tanaman srikaya sangat cocok tumbuh di Indonesia dengan matahari yang terik sepanjang tahun. Tanaman ini telah ditanam oleh para pendahulu kita sebagai tanaman perdu yang mengisi pekarangan rumah. Hampir seluruh kampung di Indonesia mengenal tanaman srikaya. Setiap daerah bahkan di beberapa negara memiliki nama yang berbeda seperti sarikaya (Jawa),sorkajeh (Madura),Atis (Sulawesi), suraikaya (Sumatera) dan lain sebagainya. Namun demikian, budidaya tanaman belum banyak dilakukan kecuali sekadar tanaman perdu yang tidak dikelola dengan baik. Tanaman srikaya tumbuh di dataran rendah sampai kletinggian 1.000 m di atas permukaan lautterutama pada tanah berpasir sampai tanah lempung berpasir dan dengan system drainase yang baik. Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum dilakukan penanaman adalah persiapan lahan yang ditanam yaitu diolah dengan baik dan kemudian memilih sistem serta pola penanamannya. 1. Persiapan Tanam Tanah yang akan ditanami srikaya harus diolah terlebih dahulu agar perakaran tanaman dapat menjalar ke segala bagian.Tanaman yang tidak berguna dan menghalangi tumbuhnya tanaman srikaya harus dibersihkan, terutama penanaman srikaya di pekarangan atau lahan terbatas. Pengolahan tanah dilakukan kira-kira 1 - 2 bulan sebelum tanam, terutama pada tanah-tanah berat. Dengan demikian, setelah pengolahan lahan masih memiliki waktu yang lama untuk proses penggemburan tanah. Untuk menjaga kelestarian tanah yang tidak ditanami, sebaiknya pengolahan dilakukan seminimum mungkin yaitu hanya mengolah tanah di tempat-tempat yang akan ditanami srikaya. Gulma ditempat yang kosong diantara tanaman cukup dibersihkan atau ditanami cover crop dan tanaman semusim yang hanya memerlukan pengolahan tanah sedikit. Lubang tanam dibuat menggunakan cangkul atau garpu tanah dengan ukuran 50 cm x 50 cm dan dalamnya 60 cm. Lubang tanam didiamkan kira-kira 1 - 2 bulan sampai siap menjelang tanam. Dengan cara ini diharapkan agar semua keasaman tanah berkurang dan udara tanah yang mengandung racun menguap. Kira-kira 2 - 4 minggu sebelum bibit ditanamkan, pupuk kandang dicampurkan dengan tanah galian yang diletakkan dipinggir lubang tanam sebanyak 3 - 5 kg per lubang tanam atau dicampur dengan pupuk kompos yang telah matang sebanyak 5 kg tiap lubang tanam. Campuran tersebut sebagian dimasukkan ke dalam lubang tanam dan didiamkan kembali agar campuran mengalami pelapukan. Lubang tanam dibuat pada akhir musim kemarau atau pada saat turun hujan 1 sampai 2 kali, guna memudahkan penggalian tanah, dan jarak lubang tanam dibuat 8 m x 8 m. Untuk menetralisasi tanah yang masam, lubang tanam diberi kapur pertanian terlebih dahulu sebanyak ¼ kg - ½ kg tiap lubang tanam tergantung pada tingkat keasamannya. Jika tanah tersebut dalam keadaan basa, maka diberi campuran serbuk belerang sebanyak 100 gram - 250 gram tiap lubang tanam, tergantung pada tingkat kebasaannya. Untuk mengetahui tingkat keasaman dan kebasaan tanah, perlu dilakukan analisis tanah terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan pengolahan tanah. Analisis tanah dilakukan secara laboratoris, namun hal itu cukup mahal. Untuk penanaman dalam jumlah banyak, analisis perlu dilakukan untuk menjamin keberhasilan tanaman dan pemberian pupuk dengan dosis tepat. Namun untuk penanaman dalam jumlah yang sedikit bisa dilakukan analisis sederhana, yakni dengan kertas lakmus dan hasilnya dapat dilihat pada daftar skala yang ada pada kertas tersebut. 2. Penanaman a. Sistem Penanaman Ada beberapa sistem penanaman srikaya, yakni monokultur, tumpang sari, polikultur, atau penanaman tunggl dalam pot. Srikaya dapat ditanam dengan salah satu sistem penanaman tersebut. Namun sampai saat ini belum ada yang mengusahakan tanaman srikaya dalam bentuk perkebunan khusus tetapi hanya sebagai tanaman sampingan yang jumlahnya beberapa pohon saja b. Pola Tanam Pola tanam srikaya harus disesuaikan dengan keadaan lahan penanaman. Ada 4 pola tanam yang umum digunakan, yaitu pola tanam sistem segitiga sama sisi, segi enam, bujur sangkar, dan sistem kontur untuk tanah yang memiliki kemiringan lebih dari 20%. c. Cara Penanaman Penanaman srikaya sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan agar saat pertumbuhan awal tanaman mendapat air yang cukup sehingga tidak perlu dilakukan penyiraman. Penanaman srikaya, baik yang berasal dari perbanyakan generatif maupun vegetatif, dilakukan dengan cara: (1). bibit beserta tanahnya dikeluarkan dari polibag dengan cara merobeknya menggunakan pisau, tanah dalam polibag diusahakan tidak hancur, (2). bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam yang telah berisi sebagian media tanam, (3). media sisa yang ada di pinggir lubang dimasukkan ke dalam lubang hingga batas leher perakaran tanaman, lalu dipadatkan, (4). untuk memperkuat tanaman agar tidak roboh, sebaiknya diberi ajir dan tanaman diberi penyiraman. Untuk menghindari gangguan hama dalam tanah, sebelum bibit ditanamkan, sebaiknya media tanam dalam lubang tanam diberi insektisida curater dengan dosis sesuai anjuran. Disarikan oleh : Lasarus, Pusluhtan Sumber : 1. Ir. Juhaeni Radi. 1997. Budidaya Srikaya Penerbit Kanisius, Yogyakarta. 2.Sumarno DS, Isto Suwarno.2011. Srikaya Jombo. Potensi Unggul Sibuah Super. Penerbit Lily Publisher, Yogyakarta 3.Sobir; Mega A. 2013. 20 Tanaman Buah Koleksi Eksklusif, Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta