Tanaman kapas merupakan tanaman penghasil serat yang merupakan bahan baku industri tektil. Sampai saat ini peranannya masih lebih besar di banding serat sintensis, terutama di Negara yang beriklim tropis. Pengembangan tanaman kapas belum memadai disebabkan rendahnya produktivitas yang di capai, sehingga sulit bersaing dengan komoditas lain. Rendahnya produktivitas ini terutama di sebabkan karena berbagai kendala baik masalah teknis maupun non teknis yang belum dapat di atasi. Masalah teknis terutama disebabkan karena belum di terapkannya paket teknologi sesuai anjuran. Untuk melakukan penanaman kapas yang baik maka sebelum dilakukan penanaman perlu dilakukan persiapan lahan terlebih dahulu.. Tanah yang cocok untuk ditanami tanaman kapas: Stuktur tanah yang cocok ditanami kapas adalah lempung, lempung berpasir dengan kandungan pasir kurang dari 80 %, atau lempung berliat dengan kandungan liat kurang dari 50 %. pH tanah minimal 5,5 topografi relatif datar, atau miring dengan kemiringan <30 % yang disertai pembuatan teras memotong arah lereng. Daya menahan air dan drainase baik. Lahan Lahan yang akan ditanami tanaman kapas diharapkan mengelompok, dimana setiap blok hamparan minimal seluas 3 hektar dan setiap kelompok hamparan minimal 10-30 hektar. Kelompok hamparan untuk setiap Desa minimal 50 ha dan setiap kecamatan minimal 100 ha atau setiap Kabupaten minimal 500 ha. Lahan kering atau tegalan di utamakan untuk penanaman kapas pada musim penghujan (TMP), sedangkan lahan sawah irigasi teknis dan atau setengah teknis di utamakan untuk penanaman kapas musim kemarau (TMK). Pemilihan lokasi diutamakan yang mempunyai prasarana perhubungan yang baik untuk mempelancar penyaluran sarana produksi, benih, pengolahan hasil, dan mempermudah pembinaan dan pengawasan. Hindari lahan-lahan yang sering mendapat serangan serangga tanah seperti Hypomeces aquamosus atau sering mendapat serangan patogen tanah seperti Fusarium, Phymatotrichum, Verticillium, dan Nematoda puru akar. Iklim Iklim yang sesuai dengan penanaman kapas adalah type iklim C,D,dan E menurut Schmith dan Ferguson. Suhu optimum 25°-29°C; jangan menanam kapas di daerah dengan suhu kurang dari 15°C atau lebih dari 40°C atau daerah-daerah dengan ketinggian lebih dari 700 meter dari permukaan laut. Kelembaban ± 70 % Curah hujan antara 500-1.100 mm/selama 5-6 bulan. Pengolahan tanah Pengolahan tanah untuk tanaman kapas dapat dilakukan dengan cara sempurna atau terbatas. Pengolahan sempurna Areal yang di siapkan untuk penanaman kapas harus bersih dari gulma dan tanaman pengganggu lainnya, untuk itu perlu dilakukan pengolahan tanah yang sempurna. Tanah di olah 2 kali dengan cara dicangkul atau dibajak. Pengolahan tanah pertama di lakukan 2-4 minggu sebelum penanaman, sedangkan pengolahan tanah kedua di laksanakan satu minggu setelah pengolahan tanah pertama, ke dalam olah tanah sekitar 20-25 cm. Pengolahan terbatas Untuk tanah yang sangat peka erosi di perlukan konservasi tanah. Pada tanah seperti ini sedikit mungkin dilakukan pengolahan tanah . Untuk tanah yang berpasir atau bertekstur ringan dapat dilakukan pengolahan minimum. Bila waktu tanam mendesak atau untuk menekan biaya, pengolahan tanah dapat di lakukan terbatas pada barisan tanaman saja. Kapas yang di usahakan pada lahan sawah sesudah penanaman padi, dapat dilakukan pengolahan minimum atau tanpa oleh tanah; Pembumbuhan dilakukan bersamaan dengan saat pemupukan pada umur satu bulan setelah tanam. Tanah yang sering tegenang air pada waktu hujan (lahan sawah bero), perlu di buat saluran drainage atau penanaman kapas dilakukan diguludan Hasil olahan yang siap di tanami oleh tanah yang sudah gembur/remah, rata dan bersih dari gulma/ tanaman pengganggu Apabila tanah yang akan ditanami kapas sudah cocok jenis tanahnya, iklimnya sudah sesuai dan tanah sudah diolah sesuai anjuran maka kapas sudah siap untuk tanam. (Shalimar Andaya Nia) Sumber: Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan, Petunjuk Teknis Budidaya Kapas, Jakarta, 1996.