Lahan merupakan tempat tumbuh tanaman, maka perlu diperhatikan kebersihan, kondisi dan pengairannya agar diperoleh pertumbuhan tanaman yang optimal, produksi buah tinggi dan bermutu. Jeruk keprok (citrus nobilis) mempunyai nilai ekonomis karena mempunyai rasa manis dan segar, sehingga sangat disukai masyarakat dalam maupun luar negeri. Jeruk keprok salah satu buah yang akan dikembangkan oleh Pemerintah untuk meningkatkan produksi dan mutu buah sehingga dapat memenuhi permintaan pasar dalam negeri maupun diekspor. Untuk memperoleh tanaman jeruk keprok tumbuh optimal dan dapat berproduksi tinggi serta buah bermutu bagus, perlu melakukan budidaya yang baik dengan persiapan lahan yang sesuai persyaratan tumbuh tanaman jeruk. Pembersihan dan Pengaturan Lahan Setelah dipilih lokasi yang sesuai dengan syarat tumbuh tanaman jeruk keprok (cari informasi syarat tumbuh jeruk keprok dalam Cybex), lakukan persiapan lahan dimulai dengan pembersihan gulma atau tumbuhan yang tidak dikehendaki, batu-batu, sisa-sisa tanaman, benda-benda yang sekiranya mengganggu pertumbuhan tanaman, dan lain-lain. Pembersihan lahan ini untuk memperlancar sistem perakaran tanaman dan aliran unsur hara. Bagi lahan yang sangat luas sampai puluhan hektar dibagi beberapa blok, setiap blok seluas satu hektar. Antar blok dipisahkan dengan jalan kebun yang akan digunakan antara lain untuk pengawasan, pemeliharaan, pengangkutan hasil panen, dan lain-lain. Pada lahan yang bertopografi miring, harus dibuat terasering terlebih dahulu. Jeruk dapat ditanam baik di tanah kering maupun tanah berair atau tanah sawah. Jika lahan yang akan ditanami jeruk merupakan tanah kering dan sulit air, harus dilengkapi dengan sarana pengairan misalnya dengan membuat penampungan air hujan seperti contoh berikut: untuk lahan seluas 15 hektar dengan jarak tanam 3 x 4 meter atau 3 x 5 meter, ukuran penampungan air yang diperlukan kira-kira berukuran 75 x 100 x 2 meter atau 150 x 100 x 1 meter. Penampungan air sebaiknya dibangun bagian lahan yang letaknya paling tinggi agar airnya dapat dialirkan ke tempat lain. Sedangkan lahan di tanah sawah harus dibuat saluran drainase dan bagian tanah untuk lubang tanam harus ditinggikan dahulu sebelum tanam agar nantinya akar tidak terendam air. Penetapan Jarak Tanam Jarak tanam ditetapkan dengan pertimbangan jenis tanah, kesuburan tanah, varietas jeruk, dan asal benih. Jarak tanam jeruk keprok 6 x 6 meter. Bila akan menerapkan budidaya jeruk dengan intensif, dengan jarak tanam rapat 3 x 4 meter dengan populasi atau jumlah benih 833 pohon per hektar yang biasanya hanya 400 - 500 pohon per hektar. Untuk menghindari persentuhan tajuk tanaman, harus dilakukan pemangkasan tajuk setelah tanaman berumur 7 atau 10 tahun. Pada jarak tanam yang ditetapkan, diberi tanda dengan potongan bambu atau kayu untuk selanjutnya dibuat lubang tanaman. Pembuatan Lubang Tanam Ukuran lubang tanaman dipengaruhi oleh kondisi tanah, keras/cadas atau gembur. Pada tanah cadas buatlah lubang tanam berukuran 1 x 1 x 1 meter, sedangkan pada tanah gembur ukuran lubang tanam hanya 60 x 60 x 60 cm. Pada saat membuat lubang tanam, pisahkan tanah bagian atas ditaruh di kiri lubang dan tanah bagian bawah ditaruh di kanan lubang. Jika lahan mempunyai lapisan tanah tipis, harus dilakukan penghancuran lapisan tanah di bawahnya hingga gembur sampai kedalaman lubang yang dikehendaki. Lalu lubang tanam dibiarkan terbuka selama dua minggu agar bibit hama dan penyakit tanaman serta gulma mati terkena sinar matahari. Setelah tanah dibiarkan, tanah galian bagian bawah (berada disebelah kanan lubang) dikembalikan ke dalam lubang tanam hingga seperempat isi lubang. Sisa tanah galian yang berada di sebelah kanan maupun kiri dicampur dan ditambah dengan pupuk kandang sebanyak 10 - 20 kg per lubang dan 250 gram NPK atau campuran Urea, TSP dan KCL dengan perbandingan 2 : 2 : 1. Jenis dan jumlah pupuk ini dapat disesuaikan dengan anjuran Dinas Pertanian setempat. Perlu diperhatikan, bahwa pada tanah gembur atau subur jumlah pupuk kandangnya lebih sedikit dibanding dengan tanah cadas. Lalu campuran tanah dengan pupuk kandang tersebut dimasukan ke dalam lubang sampai menggunduk. Lahan siap ditanami benih jeruk keprok. Selamat mencoba dan semoga berhasil ! Penulis : SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian, Pusluhtan) Sumber informasi: 1. Budidaya Jeruk (Citrus sp.). Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2011. 2. Redaksi Agro Media. Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Jakarta: PT Agromedia Pustaka. 2009. 3. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Jeruk. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. 2005. 4. Jeruk Keprok. Direktorat Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura. 2002.