Bersamaan dengan terbentuknya bedengan kasar, dilakukan penyiapan benih dan pembibitan di pesemaian. Untuk lahan (kebun) seluas 1 ha, 10 rol mulsa diperlukan benih + 9 - 10 bungkus kemasan masing-masing berisi 10 gram. Benih dapat disemai langsung dalam bumbung (koker) yang terbuat dari daun pisang ukuran 3 x 3 cm, dengan proses dikecambahkan terlebih dahulu melalui pendederan benih. Sebelum dikecambahkan, benih cabai sebaiknya direndam dulu dalam air hangat kuku selama 1 malam untuk mempercepat proses perkecambah-an dan mencuci hamakan benih tersebut. Bila benih cabai akan disemai langsung dalam bumbung, maka sebelumnya bumbung harus diisi dengan media campuran tanah halus, pupuk kandang matang halus, dolomit, ditambah pupuk NPK dihaluskan serta Furadan. Sebagai pedoman untuk campuran adalah : tanah halus 1 bagian (1 ember volume 10 liter) + 1 bagian pupuk kandang matang halus (1 ember volume 10 liter) + 100 gr Dolomit + 100 gr pupuk NPK dihaluskan (digerus) + 100 gr Furadan. Bahan media semai tersebut dicampur merata, lalu dimasukkan ke dalam bumbung hingga 90% penuh. Benih cabai merah yang telah direndam, disemaikan satu per satu sedalam 0,5 cm, lalu ditutup dengan tanah tipis. Berikutnya semua bumbung yang telah diisi benih cabai disusun di bedengan secara teratur disemprot dengan Pentacarb dan Pentacur dan segera ditutup dengan karung goni basah dan daun pisang selama + 6 hari agar cepat berkecambah. Bila benih dikecambahkan terlebih dahulu, maka sehabis direndam harus segera dimasukkan ke dalam lipatan kain basah (lembab) selama + 3 hari. Setelah benih keluar bakal akar sepanjang + 1 mm, dapat segera disemaikan ke dalam bumbung. Cara ini untuk meyakinkan daya kecambah benih yang siap disemai dalam bumbung. Tata cara penyemaian benih ke dalam bumbung prinsipnya sama seperti cara di atas hanya perlu alat bantu pinset agar kecambah benih cabai tidak rusak. Penyusunan bumbung berisi semaian cabai dapat ditata dalam rak-rak kayu atau bambu, namun dapat pula diatur rapi di atas bedengan-bedengan selebar 110 - 120 cm. Setelah semaian cabai tersebut diatur rapi, maka harus segera dilindungi dengan sungkup dari bilah bambu beratapkan plastik bening (transparan) ataupun jaring net kassa. Selama bibit di pesemaian, kegiatan rutin pemeliharaan adalah penyiraman 1-2 kali/hari atau tergantung cuaca, dan penyemprotan pupuk daun Fertiport pada dosis rendah 0,5 gr/liter air saat tanaman muda berumur 10 - 15 hari, serta penyemprotan pestisida (Pentacur) pada konsentrasi setengah dari yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit rebah batang. Bibit Cabe merah siap tanam umur 25-30 hari. Dan tomat umur 18 hari atau berdaun 4 helai.