Loading...

Persiapan Tanam Kapas

Persiapan Tanam Kapas
Tanaman kapas merupakan tanaman penghasil serat yang merupakan bahan baku industri tektil. Sampai saat ini peranannya masih lebih besar di banding serat sintensis, terutama di Negara yang beriklim tropis. Pengembangan tanaman kapas belum memadai kerena rendahnya produktivitas yang di capai, sehingga sulit bersaing dengan komoditas lain. Rendahnya produktivitas ini terutama di sebabkan karena berbagai kendala baik masalah teknis maupun non teknis yang belum dapat di atasi. Masalah teknis terutama karena belum di terapkannya paket teknologi sesuai anjuran. Untuk melakukan penanaman kapas yang baik maka perlu dilakukan persiapan lahan dengan mencocokkan jenis tanahnya, iklimnya harus sesuai dan tanahnya sudah diolah sesuai anjuran. Jarak dan cara tanam Jarak tanam kapas tergantung pada jenis tanah, varietas dan pola tanam yang digunakan. Untuk Benih Non Hibrida Pada tanah subur, jarak tanam antara barisan 100-120 Cm dan dalam barisan 25-40 cm Pada tanah kurang subur, jarak tanam antara barisan 70-90 cm dan dalam barisan 20-25 cm. Cara penanaman di lakukan dengan cara di tugal dengan ke dalaman 2-3 cm. Jumlah benih yang di tanam 2-3 biji per lubang. Untuk Benih Hibrida Jarak tanam yang di anjurkan adalah 120 cm X 90 cm atau 90 cm X 90 cm atau 90 cm X 75 cm, tergantung kesuburan tanah Metode penanaman kapas sebagai berikut: Barisan tanam melintang terhadap kemiringan/kelandaian Benih di tanam dengan cara di tugal dengan ke dalaman 2- 4 cm Jumlah benih per lubang 1 benih 10 % dari kebutuhan benih harus di tanam pada kantong plastik untuk persiapan penyulaman Waktu Tanam Waktu tanam kapas dilaksanakan dalam 2 musim tanam, yaitu Tanam Musim Penghujan (TMP) dan Tanam Musim Kemarau(TMK) dengan berpedoman pada perkiraan musim yang di buat oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) dan atau Minggu Penanaman Paling Lambat(MPL)yang ditetapkan Balittas. Waktu tanam kapas TMP di usahakan agar waktu panen jatuh pada awal musim kemarau,sedangkan waktu tanam TMK diusahakan agar panen tidak jatuh pada awal musim hujan. Pada tumpanggilir jagung-kapas, waktu tanam kapas di perhitungkan agar tanaman kapas ada di bawah tanaman jagung kurang dari 1 bulan Pada tumpanggilir kacang-kacangan dengan kapas, waktu tanam kapas adalah sesudah kacang-kacang di panen. Pengaturan Waktu Tanam dan Pemberian Air Waktu tanam pada lahan tegalan/sawah tadah hujan, di perhitungkan sedemikian rupa sehingga tanaman kapas selama pertumbuhan(+3 ½ bulan) mendapatkan cukup hujan atau air dan pada musim panen jatuh pada musim kering. Bagi daerah pertanaman yang curah hujannya lebih dari 110 hari, maka waktu tanam adalah pada awal musim hujan. Penetapan waktu tanam yang di anjurkan pada perkiraan cuaca/musim oleh BMG ini juga memperhatikan pengalaman/ tradisi masing-masing daerah Waktu tanam kapas (TMK) pada lahan sawah dilaksanakan, setelah panen padi rendengan, di mana kebutuhan/ kekurangan air pada masa-masa pertumbuhan/perkembangan tanaman di atasi dengan pompanisasi. Untuk kapas di lahan beririgasi, di mana kapas di tanam sesudah padi, sekurang-kurangnya di perlukan tiga kali pengairan yaitu: Pada saat mulai pembentukan kuncup bunga (umur 30-35 hari) Pada saat mulai berbunga (umur 50-55 hari) Pada saat puncak pembungaan dan perkembangan buah (umur 80-90 hari) Berikan irigasi hingga lahan mencapai kapasitas lapang atau daerah perakaran kapas sedalam 30-60 cm cukup mendapat air. (Shalimar Andaya Nia) Sumber: Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan, Petunjuk Teknis Budidaya Kapas, Jakarta, 1996.