Loading...

Persyaratan Benih Untuk Persemaian Belimbing

Persyaratan Benih Untuk Persemaian Belimbing
Belimbing adalah buah yang banyak manfaatnya selain dimakan sebagai buah segar dan buah olahan juga sebagai obat tradisional. Manfaat lainnya sebagai stabilisator dan pemeliharaan lingkungan, antara lain dapat menyerap gas-gas beracun buangan kendaraan bermotor, dan menyaring debu. meskipunbelimbing asalnya dari Malaysia namun di Indonesia sudah banyak dibudidayakan, bahkan varietasnyapun juga cukup beragam. Kalau dilihat dari manfaatnya, Belimbing. Sebagai wahana pendidikan, penanaman belimbing di halaman rumah tidak terpisahkan dari program pemerintah dalam usaha gerakan menanam sejuta pohon. Karena banyak manfaatnya, alangkah baiknya kalau dalam penanamannya jangan asal-asalan, perhatikan syarat tumbuhnya, media tanamanya, maupun ketinggiannya terlebih dahulu. Kalau syarat tumbuhnya sudah cocok, tanamlah dengan menggunakan benih unggul. Syarat tumbuh belimbing antara lain : 1. Untuk pertumbuhan dibutuhkan angin yang tidak terlalu kencang, karena dapat menyebabkan gugurnya bunga atau buah. 2. Curah hujan sedang, di daerah yang curah hujannya tinggi seringkali me- nyebabkan gugurnya bunga dan buah, sehingga produksinya akan rendah. 3. Tempat tanamnya terbuka dan mendapat sinar matahari secara memadai dengan intensitas penyinaran 45-50 %, namun juga toleran terhadap naungan (tempat terlindung). 4. Suhu dan kelembaban ataupun iklimnya termasuk tipe A (amat basah), B (agak basah), C (basah), dengan 6-12 bulan basah dan 0-6 bulan kering, namun paling baik di daerah yang mempunyai 7,5 bulan basah dan 4,5 bulan kering. Media tanamnya, bisa tanah yang gembur, subur, banyak mengandung bahan orga nik, pHnya 5,5-7,5, kandungan air dalam tanah 50-200 cm dibawah permukaan ta- nah, serta aerasi dan drainasenya baik. Sedangkan Ketinggian tempat yang cocok untuk tanaman belimbing yaitu di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl. Penyiapan Benih Penyiapan benih unggul belimbing dilakukan dengan cara pembiakan vegetatif, bisa dengan cangkok, okulasi, susuan maupun dengan enten. Khusus pada perbanyakan vegetatif dengan cara penyambungan (okulasi, enten, susuan) diperlukan batang bawah atau benih onderstam yang berasal dari biji (pembiakan generatif). Tata cara penyiapan batang bawah yang tanamannya berasal dari biji (benih) belimbing, maka hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut: 1. Pilih buah belimbing yang sudah matang di pohon dan keadaannya sehat serta berasal dari varietas unggul nasional ataupun lokal. 2. Biji buah bisa diambil dengan cara membelahnya, kemudian tampung dalam suatu wadah. 3. Hilangkan lendirnya dengan cara mencuci, 4. Kering-anginkan biji belimbing di tempat teduh dan kering hingga kadar airnya berkisar antara 12-14 %. 5. Biji bisa langsung disemai atau kalau mau disimpan, gunakan wadah yang berwarna dan tutuplah dengan rapat. Cara Penyemaian Benih Penyiapan lahan persemaian meliputi tahapan sebagai berikut: 1. Tentukan (pilih) areal untuk lahan persemaian di tempat yang strategis dan tanahnya subur. 2. Olah tanahnya cukup dalam antara 30-40 cm hingga gembur, kemudian dikering-anginkan selama ± 15 hari. 3. Buat bedengan selebar 100-120 cm, tinggi 30 cm dan panjangnya tergantung keadaan lahan. Arah bedengan sebaiknya membujur posisi Utara-Selatan. 4. Tambahkan pupuk kandang yang matang dan halus sebanyak 2 kg/m2 luas bedengan sambil dicampurkan dengan tanah atas secara merata, kemudian rapikan bedengan dengan alat bantu papan kayu atau bambu ataupun cangkul. 5. Tancapkan tiang-tiang bambu di sisi Timur bedengan setinggi 100-150 cm dan di sisi Barat 75-100 cm, kemudian pasang pula palang-palang dari bilah bambu sambil diikat. 6. Pasang atap persemaian dari dedaunan (jerami) atau lembar plastik bening (transparan), sehingga bedengan persemaian lengkap dengan atapnya siap disemai biji belimbing. Penyiapan biji yang akan disemai di lahan pesemaian, tahapannya sebagai berikut: 1. Rendam biji belimbing dalam air dingin atau hangat kuku (55-60 0 C) selama + 30 menit. 2. Kecambahkan biji belimbing dengan cara disimpan dalam gulungan kain basah di tempat yang lembab selama beberapa waktu. 3. Semai biji belimbing yang telah berkecambah pada lahan pesemaian. Caranya adalah biji disebar di sepanjang garitan atau alur-alur dangkal pada jarak antar alur sekitar 10-15 cm, kemudian tutup dengan tanah tipis. 4. Biarkan kecambah tumbuh dan berkembang menjadi bibit muda. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemeliharaan bibit di persemaian dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : 1. Penyiraman (pengairan) secara kontinyu 1-2 kali sehari atau tergantung keadaan cuaca. 2. Pemupukan dengan pupuk Nitrogen (Urea, ZA) ataupun NPK yang dilarutkan dalam air dengan dosis 10 gram/10 liter untuk disiramkan pada media pesemaian setiap 3 bulan sekali. 3. Pengendalian hama atau penyakit dengan cara memotong bagian yang terserang parah, perbaikan drainase tanah dan penyemprotan pestisida pada konsentrasi rendah antara 30-50 % dari yang dianjurkan. Demikian, cara menyemai benih agar didapat batang bawah atau bibit onderstam yang baik dan berasal dari benih yang unggul. Penulis: Yulia Tri S (PP Madya). Email : yuliatrisedyowati@yahoo.co.id Sumber: Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS