Loading...

Persyaratan Tanah Pada Tanaman Salak

Persyaratan Tanah Pada Tanaman Salak
Keadaan tanah di Indonesia umumnya dengan pH rendah (masam), sehingga membutuhkan pengelolaan tanah yang memadai, terutama pengapuran untuk menaikkan pH tanah. Bahan kapur untuk pertanian dapat berupa kalsium karbonat (CaC03), Kalsium Magnesium Karbonat [CaMg(C03)2], dan lain-lain. Produk kapur yang siap pakai dan banyak dijual di kios-kios sarana produksi pertanian misalnya dolomit, zeagro, dan kalsit. Kebutuhan kapur untuk menaikkan pH tergantung padajenis kapur danjenis tanah. Umumnya dosis kapur yang diberikan berkisar antara 0,5 - 4 ton/ha. Pengapuran sebaiknya diberikan 4 minggu sebelum tanam. Pengapuran dilakukan dengan cara ditaburkan di atas tanah yang telah diolah, kernudian dicampur dengan lapisan tanah atas hingga rata. Bila tidak hujan, sebaiknya segera dilakukan penyiraman hingga cukup basah agar kapur cepat bereaksi dengan tanah. Kemiringan lahan yang ideal adalah lahan datar karena untuk kegiatan pemeliharaan tanaman dapat dilaksanakan dengan relatif mudah. Untuk lahan dengan kemiringan lebih dari 5 dianjurkan pembuatan terasering untuk mempermudah pemeliharaan maupun untuk pengairannya, serta menekan tingkat erosi tanah. Sumber : - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau, Puslitbang Sosial Ekonomi Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Salak, 2003