Pemerintah Kabupaten Bintan terus meningkatkan produktifitas dan nilai tambah di bidang pertanian. Diantaranya melalui diversifikasi usaha tani, pengembangan pengolahan hasil pertanian, hingga penguasaan pada aspek budidaya. Upaya ini sebagai bentuk meningkatkan kesejahteran para petani, sekaligus mengurangi angka pengangguran di daerah. Menurut Bupati Bintan, Ansar Ahmad, sektor pertanian di Bintan memberikan kontribusi memerangi angka pengangguran . "Pada tahun 2005, jumlah pengangguran mencapai 14,5 persen, dan turun menjadi 12,47 persen pada tahun 2009. Bidang pertanian berperan dalam hal ini," katanya, belum lama ini. Sektor pertanian di Bintan sendiri terus mengalami pertumbuhan. Pada tahun 2005, pertumbuhan pertanian mencapai 7,37 persen atau Rp114,35 miliar. Dan sampai 2009 meningkat menjadi 8,20 persen atau sebesar Rp162 miliar. Bintan kini, juga sedang menggalakkan komoditi tanaman pangan seperti padi dan jagung, diantaranya untuk menunjang penyediaan bahan pangan di daerah. Dari pengembangan padi yang dilakukan pertama pada lahan seluas 40 hektar sudah bisa menghasilkan produksi padi 116 ton pada 2009, sedangkan jagung baru 83 ton di tahun yang sama. Di komoditi lainnya yang sudah lebih dulu ada, seperti tanaman perkebunan karet pada tahun 2009 telah menghaisilkan 21,93 ribu ton, cengkeh 620,4 ton, dan lada mencapai 126,60 ribu ton. Penulis Gindriawan S Sumber BPPKP Bintan dan Posmetro Batam