Loading...

Pertanian Organik dan Pertanian Berkelanjutan

Pertanian Organik dan Pertanian Berkelanjutan
Pertanian Organik dan Pertanian Berkelanjutan Oleh:Made Sumetriani, M.P. 1. Pengertian Pertanian Organik Pertanian organik diartikan sebagai suatu sistem produksi pertanaman yang berasaskan daur-ulang hara secara hayati, dapat melalui sarana limbah tanaman dan ternak, serta limbah lainnya yang mampu memperbaiki status kesuburan dan struktur tanah. 2. Pengertian Pertanian Berkelanjutan Pada hakikatnya, sistem petanian yang berkelanjutan adalah back to nature, yakni sistem pertanian yang tidak merusak, tidak mengubah, serasi, selaras, dan seimbang dengan lingkungan 3. Ciri-Ciri Pertanian Organik1. Melindungi kesuburan tanah dengan mempertahankan kadar bahan organik, dan tidak menggunakan alat-alat mekanisasi secara sembarangan.2. Menyediakan sendiri unsur nitrogen melalui pengikatan nitrogen secara biologis dengan tanaman leguminosa.3. Mendaur ulang secara efektif bahan organik dari sisa tanaman dan limbah ternak.4. Membantu perkembangan aktivitas biologi tanah.5. Mengendalikan gulma dan hama penyakit dengan rotasi tanaman, predator, dan varietas tanaman yang tahan. 6. Menyuarakan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi berkesinambungan7. Aspek alamiah dan kondisi lingkungan sekitar merupakan sumber penunjang produksi yang utama.8. Mengurangi penggunaan bahan penunjang dari luar.9. Mendaur ulang nutrisi atau unsur hara dari dalam tanah. 4. Ciri-Ciri Pertanian Berkelanjutan Menurut Technical Advisorry Committee of the CGIAR (TAC-CGIAR, 1988), "pertanian berkelanjutan adalah pengelolaan sumberdaya yang berhasil untuk usaha pertanian guna membantu kebutuhan manusia yang berubah sekaligus mempertahankan atau meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumberdaya alam". Ciri-ciri pertanian berkelanjutan:1. Mantap secara ekologis, yang berarti kualitas sumberdaya alam dipertahankan dan kemampuan agroekosistem secara keseluruhan “ dari manusia, tanaman, dan hewan sampai organisme tanah ditingkatkan. 2. Dapat berlanjut secara ekonomis, yang berarti petani mendapat penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan, sesuai dengan tenaga dan biaya yang dikeluarkan, dan dapat melestarikan sumberdaya alam dan meminimalisasikan risiko.3. Adil, yang berarti sumberdaya dan kekuasaan disistribusikan sedemikian rupa sehingga keperluan dasar semua anggota masyarakat dapat terpenuhi dan begitu juga hak mereka dalam penggunaan lahan dan modal yang memadai, dan bantuan teknis terjamin.4. Manusiawi, yang berarti bahwa martabat dasar semua makhluk hidup (manusia, tanaman, hewan) dihargai dan menggabungkan nilai kemanusiaan yang mendasar (kepercayaan, kejujuran, harga diri, kerjasama, rasa sayang) dan termasuk menjaga dan memelihara integritas budaya dan spiritual masyarakat.5. Luwes, yang berarti masyarakat desa memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan ubahan kondisi usahatni yang berlangsung terus, misalnya, populasi yang bertambah, kebijakan, permintaan pasar, dll. Selain itu, ciri pertanian berkelanjutan antara lain:1. Secara ekonomi menguntungkan dan dapat dipertanggung jawabkan (economically viable). 2. Berwawasan ekologis (ecologically sound). 3. Berkeadilan sosial4. Manusiawi dan menghargai budaya lokal5. Mampu berdaptasi (adaptable) 5. Indikator Pertanian Organik Dan Pertanian Berkelanjutana. Indikator Pertanian Organik¢ Kandungan hara rendah. Kandungan hara yang rendah berarti biaya untuk setiap unit unsur hara yang digunakan nisbi lebih mahal.¢ Ketersediaan unsur hara lambat. Hara yang berasal dari bahan organik diperlukan untuk kegiatan mikrobia tanah untuk dialihrupakan dari bentuk ikatan kompleks organik yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman menjadi bentuk senyawa organik dan anorganik sederhana yang dapat diserap oleh tanaman.¢ Menyediakan hara dalam jumlah terbatas. Penyediaan hara yang berasal dari pupuk organik biasanya terbatas dan tidak cukup dalam menyediakan hara yang diperlukan tanaman.b. Indikator Pertanian Berkelanjutana. Ekologi: kualitas sumber daya alam dipertahankan dan kemampuan agroekosistem secara keseluruhan dari manusia, tanamnan, dan hewan sampai organisme tanah ditingkatkan. b. Sosial: sistem pertanian yang diterima secara sosial sangat menjunjung tinggi hak-hak individu petani, baik sebagai pelaku utama maupun sebagai bagian dari anggota sistem masyarakat secara keseluruhan. c. Ekonomi: sistem pertanian harus secara rasional mampu menjamin kehidupan ekonomi yang lebih baik bagi petani dan keluarganya; paling tidak usaha pertanian harus mampu menyediakan bahan pangan dan kebutuhan dasar lainnya. d. Kelembagaan: aspek kelembagaan ini dapat berupa kelembagaan pemerintah (formal) ataupun non-pemerintah (informal) tergantung dari segi kepentingannya. 6. Aplikasi Pertanian Organik Dan Pertanian BerkelanjutanA. Aplikasi Pertanian Organik Dalam penerapannya, pertanian organik banyak menghadapi kendala berupa keruahan (bulkiness) bahan, takarannya harus banyak, dan dapat menghadapi persaingan dengan kepentingan lain untuk memperoleh sisa tanaman dan limbah organik dalam jumlah yang cukup. Misalnya, limbah panen digunakan untuk makanan ternak, jerami padi diminati pabrik kertas, ampas tebu digunakan sendiri oleh pabrik gula sebagai bahan bakar, sampah kota dan pemukiman digunakan untuk menimbun lahan yang rendah atau cekunagn untuk memperluas lahan yang dipersiapkan untuk bangunan terutama di kota- kota besar (Sutanto,1997a). B. Aplikasi Pertanian Berkelanjutan Aplikasi pertanian berkelanjutan telah dilaksanakan dengan empat macam sistem, yaitu:1. Sistem pertanian organik2. Sistem pertanian terpadu3. Sistem pertanian masukan luar rendah seperti tumpang sari, pupuk hijau, konservasi lahan, pengelolaan hama terpadu dan pengendalian biologi.4. Sistem pengendalian hama terpadu. DAFTAR PUSTAKA Reijntjes, Coen, dkk.1999.Pertanian Masa Depan.Yogyakarta: KanisiusSalikin, K.2003.Sistem Pertanian Berkelanjutan.Yogyakarta: Kanisius.Sutanto, Rachman.2002.Penerapan Pertanian Organik.Yogyakarta: Kanisius.