Tujuannya : Untuk penyebaran Program Pembelajaran Agrometeorologi di Desa Ekas Buana Kecamatan JerowaruPembukaan oleh PPL Desa Ekas Buana yaitu Pak Lalu Supardi : Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita semua kesehatan sehingga pada siang hari ini, walaupun sedang hujan tetapi ini merupakan rahmat bagi kita semua dimana tanaman jagung yang ada pada ladang Bapak/Ibu tumbuh dengan subur walaupun ada sebagian tanaman jagung sudah berwarna kuning karena kelebihan hujan tahun ini. Salawat serta salam tak lupa kita haturkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa kita semua dari alam gelap gulita menuju terang benderang. Tujuan kita mengumpukan Bapak/Ibu disini adalah untuk memperkenalkan sebuah kegiatan yang akan bermanfaat sekali terutama di tempat kita yang lahannya tadah hujan. Kegiatan ini adalah tentang kegiatan Pembelajaran Agrometeorologi Dalam Warung Ilmiah Lapangan, dimana kegiatan yang dilakukan adalah pengukuran cuarah hujan dan ini sudah ada yang memulai dibeberapa Desa dan Kecamatan. Untuk lebih jelasnya nanti teman saya Baiq Mariana, akan bercerita banyak tentang kegiatan ini, tetapi sebelum ke materi tersebut saya akan menyampaikan tentang pemupukan jagung dan pasca panen jagung . Kebanyakan petani kita dengan kebiasaan memupuk tanaman jagung sampai 1-2 ton perhektar, sementara pupuk yang kita berikan kepada tanaman padi hanya sia-sia saja. mengapa saya katakan seperti itu, karena kebiasaan para petani kita dibagian selatan memupuk jagung dengan cara menebar yang menyebabkan pupuk yang diberikan pada tanaman jagung tidak bisa diserap oleh tanaman jagung, apalagi kalau hujan begini semua pupuk yang ditebar terbawa arus hujan ke bawah, sehingga pupuk yang kita berikan 1-2 ton menjadi sia-sia saja. mungkin kalau dengan cara pupuk ditugal itu akan menghemat pupuk yang kebiasaan petani 1 ton bisa berkurang menjadi 2 kw dan pupuk yang ditugal juga bermanfaat dan bisa diserap oleh akar tanaman dan bisa digunakan tahun depan lagi. Biasanya mengenai pupuk petani dibagian selatan selalu kekurangan dan ribut soal pupuk. Untuk mengatasi hal-hal seperti itu petani harus berhemat dan tidak boros dalam penggunaan pupuk pada tanaman karena itu juga akan sia-sia dan pemborosan dalam hal biaya. Pemborosan penggunaan pupuk sama artinya petani membuang uang. Saya menyarankan juga supaya lebih banyak penggunaan pupuk organik dari pada pupuk kimia. Karena semakin banyak penggunaan pupuk kimia tanah semakin rusak dan hasil pertanian berkurang, sebaliknya semakin banyak penggunaan pupuk organik berarti keadaan tanah/kesuburan semakin baik dan hasil pertanian semakin banyak dan sehat. Untuk materi selanjutnya tentang Pembelajaran Agrometeorologi dalam Warung Ilmiah Lapangan akan disampaikan oleh teman saya Baiq Mariana. Kegiatan Pembelajaran Agrometeorologi dalam Warung Ilmiah lapangan merupakan metode pembelajaran dibidang pertanian yang dikaitkan dengan iklim dan cuaca. Pembelajaran ini dilakukan oleh petani langsung, dan apa yang dilakukan oleh petani dalam kegiatan ini kembali lagi untuk petani dan kegiatan ini sangat bermanfaat sekali. Kegiatan ini merupakan program dari PUSKA UI bekerja sama dengan BAPENAS dan ICCTF. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian para ilmuan/peneliti untuk masyarakat dan petani. Kegiatan ini sudah dilakukan langsung oleh petani dibeberapa Desa dan Kecamatan dan sudah berjalan 3 tahun. petani yang melakukan kegiatan ini tergabung dalam beberapa kelompok yaitu Kelompok pengukur curah hujan. Adapun Desa dan Kecamatan yang sudah tergabung adalah di Kecamatan Jerowaru (Pandan Wangi), Kecamatan Keruak (Sepit,Setungkep Lingsar, Gab.Senyiur-Penendem), Kecamatan Sakra Barat (Desa Rensing Raya) dan Kecamatan Sakra (Dusun Perue/Kelompok Kasih Sayang). Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok ini adalah :a. Mengukur curah hujan : pengukuran curah hujan di ukur setiap hari dilahan masing-masing petani. Hujan yang diukur adalah hujan yang 24 jam dan di ukur padi pagi hari, pukul 06.00-07.00 dan paling telat 07.30. Kalau hujannya malam hari mengukurnya besok pagi, hujannya siang hari mengukurnya besok pagi dan kalau hujannya subuh jam 05.00 bisa diukur pagi dan kalau hujan terus tetap diukur kemudian setelah diukur air dalam centong dibuang dan dipasang lagi. Berapapun besar hujan pagi itu jangan lupa dicatat dan nanti dirumah baru diganti ke buku besar. Alat yang digunakan adalah sebuah centong yang sudah punya ukuran/berstandar Internasional, tiang,lidi yang sudah diberikan cat (menyerap air), penggaris, polpen dan buku kecil yang setiap hari di bawa ke lahan. Jadi biasanya petani kalau ke lahan membawa sabit, cangkul namun sekarang yang dibawa petani selain sabit,cangkul adalah buku dan polpen. Jadi, selain bekerja petani juga belajar dan meneliti dilahannya sendiri.b. Mencatat besarnya cuarah hujan : hujan yang sudah diukur kemudian dicatat berapa besarnya, dengan satuan melimeter. Kalau misalnya dipenggaris besarnya 1 cm berarti besar curah hujan 10 melimeter. Hasil catatan dibuku kecil kemudian setelah sampai rumah disalin ke buku besar yang sudah diberikan format. Kalau hujannnya gerimis dan dicentong hanya ada beberapa tetes air dan tidak bisa diukur bisa dituliskan 0.5 mm, ini adalah kesepakatan dari teman-teman pengukur curah hujan. Kalau misalnya Bapak/Ibu tidak mencatat karena ada kesibukan bisa minta tolong anak atau istri yang terlebih dahulu Bapak/Ibu ajarkan cara mengukur curah hujan, tetapi jika tidak mengukur dan ada hujan dituliskan tanda strip (-), tetapi Bapak/Ibu akan rugi jika tidak mengukur curah hujan hari itu karena sebagian data hilang satu hari.c. Pengamatan Agrometeorologi : setelah selesai pengukuran dan pencatatan curah hujan kemudian Bapak/Ibu bisa melakukan pengamatan langsung dilahannya, apa danpak curah hujan terhadap lahan dan tanaman apakah ditanaman ada hama dan penyakit. Kalau misalnya Bapak/Ibu temukan hama atau penyakit jangan buru-buru disemprot karena itu bisa membunuh musuh alami yang ada pada tanaman. Boleh menyemprot asalkan sudah diambang batas. Kalau Bapak / Ibu bingung mengenai hama dan penyakit bisa nanti menghubungi PPL dan Pengamat hama dan penyakit. d. Pertemuan Berugak : pertemuan ini dimanfaatkan baik oleh anggota kelompok pengukur curah hujan maupun petani lainnya guna untuk membahas tentang kegiatan ini ataupun membahas yang lain seperti membandingkan hasil panen dengan anggota tani lainnya, memberikan informasi kepada anggota tani lainnya mengenai hama dan penyakit, pasca panen, info tentang harga hasil-hasil pertanian dan lain sebagainya yang berkaitan dengan bidang pertanian serta cuaca dan iklim. Selain itu juga, guna menyebarkan tentang kegiatan Pembelajaran Agrometeorologi dalam Warung Ilmiah Lapangan kepada petani lainnya sehingga diharapkan petani lainnya ikut belajar dan tergabung dalam kegiatan ini, karena kegiatan ini sangat-sangat bermanfaat.e. Evaluasi Bulanan : setiap bulan masing-masing kelompok pengukur curah hujan melakukan evaluasi bulanan guna membahas dan mengevaluasi apa yang sudah dilakukan selama satu bulan mengenai pengukuran curah hujan, pengamatan agroekosistem, pembuatan grafik curah hujan bulanan, danpak curah hujan terhadap lahan dan tanaman, penyemprotan,pemupukan serta kesimpulan yang ditulis anggota tentang apa yang mereka lakukan. Nanti setelah mereka selesai menulis masing-masing anggota mempresentasikan hasil tulisannya dimana nanti setelah selesai persentasi kemudian akan ada pertanyaan-pertanyaan dari anggota dan selanjutnya diskusi. Evaluasi bulanan akan dipandu oleh Asisten Peneliti dan dari Konsepsi serta sewaktu-waktu juga akan difasilitasi oleh Profesor baik prof. Yunita dan Tim PUSKA UI dan Prof. Sue Walker yang berasal dari Afrika. Banyak ilmu yang didapatkan dari Ibu Profesor ini mengenai iklim dan cuaca yang dikaitkan dengan pertanian. Petani boleh menanyakan apa saja berkaitan dengan iklim dan cuaca serta pertanian, tanah, dan lain sebagainya sehingga jawaban-jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan ke Profesor bisa memberikan jalan keluar dari masalah yang dihadapi oleh para petani. f. Eksprimen : kegiatan ini merupakan jenis percobaan yang ingin dilakukan oleh petani. tujuan dari eksprimen ini adalah untuk memperoleh jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak petani tentang apa yang terjadi dilahan mereka masing-masing. Adapun jenis eksprimen yang sudah dan sedang dilakukan oleh petani pengukur curah hujan adalah :• Jenis eksprimen yang sudah dilakukan :1. Eksprimen tanah2. Eksprimen pupuk3. Eksprimen pestisida• eksprimen yang sedang dilakukan :1. eksprimen air2. eksprimen tanah3. eksprimen pupuk4. eksprimen varietas5. eksprimen jarak tanam Diskusi :Pertanyaan : apa saja manfaat dari kegiatan pengukuran curah hujan ini:Jawaban : manfaat dari kegiatan ini adalah :a. petani lebih rajin ke sawah. semula petani jarang ke sawah setelah bergabung dengan kelompok ini petani lebih rajin ke sawah, selain untuk mengukur curah hujan juga untuk melakukan pengamatan di lahan dan tanaman.b. Dengan data curah hujan petani bisa mengambil keputusan mengenai bertani, kapan dia akan menanam, jenis varietas apa yang cocok untuk ditanam musim itu.c. Petani lebih mudah untuk memperoleh informasi dan ilmu mengenai cuaca dan iklim serta informasi dibidang pertanian.d. Dengan melakukan pengamatan agroekosistem petani lebih bisa untuk membedakan mana yang dinamakan hama dan penyakit serta pengendaliannya.e. Lebih banyak rekan dan sahabat sehingga lebih memudahkan dalam segala hal baik mengenai bisnis dan lain sebagainya.