Pertemuan Koordinasi Pimpinan Kelembagaan diselenggarakan di LPP, Yogyakarta tanggal 16-18 Pebruari 2001. Pertemuan ini bertema "Sinkronisasi dan Koordinasi Program dan Kegiatan dalam Rangka Percepatan Pencapaian Target Produksi Padi". Acara ini dibuka oleh Menteri Pertanian Bpk Dr.Ir. Suswono, MMA, dalam sambutan pembukaan Menteri Pertanian menyampaikan Pada tahun 2011 Kementerian Pertanian telah menetapkan target produksi padi sebesar 70,60 juta ton GKG. Untuk mewujudkan target produksi tersebut di atas, diperlukan kerja keras dari semua pihak dan instansi terkait, dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa. Kerja keras dari semua pihak dan instansi terkait diperlukan karena tantangan pembangunan pertanian pada tahun 2011 semakin kompleks, yaitu: 1) tekanan jumlah penduduk; 2) perubahan iklim ekstrim; 3) fragmentasi dan alih fungsi lahan; dan 4) kerusakan infrastruktur pertanian. Fenomena perubahan iklim ekstrim yang terjadi di berbagai belahan dunia mengharuskan kita semua melakukan langkah-langkah sistematis mulai dari antisipasi, adaptasi, sampai dengan mitigasi, agar target produksi yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian dapat tercapai dengan baik. Rencana aksi antisipasi, adaptasi, dan mitigasi perubahan iklim dilakukan melalui: 1) pemetaan daerah rentan perubahan iklim; 2) peningkatan intensitas gerakan pengamatan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan pengendaliannya secara terpadu; 3) penyusunan panduan dan pengembangan sistem informasi iklim dan bencana serta peringatan dini banjir dan kekeringan; 4) perbaikan dan pengembangan jaringan irigasi dan drainase; 5) perakitan teknologi adaptif; dan 6) sosialisasi dan pengembangan teknologi serta model untuk adaptasi perubahan iklim. Untuk mengetahui Informasi Perubahan Iklim yang ekstrim dan segera disampaikan kepada para petani dan pelaku usaha agribisnis, perlu dibangun komunikasi yang efektif antara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKMG) dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian, sebagai sumber informasi tentang iklim dan cuaca, dengan Lembaga Penyuluhan Pertanian, sehingga para penyuluh dapat menyusun materi penyuluhan yang meliputi pemilihan varietas, pola tanam, dan teknologi tepat guna. Bapak Menteri Pertanian meminta Kepada Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian untuk secepatnya menyelenggarakan diklat mitigasi dan adaptasi perubahan iklim bagi penyuluh. Disamping itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian perlu mengembangkan pelaksanaan sekolah lapang iklim (SL-Iklim) sebagai laboratorium pembelajaran adaptasi, mitigasi dan antisipasi perubahan iklim bagi petani. Masalah lain yang dihadapi adalah meningkatnya laju alih fungsi lahan pertanian. Sebagai kompensasi berkurangnya lahan pertanian, Menteri Pertanian meminta Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian untuk melakukan: 1) pencetakan sawah baru; 2) pembukaan lahan kering; 3) rehabilitasi dan konservasi lahan; dan 4) penerapan secara efektif Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Disamping masalah tersebut di atas, masalah lainnya adalah kurangnya pembangunan waduk dan jaringan irigasi yang baru, rusaknya jaringan irigasi yang telah ada, serta terbatasnya jalan usahatani dan jalan produksi. Kondisi ini mengakibatkan menurunnya daya dukung infrastruktur terhadap peningkatan produksi pertanian. Untuk mengatasi permasalahan infrastruktur pertanian, rencana aksi yang perlu dilakukan adalah: 1) meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk membangun dan memperbaiki waduk dan jaringan irigasi; 2) melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk membangun dan merehabilitasi jalan usahatani dan jalan produksi; dan 3) membangun dan memperbaiki JITUT dan JIDES. Hal lain yang disampaikan oleh Menteri Pertanian adalah belum efektifnya sinkronisasi dan koordinasi pelaksanaan program antara Dinas Pertanian, Lembaga Penilitian, dan Lembaga Penyuluhan, melalui pertemuan Sinkronisasi dan Koordinasi, Dinas Pertanian, Lembaga Penelitian, dan Lembaga Penyuluhan diharapkan mempunyai persepsi yang sama tentang percepatan pencapaian target produksi padi. Selain itu, dari pertemuan ini diharapkan pula dapat disusun target dan rencana aksi percepatan pencapaian target produksi padi nasional, khususnya di 11 provinsi dan 193 kabupaten/kota. Untuk meningkatkan sinergitas antar instansi terkait, pada pertemuan ini diharapkan pula dapat dibahas dan dirumuskan Mekanisme dan Tata Hubungan Kerja antara Kelembagaan Teknis Pertanian, Kelembagaan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, serta Kelembagaan Penyuluhan, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota. Hasil dari rumusan tersebut, perlu dituangkan dalam pedoman umum sebagai acuan bersama dalam pelaksanaan percepatan pencapaian target produksi padi. Dengan adanya pedoman umum yang mengatur mekanisme dan tata hubungan kerja tersebut, sinkronisasi dan koordinasi program antar instansi akan semakin baik. Kelembagaan penyuluhan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota tidak akan ada keraguan lagi dalam memobilisasi tenaga penyuluh untuk bekerjasama dengan tenaga teknis di lapangan dalam percepatan pencapaian target produksi padi. Hal ini dicerminkan oleh adanya harmonisasi kerja antara peneliti, penyuluh, pengamat organisme pengganggu tanaman (POPT), dan mantri tani yang semakin baik dalam melaksanakan pendampingan terhadap petani di lokasi SLPTT dan sentra produksi padi lainnya. Diakhir sambutannya Menteri Pertanian meminta: 1) Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk menyusun lokasi dan target produksi di wilayah masing-masing; 2) Kepala Badan Litbang dan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian untuk menunjuk peneliti dalam mengawal rekomendasi teknologi di setiap kabupaten/kota; 3) Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan, dan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan untuk merumuskan programa penyuluhan dan memobilisasi tenaga penyuluh di lapangan. Serta menghimbau kepada semua pihak dan instansi terkait untuk memberikan dukungan dan komitmen yang tinggi serta kerja keras dalam mewujudkan peningkatan pencapaian target produksi padi. Selesai memberi sambutan Bapak Menteri Pertanian membuka acara tersebut.