PERTEMUAN KOORDINASI PIMPINAN KELEMBAGAAN PETANI TINGKAT NASIONAL
Angka kemiskinan dan peng-angguran di sektor pertanian dan perde-saan masih relatip tinggi; Ketimpang-an penda-patan petani yang bekerja di sektor pertanian dengan sektor industri dan jasa semakin meningkat; Tingkat ketergantungan petani pada pemerintah masih tinggi: Kebebasan petani dalam berserikat, berpendapat, berusaha, dan berjuang untuk kepentingannya masih relatif rendah; Hal inilah yang di sampaikan oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Bp DR.Ir.Momon Rusmono, MS tentang gambaran kondisi petani dan kelembagaannya saat ini. Hal tersebut disampaikan dalam acara pembukaan "Pertemuan Koordinasi Pimpinan Kelembagaan Petani Tingkat Nasional" di Hotel Bahtera - Bogor tanggal 12 - 14 Maret 2012 yang di ikuti oleh 66 orang peserta, selain itu beliau juga berharap peserta yang hadir dapat memberikan masukan bagaimana cara memajukan kelembagaan petani. Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk meningkatkan koordinasi, imtegritas dan sinergitas antara Pimpinan Kelembagaan Petani dengan Pemerintah Pusat dalam mendukung swasembada berkelanjutan, meningkatkan pemahaman para Pemimpin Kelembagaan Petani dalam Program Pembangunan Pertanian guna memperoleh dukungan dalam pelaksanaan kegiatan tingkat lapangan, dan mendapatkan masukan tentang Rancangan Program Pemberdayaan Kelembagaan Petani dalam Mewujudkan Penguatan Kelembagaan petani dan Kemandirian Petani. Selain hal diatas Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian juga memparkan tentang kebijakan pemberdayaan petani yaitu Meningkatkan kapasitas petani yang berkualitas, andal, berkemampuan manajerial, kewirausahaan, dan organisasi bisnis, Meningkatkan usahatani yang berdaya saing dan berkelanjutan, dan Meningkatkan kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani yang kuat dan mandiri.