Penyuluh BP3K Takisung juga tidak mau ketinggalan mengikuti pertemuan teknis tingkat Kabupaten Tanah Laut yang diselenggarakan pada tanggal 29 September 2016 bertempat di Balairung Pelaihari.Bupati Tanah Laut diwakili oleh ibu Rini membuka secara resmi pertemuan teknis tersebut. Perlu diketahui beliau juga merupakan kepala BP4K Kab. Tanah Laut enam tahun yang lalu. Saat ini beliau menjabat kepala bidang politik Pemda Kab. Tanah Laut, masalah ada hubungan atau tidak jabatan beliau saat ini dengan pertemuan teknis penyuluh, paling tidak sekaligus merupakan reuni antara ibu Rini dengan penyuluhnya.Sebelum membuka secara resmi ibu Rini membacakan pidato Bupati yang isinya : pertemuan teknis merupakan salah satu tolak ukur dan sekaligus mengetahui keberhasilan penyelenggaraan penyuluhan pertanian secara luas apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang undangan atau belum. Penyuluhan dewasa ini memerlukan penyuluhan yang profesional, bertarap internasional karena itu penyuluh perlu mengusai dunia internet.Sambil menunggu kepala BAKORLUH, kepala BP4K menyampaikan beberapa hal : Belio sangat berbangga karena tahun ini Kabupaten Tanah Laut menjadi juara umum dari lomba Gapoktan, lomba penyuluh swadaya, lomba penyuluh tenaga harian lepas dan lomba penyuluh PNS. Juara satu ada tiga orang, juara tiga satu orang. Yang mendapat juara satu adalah Gapoktan Metal dari Pelaihari, penyuluh swadaya Yani dari Kurau, penyuluh THL (Ir.Jayadi sei Riam) dan juara tiga penyuluh PNS H.Abdul Hamid.Sp dari Takisung. Sedangkan kabupaten lain juara satunya paling banyak hanya dua orang . Kab. Tanah Laut juga mempunyai TTP (Taman Teknologi Pertanian). Untuk taman ini se Kal-Sel hanya ada dua tempat yaitu satunya di Kabupaten Tapin. Lokasi TTP di Tanah Laut memang cukup menarik cocok untuk pertanian sekaligus tempat wisata karena pemandangannya indah terletak dekat pegunungan dan dibawahnya terhampar areal pertanian. Diwilayah TTP tepatnya didesa Batilai kelompok tani Maju Bersama dapat meraih keuntungan dari usahatani seledri. Setiap minggunnya dapat menghasilkan Rp. 2.500.000,-. Keberhasilan ini tidak lain berkat bimbingan penyuluh dan harus membimbing lebih giat lagi walaupun penyuluhnya berlatar belakang peternakan. Untuk tanam seledri mungkin tidak pernah dipelajari di bangku sekolah maupun di perguruan tinggi baik jurusan pertanian apalagi peternakan. Begitulah kondisi petani ditempat tugas seorang penyuluh. Penyuluh dituntut di semua sektor. Setiap hari bakti Kab. Tanah Laut diharap Kepala BP3K dan penyuluh diwilayah tersebut harus ikut hadir, terutama pada acara sarasehan. Pada acara tersebut biasanya Bupati sering menanyakan keberadaan penyuluh dan kehadiran penyuluh merupakan salah satu bukti bahwa penyuluh dekat dan selalu mendampingi petani di lapangan.Penyuluh yang pernah dikirim keluar daerah seperti ke Bandung ke Batu ke Bogor dll. Harus bisa menghasilkan karyanya. Penyuluh yang mengikuti pelatihan jurnalistik pertanian di Bogor seharusnya sudah bisa mengakses baik itu berupa berita-berita maupun artikel-artikel populer tentang pertanian. Sebaiknya cyber terisi dengan berita atau artikel agar bisa mengakses informasi pertanian secara luas. Ir. H. Iprani Ka BAKORLUH akhirnya datang juga. Datang tepatnya pukul 11,30 Witeng. Tampak cukup lelah tapi tetap bersemangat. Dari Jakarta ke Bandara beliau langsung ke Pelaihari. Paparannya antara lain : 1). Salah satu tupoksi penyuluh adalah menyusun Programa Penyuluhan Pertanian. Tentunya masing-masing penyuluh berbeda sesuai dengan latar belakangnya yaitu penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan. Programa tersebut kemudian dijabarkan menjadi Rencana Kerja Penyuluhan yang kemudian dilaksanakan dalam bentuk kegiatan penyuluhan pertanian atau disebut matrik penyuluhan pertanian. Kegiatan penyuluhan inilah yang semestinya setiap akhir tahun dilaksanakan evaluasi. Dalam penyusunan programa penyuluhan saat ini yang menjadi masalah adalah singkronisasi program. Menysun programa sebenarnya diperlukan singkronisasi program-program dari dinas instansi terkait , namun betapa sulitnya koordinasi untuk mendapatkan singkronisasi tersebut.2). Masih banyak yang salah tafsir bahwa pangan itu adalah beras. Pangan bukan hanya berasal dari beras tapi yang disebut pangan adalah bahan makanan yang berasal dari nabati dan hewani. Bahan pangan yang bersal dari nabati seperti beras, jagung, ubikayu, ubijalar, buah-buahan, sayur-sayuran dst, yang berasal dari hewani daging dari ternak besar, ternak kecil, unggas, ikan yang ada dilaut dan didarat betapa luasnya tentang pangan. Pangan yang penting kandungan gijinya, kandungan karbohidrat, protein, vitamin dan mineral ini yang diperlukan dalam jumlah yang cukup dan seimbang. Bagaimana penyedian pangan dalam jumlah yang cukup termasuk pendistribusiannya sampai kedaerah-daerah merata diseleruh wilayah itulah yang disebut ketahanan pangan.3).Penyuluh akan terbagi menjadi tiga bahagian yaitu penyuluh pertanian, penyuluh perikanan dan penyuluh kehutanan. Penyuluh perikanan akan ditarik kepusat dan mulai bulan Januari 2017 tidak lagi mendapat tunjangan daerah. Pembagian tugasnya berdasarkan kawasan, kawasan pantai dan kawasan budidaya perikanan. Sangat disayang Kalimantan Selatan untuk kawasan perikanan sangat terbatas. Kawasan pantai hanya ada di Takisung, Kintap dan Kotabaru. Sedangkan kawasan budidaya hampir-hampir tidak ada, jadi kemungkinan besar penyuluh perikanan bisa mutasi bahkan kemungkinan mutasinya antar provinsi. Penilaian dupak penyuluh perikanan berdasarkan daerah rayon, dan kemungkinan penyuluh Kalimantan Selatan ke Banyuwangi karena yang terdekat. Dan baru ditunjuk dua tempat yang menangani masalah dupak yaitu satunya daerah NTB. Kalau Penyuluh Kehutanan kewenangannya diserahkan ke Dinas Provinsi, dan Dinas Provinsi membagi tugas ke Kesatuan Pemangkuan Hutan pada UPT yang ada di Kabupaten. Pembagian tugas penyuluh kehutanan berdasarkan kawasan hutan lindung, hutan rakyat, hutan produksi, konsevasi, cagar alam, marga satwa dan masih ditambah satu lagi sebagai pengawas bahaya kebakaran hutan. Kalau penyuluh pertanian cukup aman. Masih mendapat tunda, masih berada didaerah. Namun yang menjadi masalah induknya kemana, sampai sekarang belum diketahui, yang jelas Bakorluh dan BP4K tahun depan tidak ada lagi.Masa pensiun penyuluh. Seorang penyuluh bisa pensiun pada umur 58 tahun dan bisa umur 60 tahun. Penyuluh yang pensiun umur 58 tahun adalah penyuluh yang menjabat sebagai penyuluh ahli Muda dan ahli Pertama serta penyuluh yang menjabat Keterampilan. Penyuluh yang pensiun umur 60 tahun adalah penyuluh yang menjabat ahli utama dan ahli madya. Jabatan penyuluh boleh saja lebih tinggi dari pangkat, artinya jabatan fungsional naik dulu baru menyusul kenaikan pangkatnya.Pada akhir temu teknis dilaksanakan photo bersama, katanya photo yang terakhir kepala BP4K dengan penyuluhnya, celotok dari seorang peserta.Apakah betul seumur jagung lagi. Penuis : Ir. Mulyono BP3K Takisung