Secara faktual faktor utama penyebab banjir dan kekeringan adalah karena kondisi iklim ekstrim, terganggunya keseimbangan hidrologis, dan penggunaan lahan yang tidak sesuai peruntukannya. Besaran banjir dan kekeringan sangat ditentukan jumlah, intensitas faktor penyebab serta durasi terjadinya. Penyimpangan iklim menyebabkan produksi uap air dan awan di sebagian Indonesia bervariasi dari kondisi sangat tinggi ke rendah atau sebaliknya. Ini semua menyebabkan penyimpangan iklim terhadap kondisi normalnya. dari penjelasan di atas faktor penyebab banjir dan kekeringan yang menjadikan kondisi cuaca yang begitu stabil akan menimbulkan hama dan penyakit begitu banyak di lahan pertanian. Maka perlunya adanya perhatian terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu. Yang mana timbulnya banyaknya serangan hama penyakit adalah suatu faktor utama yang dapat menurunkan dan mengagalkan panen pada tanaman padi. Sehingga terjadinya hasil produksi dan pendapatan petani menjadi menurun serta sulitnya terwujudnya petani sejahtera untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Hal ini menunjukkan perlunya para penyuluh pertanian dan para petani harus bekerja keras dan tanggap dalam hal perubahan iklim yang dapat merusak hasil pertanian yang salah satunya hama penyakit. Timbulnya serangan hama penyakit maka perlunya adanya pemberantasan hama penyakit yang tepat guna dan tepat sasaran. Maka hal ini akan membantu dalam perwujudan kebijakan pemerintah dalam program pestisida organik yang ramah lingkungan. Maka disarankan para petani dapat menggunakan Pestisida organik, pestisida organik ada dua jenis yaitu a) pestisida nabati adalah pestisida yang berasal dari tumbuhan yang terdapat disekitar lingkungan masyarakat contoh daun nimba, daun sirsak, daun babadotan, daun tembakau dan lain-lainnya. Meskipun namanya pestisida organik, bahan-bahan yang digunakan untuk beberapa ramuan masih mengandung unsur lain seperti garam dapur dan sabun detergen yang fungsinya sebagai pencampur dan peningkat daya bunuh. Namun demikian prosentase bahan tersebut sangat kecil dan masih di bawah ambang bahaya, baik terhadap tanah maupun manusia. Sifat pestisida organik tidak berlaku umum, tetapi berlaku khusus lokasi. Ini disebabkan jenis tanaman atau hewan sebagai bahan pestisida organik tersebut hidup di suatu tempat yang kandungan bahan aktifnya dapat berbeda dengan di tempat lain. Oleh karena itulah ramuan pestisida organik, termasuk dosis atau ukuran pemakaiannnya akan berbeda untuk suatu tempat dengan tempat lainnya. Dengan demikian efektivitas ramuan pestisida organik sangat tergantung dari percobaan atau pengalaman setempat. Sedangkan b) pestisida hewani adalah pestisida yang berasal dari kotoran hewan contoh air seni sapi. Salah satu bahan yang dapat diperoleh dilingkungan petani yang biasanya terbuang begitu saja adalah urin sapi. Urin sapi dapat dikumpulkan petani terutama petani peternak yang mengusahakan ternaknya secara ekonomis dengan menggunakan kandang. Urin sapi tersebut dapat ditampung melalui lantai yang dibuat di kandang secara miring sehingga mengalir ke tempat tertentu. Jika peternak sapi tidak mau memanfaatkan urin tersebut untuk bahan pestisida hewani, maka petani yang bergerak dalam usaha tanaman padi dapat memanfaatkan urin tersebut dengan membeli kepada peternak sapi dengan harga yang relatif murah. Selain urin hewan dapat juga dijadikan larutan entomopatogen sebagai bahan pestisida pemberantas hama penyakit padi. Hanya saja untuk larutan entomopatogen ini petani harus menyediakan bahan bakunya berupa biakan cendawan Beauvaria bassina yang banyak tersedia di Laboratorium Pengamat Hama Penyakit. Jika petani padi yang berada di daerah yang jauh dari Laboratorium Pengamat Hama Penyakit, maka dapat diusahakan secara berkelompok memesan cendawan tersebut melalui utusan penyuluh pertanian atau ketua kelompok ke laboratorium. Sehingga biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar dan bahan dapat diperoleh secara bersama-sama. Pestisida organik tersebut dapat digunakan karena merupakan bahan pemberantasan hama penyakit yang tepat untuk mengatasi perubahan iklim yang terjadi saat ini. Penggunaan pestisida organik ini juga salah satu upaya membantu untuk mengurangi adanya pengrusakan unsur-unsur lingkungan dan unsur-unsur organik tanah yang ada di dalam tanah Sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi tersebut dapat mencapai pertumbuhan optimal yang diharapkan . Penggunaan pestisida organik juga menjaga kesuburan tanah yang tidak terkontaminasi bahan-bahan kimia maka kesuburan tanah tetap terjaga dan mahluk hidup lainnya seperti musuh alami tetap hidup dengan baik. Perubahan iklim yang menyebabkan bergesernya unsur-unsur iklim seperti suhu udara, curah hujan , kelembaban udara, yang mempengaruhi lingkungan sekitar termasuk tanaman pertanian seperti padi dan lain-lain. Dengan menggunakan pestisida organik secara dini maka keadaan pertumbuhan tanaman padi dan tanaman pertanian lainnya akan lebih baik dan lingkungan sekitar juga terpelihara lebih baik. Oleh : Dr. Ibrahim Saragih / Penyuluh Pertanian Sumber : Badan Litbang, Peta Kerentanan Sektor Pertanian dan Dampak Perubahan Iklim, 2010, Jakarta Kementan, Kenali dan Pahami Perubahan Iklim, 2010, Jakarta Agus Handoko, 2002, Pembuatan Pestisida Organik, Jakarta