Industri alat mesin pertanian milik Chandue di kabupaten Pinrang sudah dikenal produksinya hingga ke beberapa propinsi di Indonesia. Bahkan mesin panen padi semi modern produksi andalan Chandue sudah menyebar ke sentra produksi beras di Sulsel dan sekitarnya. Saat ini Faizal direktur CV. Chandue sedang merintis pembangunan unit perbengkelan di Kalimantan guna memenuhi permintaan para petani di daerah itu. Karena mesin panen padi semi modern dan mesin traktor yang digerakkan dengan remote kontorol menjadi daya tarik bagi peserta pendidikan dan latihan (Diklat) alat mesin pertanian (Alsintan) Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku kabupaten Gowa. Peserta Diklat Alsintan sebanyak 30 orang berasal dari 13 propinsi di Indonesia melakukan kunjungan dalam rangka study banding di industry alsintan milik chandue di Pinrang, kemarin. Selain Peserta Diklat Alsintan BBPP Batangkaluku Study Banding di Pinrang mengunjungi Chandue para peserta diklat tersebut juga menyaksikan pengoperasian alat panen padi modern (combaein) di desa Samaulue kecamatan Lanrisang. Peserta juga melihat proses pembuatan biogas dan pupuk organic cair milik kelompoktani di desa Ammasangan kecamatan Lanrisang. Peserta diklat itu dipimpin oleh ketua panitia pelaksana pelatihan Ir. Patahuddin, MP dan dipandu oleh Ir. H.Amir Jafar, M.Si dari BP4K Pinrang. Sesaat diterima di ruang pertemuan kantor BP4K Pinrang, ketua panitia Ir. Patahuddin, MP menjelaskan kunjungan study banding selama dua hari di Pinrang bertujuan menambah wawasan para peserta diklat dan membandingkan teori yang diperoleh di ruang kelas dengan kenyataan yang ada di lapangan. Dipilihnya kabupaten Pinrang sebagai sasaran kunjungan kata Patahuddin karena daerah ini memiliki industry alsintan yang terkenal di Sulsel bahkan di kawasan timur Indonesia produksi alat panen padi Chandue sudah dikenal hasilnya. Peserta yang hadir sebanyak 30 rang berasal dari propinsi Sulawesi utara, Gorongtalo, Sulawesi tengah, Sulawesi barat, Sulawesi tenggara, sulsel, Jambi, Palembang, jawa barat, Kalimantan timur, lampung dan NTT. Sementara itu Ir. H.Amir Jafar, MP pemandu lapangan kunjungan study banding peserta diklat alsintan dari BBPP Batangkaluku mengatakan kunjungan peserta diklat kali ini bukan yang pertama tapi hampir setiap tahun setiap ada pelatihan alsintan di BBPP Batangkaluku pasti kabupaten Pinrang menjadi sasaran kunjungan study banding. " Selama ini Pinrang selalu menjadi sasaran kunjungan study banding soal alsintan dan mudah-mudahan tahun berikut waktu kunjungan di Pinrang bisa ditambah waktunya 3-5 hari agar peserta puas," kata Ir. H. Amir Jafar, M.Si. Menurut Amir Jafar, alsintan yang diproduksi chandue memang pantas dikunjungi oleh petani dan penyuluh pertanian dari berbagai daerah di Indonesia karena di industry ini sudah mampu menciptakan alat pengolah tanah (traktor) yang diarahkan oleh remot control.(Abdul Salam Atjo)