Loading...

Pestida Nabati Dari Alam Untuk Alam

Pestida Nabati Dari Alam Untuk Alam
PENULIS: BPP SIPAHUTAR, DINAS PERTANIAN TAPANULI UTARA. Dalam kegiatan bercocok tanam, hama dan penyakit tanaman merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi petani. Kehilangan hasil panen akibat serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dapat mencapai 30–50% jika tidak dikendalikan dengan tepat. Selama ini, pestisida kimia sintetis menjadi pilihan utama karena hasilnya cepat terlihat. Namun, penggunaan berlebihan menimbulkan dampak negatif seperti pencemaran lingkungan, kematian musuh alami, resistensi hama, dan adanya residu berbahaya pada produk pertanian. Pestisida nabati hadir sebagai solusi tepat yang memanfaatkan kekayaan alam. Dengan memanfaatkan tumbuhan yang mengandung senyawa bioaktif, pestisida nabati tidak hanya efektif mengendalikan hama, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. Sesuai dengan semboyannya: “Dari Alam untuk Alam”. Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan atau bagian tumbuhan seperti daun, biji, kulit, bunga, atau akar yang memiliki sifat insektisida, fungisida, atau bakterisida. Pestisida ini bersifat biodegradable (mudah terurai di alam) sehingga aman bagi tanah, air, dan udara. Selain itu, penggunaan pestisida nabati dapat dibuat oleh petani sendiri dari bahan yang tersedia di sekitar lingkungan. Ada beberapa keungulan dari pestisada nabati: residu mudah terurai sehingga aman bagi petani, tidak mencemari lingkungan (tanah, air, dan udara), kandungan senyawa alami biasanya kompleks sehingga hama sulit beradaptasi, petani dapat membuatnya sendiri tanpa membeli bahan kimia mahal, mudah ditemukan di sekitar. Cara pembuatan pestisida nabati: Bahan pembuatan pestisida nabati: Daun mimba/ daun sirsak sebanyak 3 kg setelah dihaluskan Sereh gajah/Sereh wangi 1,5 kg setelah dihaluskan Lengkuas 1.5 kg setelah dihaluskan Air 10 liter Detergen bubuk 100 gram Cara pembuatan: Cacah semua bahan lalu dihaluskan/ ditumbuk secara terpisah. Masukan kedalam wadah berisi 10 liter air Fermentasikan selama 48 jam diruangan sejuk/ tidak terkena cahaya matahari langsung Saring dan siap digunakan Tambahkan detergen bubuk saat pengaplikasian Saran pengunaan: dosis 12-15 ml/ liter air. Semprotkan pada pagi atau sore hari. Arahkan semprotan ke bagian bawah daun. Ulangi aplikasi setiap 5–7 hari atau setelah hujan. Jangan campurkan dengan pestisida kimia tanpa uji coba. Gunakan segera setelah dibuat (karena cepat rusak). Namun ada beberapa kelemahan Pestisida nabati: a. Daya Simpan Pendek (Umumnya hanya bertahan 1–2 minggu setelah pembuatan), b. Efektivitas Bertahap (Tidak secepat pestisida kimia, perlu aplikasi berulang), c. Konsentrasi Bahan Aktif Bervariasi (Dipengaruhi umur tanaman, musim, dan metode ekstraksi). Pestisida nabati bukan sekadar alternatif, tetapi juga langkah nyata menuju pertanian yang sehat, aman, dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan kekayaan hayati, petani tidak hanya menghemat biaya produksi tetapi juga berkontribusi pada kelestarian lingkungan. Kunci keberhasilan penggunaan pestisida nabati adalah konsistensi, ketepatan sasaran, dan pemahaman terhadap sifat bahan aktif tanaman.