Loading...

Pestisida dan Penggunaanya Pada Tanaman Padi

Pestisida dan Penggunaanya Pada Tanaman Padi
 
Pestisida dan Penggunaanya Pada Tanaman Padi
 
 
Pestisida untuk padi digunakan untuk mengatasi hama (insektisida), gulma (herbisida), dan penyakit jamur/bakteri (fungisida/bakterisida) seperti wereng, ulat, belalang, tikus, blas, kresek, dll, dengan cara aplikasi sesuai dosis anjuran, jenis, waktu (pagi/sore), dan alat pelindung diri (APD), baik kimia sintetik maupun organik (sirsak, mimba, sereh) yang lebih ramah lingkungan dan efektif jika rutin. Penggunaan pestisida nabati terbukti efektif dan aman menjaga ekosistem, sementara pestisida kimia perlu dosis tepat agar efektif tanpa merusak lingkungan. 
 
 
Jenis-jenis Pestisida untuk Tanaman Padi
  • Insektisida: Mengendalikan serangga seperti wereng, ulat penggerek batang, walang sangit, belalang. Contoh: Bahan aktif klorantraniliprol, fipronil.
  • Herbisida: Mengendalikan gulma atau rumput liar. Contoh: Mengandung bahan aktif simetilin.
  • Fungisida: Mengendalikan penyakit jamur seperti blas (padi patah leher). Contoh: Mengandung Azoksistrobin dan Difenokonazol.
  • Bakterisida: Mengendalikan penyakit bakteri seperti hawar daun (kresek). Contoh: Kuproxat untuk kresek.
  • Pestisida Nabati: Berbahan dasar alami seperti daun mimba, sirsak, sereh, jahe merah, kunyit, lengkuas untuk mengusir hama dan penyakit secara organik. 
 
Penggunaan dan Cara Aplikasi yang Bijak
  1. Kenali Sasaran: Gunakan jenis pestisida yang sesuai dengan hama atau penyakit spesifiknya.
  2. Dosis dan Konsentrasi: Ikuti petunjuk dosis pada label kemasan. Jangan berlebihan. Contoh: 260 ml pestisida organik per 16 liter air atau 7,5 kg insektisida granula/ha.
  3. Waktu Aplikasi: Aplikasikan di pagi atau sore hari saat tidak ada hujan dan tidak melawan arah angin, atau malam hari di iklim lembap.
  4. Alat Pelindung Diri (APD): Gunakan sarung tangan, masker, topi, kacamata pelindung, baju lengan panjang, dan sepatu saat aplikasi.
  5. Penyemprotan: Semprot merata ke seluruh bagian tanaman.
  6. Alternatif: Gunakan pestisida nabati secara rutin untuk mencegah dan meningkatkan kekebalan tanaman, atau sebagai alternatif terakhir jika metode kultur teknis tidak berhasil.
  7. Pasca-Aplikasi: Cuci alat semprot di area khusus, buang air cucian dengan benar, dan simpan pestisida jauh dari jangkauan anak-anak. 
 
Manfaat Penggunaan yang Benar
  • Meningkatkan hasil panen dan kualitas gabah.
  • Menjaga kesehatan tanah dan ekosistem (khususnya pestisida nabati).
  • Mengatasi masalah hama dan penyakit yang sulit secara efektif.