Loading...

Pestisida Nabati ( Pemanfaatan daun Sirsak )

Pestisida Nabati ( Pemanfaatan daun Sirsak )
Pembuatan Pestisida Nabati dari Daun Sirsak Selain bawang putih, ada banyak lagi bahan nabati yang bisa digunakan sebagai pestisida organik, seperti biji jarak pagar, daun pepaya, jeringau, tembakau dll. Daun sirsak salah satunya. Daun sirsak mengandung senyawa kimia dari golongan annanoin dan resin yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama thrips. Selain hama thrips, daun sirsak juga dapat dijadikan pestisida untuk beberapa hama lain seperti wereng, belalang, ulat dan banyak lagi.Jika ditambahkan daun tembakau daun sirsak akan efektif mengendalikan hama belalang dan ulat. Sedangkan jika ditambahkan jeringau dan bawang putih akan efektif mengendalikan hama wereng coklat. Berikut beberapa racikan yang bisa dibuat dengan bahan utama daun sirsak untuk mengendalikan hama. 1. Hama Thrips Hama thrips biasanya menyerang tanaman cabai, tomat, jeruk dll. Pada awalnya thrips akan menyerang daun yang muda atau bagian pucuk tanaman. Gejala yang dapat dilihat dari serangan thrips yaitu daun menggulung ke atas. Akibat dari serangan hama thrips adalah daun keriting, kering lalu mati. Pertumbuhan tanaman akan terganggu dan produktifitas menurun. Pada serangan hebat bisa mengakibatkan gagal panen, karena tanaman tidak mampu berproduksi sama sekali. Serangan hama thrips juga mengakibatkan bunga-bunga kering dan rontok. Serangan pada tanaman muda menyebabkan kelayuan. Thrips juga bisa menjadi vektor virus TSWV (tomato spotted wilt virus). Berikut cara membuat pestisida pengendali thrips.50-100 lembar daun sirsak ditumbuk sampai halus.Hasil tumbukan daun direndam dalam 5 liter air dan 15 gr detergen (sabun colek atau lainnya).Diamkan rendaman selama 12 jam (semalam).Saring dengan kain halus.Tiap 1 liter larutan diencerkan dengan 10-15 liter air atau 1 tangki sprayer diberi 1 liter larutan.Disemprotkan pada tanaman. 2. Hama Wereng Coklat Pestisida kali ini merupakan kombinasi antara daun sirsak, bawang putih dan jeringau (deringu). Ketiganya apabila digabungkan memiliki kandungan senyawa kimia yang banyak, diantaranya: arosone, kalomenol, kolomen, kalameone, metil eugenol, eugenol. Kombinasi 2 jenis pestisida nabati ini dapat digunakan untuk Mengendalikan hama wereng coklat pada padi.Berikut cara membuat pestisidanya menggunakan daun sirsak, bawang putih dan jeringau.Tumbuk halus 50 lembar daun sirsak, 1 genggam rimpang jeringau dan 20 siung bawang putih.Hasil tumbukan bahan tersebut direndam dengan 20 liter air dan 20 gram detergen.Semua larutan direndam selama 2 hari.Saring semuanya dengan kain halus.Untuk aplikasi penyemprotan 1 tangki sprayer diberi 1 liter larutan.Semprotkan ke tanaman yang diserang hama wereng. 3. Hama Belalang dan Ulat Daun Pestisida nabati berikut ini juga kombinasi antara dua bahan yaitu daun sirsak dan tembakau. Pestisida ini bisa digunakan untuk mengendalikan hama belalang dan ulat yang menyerang cabai, tomat, semangka, melon dll. Berikut cara membuat pestisida ini.50 lembar daun sirsak dan segenggam daun tembakau ditumbuk sampai halus.Bahan dimasukkan dalam 20 liter air dan 20 gr detergent (bisa sabun colek).Aduk rata dan diamkan selama semalam.Saring dengan kain halus.larutan pekat ini dapat digunakan 4 kali penyemprotan (4 kali knapsack sprayer).Larutan disemprotkan ke tanaman. Keuntungan menggunakan pestisida nabati organik selain untuk menghemat biaya produksi, juga aman digunakan untuk lingkungan, hasil panen yang diproduksi juga lebih aman dikonsumsi. Namun pestisida nabati sangat mudah terdegradasi oleh alam, maka dari itu pemberian pestisida nabati harus lebih sering terutama pada musim hujan.