Loading...

Pestisida Nabati Dari Bawang Putih, Khasiat Dan Pembuatannya

Pestisida Nabati Dari Bawang Putih, Khasiat Dan Pembuatannya
Pestisida Nabati (Pesnab) merupakan senyawa kimia yang berasal dari tumbuhan yang digunakan untuk memberantas organisme pengganggu tumbuhan berupa hama dan penyakit tumbuhan maupun tumbuhan pengganggu (gulma). Pestisida nabati merupakan hasil ekstraksi bagian tertentu dari tumbuhan baik dari daun, buah, biji atau akar. Bawang putih memang memiliki bau yang menyengat dan membuat sebagian orang tidak menyukainya. Namun, sudah sejak lama bawang putih digunakan sebagai obat bahkan menjadi makanan yang dikonsumsi oleh budaya timur kuno. Hingga saat ini, bawang putih masih terus eksis digunakan baik sebagai obat maupun tambahan makanan. Berikut manfaat bawang putih untuk berbagai jenis penyakit pada manusia seperti 1. Membantu mengobati jerawat, 2. Meningkatkan kesehatan jantung, 3. Mencegah pembekuan darah, 4. Mencegah kanker, 5. Membantu dalam perlawanan infeksi, 6. Mengobati masalah tenggorokan, 7. Mengurangi tingkat gula darah, 8. Mengobati sakit gigi dan sebagainya. Bagi tanaman, bawang putih bisa membantu menyehatkan tumbuhan karena dapat untuk mengendalikan hama maupun penyakit, seperti ulat grayak, penyakit akibat fungisida maupun bakterisida karena bawang putih mengandung allicin, vitamin C, B6, kalium, kalsium, selenium, magnesium, dan flavonoid yang besar untuk melawan infeksi karena kandungan-kandungan tersebut dapat membunuh bakteri, jamur, dan virus. Bawang putih juga mempunyai sifat sebagai antioksidan, antibakteri dan anesthetizing . Dalam sistem pengendalian hama, penggunaan pestisida kimia merupakan alternatif terakhir, setelah teknik-teknik pengendalian hama lainnya tidak mampu menurunkan populasi hama yang sudah melampaui Ambang Ekonomi/Ambang Kendali/Ambang Tindakan. Hal ini tidak berarti bahwa PHT anti pestisida kimia tetapi pestisida kimia hanya digunakan bila perlu sehingga penggunaannya dapat diminalisir. Penggunaan pestisida di lingkungan pertanian menjadi masalah yang sangat dilematis. Disatu pihak digunakannya pestisida maka kehilangan hasil yang diakibatkan oleh organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat ditekan, tetapi akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Dilain pihak, tanpa penggunaan pestisida akan sulit menekan hasil yang diakibatkan OPT. Kegunaan bawang putih selain untuk berbagai kesehatan manusia juga untuk kesehatan tumbuhan. Kalau Untuk tumbuhan, harus dibuat pestisida nabati terlebih dahulu. Pestisida nabati dari bawang putih bisa untuk mengatasi serangan Penggerek batang padi kuning , ulat, hama penghisap, nematoda, bakteri, antraknos, embun tepung, Penggerek batang padi kuning .termasuk dalam ordo Lepidoptera dan famili Pyrilidae. Hama penggerek batang padi dapat menyerang semua fase pertumbuhan tanaman padi, dari fase vegetatif hingga generatif. Gejala kerusakan tanaman padi oleh penggerek batang padi menyebabkan gejala sundep dan beluk Kelebihan pestisida nabati: a.menolak kehadiran serangga, b. Antifidan, mencegah serangga memakan tanaman yang telah disemprot, c.Merusak perkembangan telur, larva, dan pupa. d.Menghambat reproduksi serangga betina, Racun syaraf. Selain itu juga e.murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani f. relatif aman terhadap lingkungan, g tidak menyebabkan keracunan pada tanaman. Namun demikian juga ada kelemahannya: Cepat terurai dan daya kerjanya relatif lambat sehingga aplikasinya harus lebih sering. Daya racunnya rendah (tidak langsung mematikan bagi serangga) Produksinya belum dapat dilakukan dalam jumlah besar karena keterbatasan bahan baku. Bagaimana membuatnya Ada beberapa cara: Cara I: Gerus /Parut 100 grm bawang putih campur dengan 0,5 liter air dan 10 grm detergen. Encerkan larutan hasil penyaringan hingga 20 kali volumenya dan semprotkan ke tanaman. Cara II: a.Siapkan 200 gram bawang putih yang sudah dikupas, lalu cuci bersih menggunakan air mengalir.b.Tuangkan 10 ml air dan bawang putih yang sudah dicuci bersih ke dalam blender. Blender bahan tersebut hingga halus. c. Pada wadah yang berbeda, rebus air sebanyak 200 ml hingga mendidih. Jika sudah mendidih, diamkan sebentar. d. Campurkan bawang putih yang sudah diblender halus dengan air mendidih. Aduk hingga tercampur rata. e. Jika sudah tercampur rata, larutan tersebut bisa dituangkan ke dalam botol plastik. Diamkan beberapa hari. f. Setelah didiamkan, akan tampak bawang putih dan air terpisah. Saring bawang putihnya hingga menyisakan airnya saja. Cara III: a. Siapkan: 85 gram bawang putih, 50 ml minyak sayur, 10 ml deterjen, 950 ml air, penyaring, botol semprot, b.Campurkan bawang putih dengan minyak sayur. Biarkan selama 24 jam. c. Setelah 24 jam, tambahkan air dan deterjen. Aduk agar tercampur rata. Sebelum disemprotkan, larutan bawang putih dapat diencerkan menggunakan air dengan perbandingan 1:19 atau 50 ml larutan bawang putih dilarutkan dengan 950 ml air. Sebaiknya penyemprotan dilakukan pada tanaman yang terserang OPT dan waktu yang tepat yaitu pagi hari. Dengan pestisida nabati ini mampu menyerang ulat, hama penghisap, nematoda, bakteri, antraknos, dan embun tepung. Yulia TS yuliatrisedyowati@gmail.com Pustaka: Sabaruddin, Aplikasi Pestisida Nabati Bawang putih ( Allium sativum L ) Untuk Pengendalian hama ulat grayak (Spodoptera litura) pada tanaman cabai (Capsicum annum L),2020 Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Kaltara, Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan utara https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/89_mengenal-pestisida-nabati https://dinastph.lampungprov.go.id/detail-post/cara-pembuatan-pestisida-nabati-dari-bawang-putih-allium-sativum-l https://gokomodo.com/blog/dijamin-ampuh-begini-cara-aplikasi-pestisida-nabati