Loading...

PESTISIDA NABATI DARI BUMBU DAPUR DAN TOGA

PESTISIDA NABATI DARI BUMBU DAPUR DAN TOGA
Menanam buah atau sayuran di balkon, di teras atau halaman belakang rumah sedang digemari masyarakat saat ini. Hobi menyenangkan dan menyehatkan, juga menghemat pengeluaran. Selain hobi, juga bisa sebagai bentuk pemanfaatan lahan yang sempit, sedang maupun luas, dengan beragam teknik. Mulai teknik vertikultur, tabulampot (tanaman buah/ sayur dalam pot), sampai dengan hidroponik. Isu "go organic" dan "go-green"/ ramah lingkungan, menjadi salah satu motivasi masyarakat untuk menanam sendiri sayuran dan buah yang mereka konsumsi, tujuannya agar terbebas dari bahan kimia. Salah satunya pestisida kimia. Untuk menjaga tanaman terbebas dari hama dan penyakit tumbuhan, masyarakat kini bisa membuat sendiri pestisida nabati yang berasal dari bahan-bahan dapur yang telah tersedia di rumah, maupun dari TOGA (tanaman obat keluarga) yang ada di sekitar rumah kita. Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Pestisida nabati bersifat "hit and run" yaitu apabila diaplikasikan akan mengendalikan hama pada waktu itu dan setelah terbunuh maka residunya cepat menghilang di alam. Jadi tanaman akan terbebas dari residu sehingga tanaman aman untuk dikonsumsi. Pestisida nabati dapat membunuh atau menganggu serangga hama dan penyakit melalui cara kerja yang unik, yaitu :1. merusak perkembangan telur, larva, dan pupa2. menghambat pergantian kulit3. menganggu komunikasi serangga4. menyebabkan serangga menolak makan5. menghambat reproduksi serangga betina6. mengurangi nafsu makan7. memblokir kemampuan makan serangga8. mengusir serangga (Repellent)9. menghambat perkembangan patogen penyakit PROSES PEMBUATAN PESTISIDA NABATI SECARA UMUM Bagian tanaman seperti daun, bunga, biji dan akar bisa digunakan untuk pengendalian OPT dalam bentuk bubuk (bahan dikeringkan kemudian digiling atau ditumbuk) dan larutan hasil ekstraksi.Proses ekstraksi sederhana dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu1. Ekstraksi bahan segar dengan air : a. Pengumpulan bahan/penyortiran b. Pencucianc. Penghancuran, diblender, atau ditumbukd. Perendaman dalam air selama (1 “ 3 hari)e. Penyaringan/pemerasan larutan hasil ekstraksi f. Larutan hasil ekstraksi siap pakai2. Ekstraksi bahan kering dengan air :a. Pengumpulan bahan/penyortiran b. Pengeringan, daun dikeringanginkan, biji/bagian yang lebih tebal dijemur di bawah sinar mataharic. Pencuciand. Penghancurane. digiling atau ditumbukf. Perendaman dalam air selama (1 “ 3 hari)g. Penyaringan/pemerasan larutan hasil ekstraksi h. Larutan hasil ekstraksi siap pakai3. Ekstraksi dengan pelarut alkohol :a. Proses seperti di tersebut atas b. Ethanol diuapkanKeunggulan pestisida nabati antara lain : (1) mudah terurai oleh sinar matahari; (2) memiliki efek/pengaruh yang cepat, dengan menghentikan nafsu makan serangga walapun jarang menyebabkan kematian; (3) toksitasnya umumnya rendah terhadap hewan dan relatif lebih aman pada manusia; (4) memiliki spektrum pengendalian yang luas (racun lambung dan syaraf) dan bersifat selektif; (5) tidak meracuni dan merusak tanaman; (6) murah dan mudah dibuat. Sedangkan kelemahan antara lain : (1) cepat terurai, sehingga aplikasinya harus lebih sering; (2) daya racunnya rendah; (3) kurang praktis dan tidak tahan disimpan. CONTOH PEMBUATAN PESTISIDA NABATI No. Bahan dan Alat Cara Pembuatan Cara penggunaan OPT Sasaran1. Ekstrak Bawang Merah85 g bawang merah50 ml minyak sayur10 ml detergen/ sabun950 ml airPenyaringBotol Campurkan bawang merah dan minyak sayur. Biarkan selama 24 jamTambahkan air dan sabunAduk rata Campurkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 19 atau 50 ml larutan dengan 950 ml air.Kocok sebelum digunakanSemprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi hari Kutu kebul 2. Ekstrak Bawang Putih85 g bawang putih50 ml minyak sayur10 ml detergen/ sabun950 ml airPenyaringbotol Campurkan bawang putih dan minyak sayur. Biarkan selama 24 jamTambahkan air dan sabunAduk rata Campurkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 19 atau 50 ml larutan dengan 950 ml air.Kocok sebelum digunakanSemprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi hari Ulat, hama penghisap, nematoda, bakteri, antraknose, embun tepung3. Ekstrak Mint250 g daun mint2 liter airBlenderPenyaringEmber Hancurkan daun mint sampai halusTambahkan airAduk hingga rata Semprotkan pada seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Penyakit tanaman yang diakibatkan oleh bakteri4. Ekstrak jahe50 gram jahe12 ml detergen3 liter airBlenderPenyaringEmber Hancurkan jahe sampai halusTambahkan air dan detergenAduk sampai rataSaring Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Ulat buah tomat, kutu daun, belalang, trips, kutukebul,Nematoda, antraknose5. Ekstrak ketumbar200 gram biji ketumbar1 liter airPanciBlenderEmber Hancurkan biji keetumbarDidihkan dalam air selama 10 menitDinginkan. Saring Tambahkan larutan dengan 2 liter airSemprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi hari Spider miteCendawan6. Ekstrak kenikirDaun kenikirSabun/ detergentAir panasAlat penyaringEmber Rajang daun kenikir hingga halus. Rendam dalam air panas. Biarkan selama 24 jam. Saring. Tambahkan larutan dengan air dengan perbandingan 1:2. Tambahkan 1 sdt detergen setiap 1 liter larutan Semut, kutudaun, anjingtanah7. Ekstrak Brotowali 200 g batang brotowali1 liter airBlenderPisauEmber Rajang batang brotowaliRendam dalam 1 liter airAduk hingga rataSaring Rendam benih yang akan ditanaman selama 24 jam Ulat daun kubis, penggerek batang, wereng, belalang8. Ekstrak cabai merah 4 mangkuk cabai merah/ biji cabai merah30 gr detergenPanciPenyaring Didihkan cabai merah selama 15-20 menitMatikna api kemudian tambahkan 3 liter airBiarkan dinginSaringTambahkan sabunAduk hingga rata Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Semut, kutudaun, berbagai jenis ulat, lalat9. Ekstrak daun pepaya1 kg daun pepayaAir, pisau, detergen, kain halus,ember Hancurkan daun pepaya sampai halus. Tambahkan air, aduk hingga merata. Peras dengan menggunakan kain halus Tambahkan larutan dengaan 4 liter air. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Trips dan kutu kebul10. Ekstrak serai50 gr serai2 liter air Rajang serai, masukkan dalam air selama beberapa menit. Saring Semprotkan pada tanaman lettuce, tomat dan wortel Busuk daun dan bakteri11. Ekstrak daun sirih300 g daun sirih1 liter air Hancurkan daun sirih, campur dengan 1 liter aair. Saring Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari phythophtora palmivora pd palm2an dan tanaman buah12. Ekstrak daun sirsak50-100 lembar daun sirsak15 g sabunEmber, pisau dan penyaring Daun sirsak ditumbuk halus dicampur dengan 5 liter air biarkan selama 24 jam. Saring Setiap 1 liter larutan hasil saringan diencerkan dengan 10-15 liter air. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Trips 13. Ekstrak daun srikaya500 g daun srikaya segar12-17 liter airEmber, pisau, panci dan alat penyaring Didihkan daun srikaya dalam 2 liter air sampai tersisa ½ liter. Saring Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari Semut, kutu daunSumber: Tumbuhan bahan Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian OPT. 2008. Setiawati, W. Dkk. Balitsa.*) Penulis adalah Koordinator Penyuluh Pertanian di UPTD Bangsalsari Dinas TPHP Kab. Jember Email: aboknanda@yahoo.co.id