Perubahan iklim menyebabkan meningkatnya suhu udara, naiknya permukaan air laut dan perubahan pola musim hujan dan kemarau yang tidak menentu. Hal ini mengakibatkan terjadinya degradasi sumber daya lahan dan air, bencana banjir dan kekeringan serta meningkatnya serangan hama dan penyakit tanaman. Dampak perubahan iklim global jika dibiarkan akan berpotensi mengancam penurunan produktivitas, produksi, mutu hasil pertanian, serta menurunnya efesiensi dan efektifitas distribusi pangan kususnya padi. Selain itu perubahan iklim global juga menyebabkan rentannya ketahanan pangan yang dapat berdampak negatif terhadap kehidupan sosial dan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Untuk mengantisipasi dampak negatif perubahan iklim global perlu dilaksanakan pembangunan Pertanian Cerdas Iklim (Climate Smart Agriculture atau CSA). Pada dasarnya CSA merupakan pendekatan pengembangan pertanian untuk mengamankan ketahanan pangan berkelanjutan dalam menghadapi kondisi dampak perubahan iklim (DPI). Terdapat tiga hal utama yang menjadi sasaran pencapaian pelaksanaan CSA yakni; (i) Peningkatan Indeks Pertanaman (IP), produktivitas dan pendapatan sektor pertanian, (ii) Penguatan adaptasi dan ketangguhan petani terhadap Dampak Perubahan Iklim (DPI), serta (iii) Penurunan dan atau menghilangkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Salah satu teknologi untuk mendukung pertanian cerdas iklim adalah melalui pestisida nabati. Penggunaan pestisida untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak menimbulkan masalah kesehatan, pencemaran lingkungan, dan gangguan keseimbangan ekologis. Pengendalian OPT dapat dilakukan secara kimiawi dan nabati. Pengendalian secara kimiawi menggunakan zat kimia (insektisida, herbisida, fungisida dll), jika dilakukan kurang bijaksana dapat menimbulkan masalah kesehatan, pencemaran lingkungan, dan gangguan keseimbangan ekologis. Sedangkan pengendalian OPT menggunakan pestisida nabati dilakukan secara alami menggunakan bahan organik yang ramah lingkungan (ramli). Prinsip pertanian ramah lingkungan diantaranya: terjaminnya produktivitas dan provitas petani; berkurangnya resiko lingkungan; terjaminnya kuantitas dan kualitas produk pertanian secara berkelanjutan; serta turunnya emisi gas rumah kaca. Penggunaan Pestisida Nabati ataupun Biopestisida harus memenuhi prinsip-prinsip pertanian ramah lingkungan. Hal ini merupakan salah satu cara dalam penerapan pertanian cerdas iklim. Pestisida nabati merupakan pestisida yang bahan dasarnya adalah tumbuhan. Pestisida nabati relatif mudah dibuat dengan bahan dan teknologi yang sederhana. Bahan baku alami/nabati membuat pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan. Pestisida ini juga relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residunya mudah hilang. Penggunaan pestisida nabati memberikan keuntungan ganda, selain menghasilkan produk yang aman, lingkungan juga tidak tercemar. Pestisida Nabati yang digunakan dapat berasal dari bahan-bahan yang mudah didapat di lingkungan sekitar dan memberikan efek baik pada lingkungan kedepannya serta berbasis sumberdaya lokal. Pestisida nabati merupakan salah satu teknologi yang prinsip-prinsip pertanian ramah lingkungan melalui pengelolaan sumberdaya pertanian untuk mencapai produktivitas dan keuntungan ekonomi yang optimum, namun tetap memperhatian kelestarian lingkungan. Penggunaan pestisida nabati dapat memberikan keuntungan ganda, selain menghasilkan produk yang aman, lingkungan juga tidak tercemar Pembuatan pestisida nabati dapat menggunakan sumber-sumber bahan organik di sekitar kita diantaranya: bawang putih, pandan, kemangi, cabe rawit, tembakau, kunyit, kenikir, daun nimba, serai, lengkuas, daun sirsak, rimpang jariangau,dll. Bahan-bahan tersebut di haluskan dengan cara ditumbuk/diblender kemudian masukkan bahan-bahan yang sudah halus tadi kedalam penampung untuk direndam dengan air dan diamkan selama 1 sampai 2 hari. Setelah itu saring dari tempat penampung dan larutan ekstrasi pestisida siap digunakan. Penggunaan pestisida nabati dapat meminimalisir residu dari pestisida kimia sehingga produk yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi dan ramah lingkungan. Untuk mendukung pertanian cerdas iklim, peran penyuluh sangat penting dalam pendampingan dan pengawalan kepada petani. Agar dalam pengendalian OPT dapat menerapkan menggunakan bahan organik yang ramah lingkungan. Hal ini dilakukan untuk mendukung terjaminnya produktivitas; berkurangnya resiko lingkungan; terjaminnya kuantitas dan kualitas produk pertanian secara berkelanjutan; serta mengurangi emisi gas rumah kaca. Penulis: Sri Mulyani (PP BPPSDMP Kementan) Sumber: Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 2024. Pedoman Pelaksanaan Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) Tahun 2024 Jakarta. Setiawati,W dkk. BalaiPenelitian Tanaman Sayuran. 2008 Tumbuhan Bahan Pestisida Nabati, dan Cara Pembuatannya untuk Pengendalian Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT)”