Apa itu Pestisida Nabati?
Pestisida nabati adalah bahan aktif tunggal atau majemuk yang berasal dari tumbuhan (daun, buah, biji atau akar) berfungsi sebagai penolak, penarik, antifertilitas (pemandul) pembunuh dan bentuk lainnya untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT). Pestisida nabati bersifat mudah terurai (Bio-degradable) dialam sehingga tidak mencemari lingkungan, dan relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residu mudah hilang.
Kelebihan Pestisida Nabati
Tumbuhan Mimba
Mimba (Azadirachta indica) adalah tanaman yang berasal dari India dan sudah digunakan dalam pengobatan tradisional Ayurveda selama lebih dari 2.000 tahun. Tanaman ini kini banyak ditemukan di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia, dan dikenal dengan sebutan neem di kancah internasional. Pohon mimba dapat tumbuh hingga setinggi 20–25 meter dengan batang kokoh dan daun majemuk berwarna hijau cerah. Bunga mimba berwarna putih kekuningan dan menghasilkan buah kecil berbentuk lonjong yang berbiji satu.
Selain dikenal sebagai tanaman herbal, beberapa penelitian juga membuktikan bahwa ekstrak daun mimba memiliki manfaat sebagai pestisida nabati karena ekstrak daun mimba mengandung senyawa aktif utama azadiraktin yang bersifat sebagai insektisida, fungisida, virusida, nematisida, bakterisida, maupun akarisida. Sehingga ekstrak daun mimba dapat mengendalikan berbagai hama/penyakit tanaman yang umumnya menyerang tanaman produksi.
Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan Pestisida nabati
Adapun Pembuatan dam pengaplikasian ekstrak daun mimba adalah sebagai berikut
Untuk pengaplikasian di lahan sawah dengan perbandingan 1:100 yaitu 1 liter ekstrak daun mimba diencerkan dengan 100 liter air. Dosis anjuran untuk 1 ha sawah adalah 4 liter ekstrak daun mimba yang diencerkan dengan 400 liter air dan disemprotkan menggunakan sprayer. Pengaplikasiannya dapat dilakukan pagi atau sore hari.