pestisida nabati micessla ( untuk opt secara umum) pestisida nabati adalah pestisida yang dibuat dari bahan-bahan organik seperti tumbuhan/tanaman atau hewan. dari sekian banyak bahan-bahan organik yang mengandung zat aktif pengendali hama dan penyakit tanaman didominasi oleh tumbuhan. jenis-jenis tumbuhan tersebut banyak terdapat disekitar kita, hanya saja mungkin sebagian besar belum diketahui. tumbuhan atau tanaman yang bermanfaat untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman bermacam-macam, diantaranya adalah tumbuhan liar/semak belukar, herbal maupun tanaman budidaya. beberapa jenis tanaman komoditi pertanian sudah terbukti efektif untuk mengendalikan hama tertentu, bahan -bahan yang digunakan dalam pembuatan pestisida nabati dipilih bahan yang mudah didapat di wilayah untuk pengendalian opt secara umum yaitu daun mimba, cengkeh, seraiwangi, sirsak dan lengkuas. mimba (azadirachtaindica. juss) senyawa kimia yang terdapat pada tanaman mimba antara lain azadirachtin. pestisida yang dibuat dari ekstrak mimba dapat memengaruhi reproduksi dan perilaku, dapat berperan sebagai penolak, penarik, antifeedant, dan menghambat perkembangan serangga, baik sebagai racun perut maupun racun senyawa aktif yang dikandung mimba adalah azadirachtin, meliantriol dan salanin seperti bawang dan rasanya sangat pahit. berbentuk tepung dari daun,atau cairan iminyak dari biji/buah. efektif untuk mencegah makan bagi serangga dan mencegah serangga mendekati tanaman (repellent) dan bersifat sistemik. mimba juga dapat membuat serangga mandul, karena dapat menggangu hormon produksi dan pertumuhan serangga. mimba mempunyai spektrum yang luas, efektif untuk mengendalikan serangga bertubuh lunak ( 200 spesies) antara lain : belalang, thrips, ulat, wereng, kupu-kupu putih, dll. disamping itu mampu mengendalikan jamur (fungisida) pada tahap preventif, menyebabkan spora jamur gagal berkecambah. jamur yang dikendalikan antara lain penyebab ; embun tepung, penyakit busuk, cacar daun/kudis, karat daun dan bercak daun. dan mencegah bakteri pada embun tepung (powdery mildew). ekstrak mimba sebaiknya disemprotkan pada tahap awal dari perkembangan serangga, yaitu disemprotkan pada daun dan juga dapat disiramkan pada akar tanaman untuk diserap akar atau mengendalikan hama dalam tanah cengkeh (syzigium aromaticum) merupakan salah satu sumber bahan pestisida nabati yang mengandung bahan aktif eugenol dan komponen non fenolat lainnya. cengkeh memiliki spektrum penggunaan yang sangat luas karena sangat efektif digunakan baik sebagai bakterisida, fungisida, insektisida, nematisida maupun moluskisida. senyawa eugenol yang terkandung dalam cengkeh bersifat toksik terhadap beberapa jenis jamur dan patogen tanaman. seresah, daun, gagang dan bunga hingga minyak cengkeh semuanya mengandung eugenol. eugenol dan turunannya memiliki efek anti cendawan, anti bakteri, anti rematik, antiseptik bahkan anti virus seraiwangi( cymbopogonnardus (l).) senyawa utama yang terdapat pada serai wangi adalah minyak senyawa pada serai sifat racun dehidrasi (desiccant). racun tersebut merupakan racun kontak yang dapat mengakibatkan kematian karena kehilangan cairan terus serangga yang terkena racun ini akan mati karena kekurangan daun sirsak (annona muricata l) daun sirsak mengandung bahan aktif annonain dan resin efektif mengendalikan hama trip. lengkuas (alpinia galanga (l) wild) rimpang lengkuas mengandung lebih kurang 1% minyak essensial terdiri atas metil–sinamat 48%, sineol 20–30%, eugenol, kamfer 1 %, seskuiterpen, d – pinen, galangin, galanganol dan beberapa senyawa flavonoid. bagian tumbuhan yang digunakan sebagai pestisida nabati adalah rimpang. ekstrak rimpang lengkuas bersifat sebagai fungisida (anti jamur). alat :blender atau alat penumbuk, ember, gayung, timbangan, pengaduk, saringan, curigen, corong bahan: mimba, cengkeh, sereh wangi, daun sirih, laos, air matang ( masing-masing sebanyak 300-400 gram, air 5 ltr) cara pembuatan : siapkan alat dan bahan, sortasi bahan, ditimbang, lakukan pencucian bahan, lakukan pemblenderan atau penumbukan, masukkan dalam ember tambahkan air, diaduk kemudian dimasukkan dalam jerigen, didiamkan selama 24 jam, lakukan penyaringan, simpan didalam suhu ruang dan tidak terkena sinar matahari langsung. cara aplikasi : dosis semprot 200 cc per tangki semprot, waktu aplikasi sore hari, interval penyemprotan sesuai kebutuhan atau dua minggu sekali. opt sasaran : hama dan penyakit tanaman secara umum karena mengandung bahan yang bersifat insektisida, fungisida maupun bakterisida (seperti mimba untuk insek dan fungi, daun sirih sebagai fungisida, daun cengkih sebagai fungisida dan bakterisida, serai wangi sebagai insektisida, laos sebagai insektisida penulis : ponimin, sp (penyuluh bpp kec. grogol kab. kediri)