Loading...

Pestisida Nabati Untuk Pengendalian Ulat Grayak

Pestisida Nabati Untuk Pengendalian Ulat Grayak
Pestisida Nabati untuk Pengendalian Ulat Grayak pada Tanaman KedelaiHama merupakan salah satu faktor kendala dalam usaha meningkatkan produksi kedelai. Serangga hama kedelai di Indonesia sebanyak 111 jenis (13), beberapa di antaranya berstatus hama penting. Salah satu hama daun penting yang mengakibatkan kehilangan hasil panen sebesar 20-40 % adalah Spodoptera litura F. (Lepidoptera, Noctuidae) yang lebih dikenal dengan nama ulat grayak. Luas serangan ulat grayak berkembang dari tahun ke tahun, kehilangan hasil akibat serangan ulat grayak banyak ditentukan oleh populasi hama, fase perkembangan serangga serta varietas tanaman.Menurut Pracaya (2005) Spodoptera litura F. disebut ulat grayak karena ulat ini dalam jumlah yang sangat besar sampai ribuan menyerang dan memakan tanaman pada waktu malam hari sehingga tanaman akan habis dalam waktu yang sangat singkat. Spodoptera litura F. merupakan hama perusak daun yang bersifat polifag (mempunyai kisaran inang yang luas). Tanaman inangnya antara lain jagung, tomat, kapas, tembakau, padi, kakao, jeruk, ubi jalar, kacang tanah, jarak, kedelai, kentang, kubis, dan bunga matahari (Holloway, 1989).Penggunaan pestisida sintetis yang berlebihan dan tidak tepat telah menyebabkan dampak negatif baik terhadap serangga dan juga terhadap lingkungan, misalnya timbulnya resistensi hama. Untuk itu pengendalian Spodoptera litura dapat dilakukan dengan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yakni merupakan langkah pengendalian dengan mengikutsertakan beberapa komponen pengendalian, termasuk komponen biologi yaitu predator, parasitoid dan patogen serta pemanfaatan pestisida nabati.Beberapa jenis tanaman atau tumbuhan sudah diketahui dapat digunakan untuk mengendalikan hama ulat pada tanaman. Beberapa diantaranya mungkin sudah kita kenal dan banyak ditemukan disekitar kita. Dan tidak tertutup kemungkinan ada yang belum kita ketahui. Jenis- jenis tanaman atau tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan pestisida nabati untuk mengendalikan hama ulat anatra lain ; ajeran, bawang putih, bengkuang, brotowali, cabai merah, duku, pepaya, tembakau, kunyit, cabai rawit, kenikir, jahe, gadung, lidah buaya, mengkudu, mimba, pacar cina, sirsak, srikaya, tembelekan, tomat, kacang babi. Ekstrak dari tanaman-tanaman tersebut mengandung senyawa kimia tertentu yang dapat berfungsi sebagai penolak hama, menghilangkan nafsu makan hama, menghambat pertumbuhan hama maupun membunuh hama secara langsung.Beberapa resep pembuatan pestisida nabati untuk pengendalian ulat grayak yang mudah untuk dibuat di antaranya :1. Resep Pestisida Nabati Bawang Putih untuk Mengendalikan Hama Ulat Bahan : 100 gram bawang putih, 50 ml minyak sayur, 1 liter air, deterjen 1 sendok tehCara membuat : Tumbuk bawang putih hingga halus, campurkan minyak sayur dan diamkan 24 jam. Kemudian disaring dan campurkan deterjen.Cara aplikasi : Campurkan larutan pestisida nabati dengan air bersih, perbandingan 1:19. Aduk rata dan semprotkan ke tanaman2. Resep Bio Pestisidia Minyak Bawang Putih untuk Mengendalikan Hama UlatBahan : 50 ml minyak bawang putih, 950 ml air bersih, deterjen 1 sendok tehCara membuat : Aduk semua bahan hingga tercampur rataCara aplikasi : Semprotkan ketanaman3. Resep Pestisida Nabati Biji Bengkuang untuk Mengendalikan Hama UlatBahan : 500 gr biji bengkuang kering, 20 liter air, 1 sendok makan deterjenCara membuat : Biji bengkuang dihaluskan, rendam selama 2 hari. Kemudian disaring dan campurkan deterjenCara aplikasi : Semprotkan ke tanaman4. Resep Pestisida Alami Brotowali untuk Mengendalikan Hama UlatBahan : 200 gr batang brotowali, 1 liter air, deterjen secukupnyaCara membuat : Batang brotowali dirajang/ ditumbuk halus dan direndam dengan air 1 malam, saring dan tambahkan deterjen. Cara aplikasi : Semprotkan ketanaman, untuk merendam benih sebelum ditanam5. Resep Pestisida Organik Cabai Merah untuk Mengendalikan Hama UlatBahan : 1 sendok teh bubuk cabai, 1 siung bawang putih, 1 butir bawang merah, 1 liter air, 1 sendok teh deterjenCara membuat : Lumatkan bawang putih dan bawang merah, campurkan dengan bubuk cabai, deterjen dan air. Rendam satu malam kemudian disaringCara aplikasi : Semprotkan ketanaman6. Resep Pestisida Alami Cabai Merah dan Daun Mimba untuk Mengendalikan Hama UlatBahan : 20 buah cabai, 2 kg daun mimba, 20 liter air. 1 sendok makan deterjenCara membuat : Lumatkan cabai dan daun mimba, rendam selama 24 jam. Saring dan tambahkan deterjenCara aplikasi : Tambahkan 20 liter air, aduk rata dan semprotkan ketanaman7. Resep Bio Pestisida Cabai Merah dan Biji Mimba untuk Mengendalikan Hama UlatBahan : 15 buah cabai merah, 200 gram biji mimba kering, 4 liter air, deterjen secukupnyaCara membuat : Lumatkan cabai dan biji mimba, rendam selama 24 jam. Kemudian disaringCara aplikasi : Tambahkan deterjen secukupnya dan semprotkan ke tanaman8. Resep Pestisida Organik Daun Pepaya untuk Mengendalikan Hama UlatBahan : 1 kg daun pepaya segar, 20 liter air bersih dan deterjenCara membuat : Lumatkan daun pepaya jemudian direndam selama 24 jam. saring sebelum digunakanCara aplikasi : Tambahkan deterjen secukupnya dan semprotkan ke ta9. Resep Pestisida Alami Daun Tembakau untuk Mengendalikan Hama UlatBahan : 250 gram tembakau kering, bawang putih 2 siung, air panas 1 liter dan deterjen secukupnyaCara membuat : Lumatkan bawang putih, bersama tembakau direndam dengan air panas selama 1 malam. Kemudian disaring.Cara aplikasi : Campurkan larutan dengan air, perbandingan 1 : 10. Kemudian semprotkan ketanaman10. Resep Bio Pestisida Rimpang Kunyit untuk Mengendalikan Hama UlatBahan : 250 gram kunyit yang sudah tua, 1 liter urun ternak, deterjen secukupnyaCara membuat : Kunyit diparut atau ditumbuk hingga lumat, campurkan dengan urin ternak dan diaduk rata kemudian disaringCara aplikasi : Tambahkan 5 liter air bersih dan deterjen secukupnya kemudian diseprotkan ketanaman