Loading...

Pestisida Nabati Untuk Pertanian Organik

Pestisida Nabati  Untuk Pertanian Organik
Adanya pasar global dan peningkatan daya beli masyarakat serta kesadaran tentang kesehatan, maka bahan pangan yang dikehendaki adalah aman dikonsumsi, sehingga dalam pengelolaan tanaman perlu memperhatikan kaidah-kaidah aman, yaitu aman dikonsumsi, aman bagi pekerja, pemilik serta lingkungan.Upaya pertanian yang demikian adalah pertanian organik. Pertanian organik sekarang juga dikembangkan pada tanaman padi, karena penggunaan kimia sintetis pada tanaman ini sudah berlebihan. Ada 6 (enam) batasan pada pertanian organik, salah satu batasan tersebut adalah pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).Pengendalian OPT yang diperbolehkan adalah pengendalian secara teknis, mekanis, agens hayati dan pestisida nabati.Pengendalian dengan menggunakan pestisida nabati adalah pengendalian dengan menggunakan bahan yang berasal dari tanaman, dimana tanaman juga mengandung kimia, tetapi kandungannya adalah kimia alami. Banyak tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pestisida nabati dengan cara kerja kontak, sistemik, bersifat menarik, menolak, mengusir dan digunakan untuk mengendalikan hama seperti serangga, tikus, keong dan penyakit seperti penyakit layu, ataupun bersifat fungisida, Pestisida nabati dibuat ramuan terlebih dahulu, hanya saja sampai saat sekarang penggunaan ramuan yang tepat jarang ditemukan, di lapangan petani menggunakan berdasarkan pengalaman. RUANG LINGKUP PESTISIDA NABATI A. Pengertian Pestisida nabati merupakan pestisida yang bahan dasarnya dari tumbuhan, dengan sifat :1. Mudah terurai2. Aman bagi manusia3. Residu cepat hilangMenurut Takahashi (1981), pada dasarnya bahan alami yang mengandung senyawa bioaktif dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu : (a) bahan alami dengan kandungan senyawa antifitopatogenik (antibiotika pertanian), (b) bahan alami dengan kandungan senyawa bersifat fitotoksik atau mengatur tumbuh tanaman (fitotoksin, hormon tanaman dan sejenisnya) (c) bahan alami dengan kandungan senyawa bersifat aktif terhadap serangga (hormon serangga, feromon, antifidan, repelen, atraktan dan insektisidal). B. Beberapa ciri bahan tanaman untuk pestisida nabati 1. mempunyai bau yang menyengat 2. tidak rusak akibat serangan hama dan penyakit, 3. digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan penyakit atau bersifat membahayakan bagi kesehatan manusia atau hewan 4. telah digunakan oleh masyarakat untuk mengendalikan hama dan penyakit C. Tujuan menggunakan pestisida nabati Tujuan menggunakan pestisida nabati adalah sebagai berikut :1. Agar penggunaan pestisida sintetis dapat diminimalkan2. Mengurangi kerusakan lingkungan D. Kendala dan Peluang Pestisida nabati1. Kendala (a). Pstisida sintetis lebih disukai(b). Terbatas teknologi dalam pestisida nabati(c). Bahan tidak tersedia secara berkesinambungan dalam jumlah yang cukup.(d). Frekwensi penggunaan lebih sering(e) Bahan aktif sulit dideteksi (komplek)2. Peluang Peluang pestisida nabati adalah sebagai berikut :(a). Menghasilkan produk pertanian yang optimal(b). Ramah lingkungan(c). Mengupayakan kesuburan tanah secara lestari(d). Kerusakan lingkungan minimal(e). Meminimalkan penggunaan bahan yang tidak dapat diperbaharui TEKNIK MEMBUAT PESTISIDA NABATIA. Teknik Menghasilkan Bahan Pestisida NabatiAda beberapa cara memperoleh bahan pembuat pestisida nabati, yaitu :1. Penggerusan, penumbukan, pembakaran, pengepresan2. Perendaman3. Ekstraksi dengan penggunaan bahan larutan lainB. Membuat ramuan pestisida nabati Perlu diperhatikan dalam membuat ramuan pestisida nabati, karena sebagai berikut :1. Ramuan pestisida nabati beluma yang pasti2. Dibuat secara sederhana3. Tak dapat berlaku umum (mengingat bahan aktif tanaman)4. Ditentukan oleh pengalaman setempat Beberapa contoh membuat ramuan pestisida nabati, yaitu : 1. Ramuan untuk mengendalikan hama secara umum Bahan Daun mimba 0,4 KG Lengkuas 0,25 KG Serai 0,25 KG Air 1 Lt Sedikit diterjen Semua bahan di tumbuk biarkan semalam kemudiam disaring langsung diaplikasikan 2. Ekstrak daun sirsakOPT sasaran: wereng batang coklat Bahan: 50 lembar daun sirsak Satu gemgam (100 gr) rimpang jaringau Satu suing bawang putih Sabun colek 20 gr 3. Ekstrak sirtem (sirih dan tembakau)OPT sasaran: Belalang dan ulat Bahan: 50 lembar daun sirsak 5 lembar daun tembakau atau satu genggam tembakau 20 liter air 20 gr sabun colek/detergen 4. Untuk keong Bahan utama Caruluk / kolangkaling Sembung Patah tulang Daun teh/Daun cengkeh DAFTAR PUSTAKA Anonimous, 2007. Pedoman Budidaya Sayuran Organik. Diperta Provinsi Jawa Barat Saptono Endro dan Andoko Agus, 2005. Bertanam Sayuran Organik di Pekarangan Kardiman Agus, Pestisida Nabati. Penulis : HIKMAT SUMPENA