Loading...

PETANI BERUPAYA MENGENDALIKAN HAMA KEONG MAS YANG MENYERANG PADI DI AWAL TANAM

PETANI BERUPAYA MENGENDALIKAN HAMA KEONG MAS YANG MENYERANG PADI DI AWAL TANAM
Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) merupakan salah satu faktor penghambat dalam upaya peningkatan produktivitas tanaman padi. Keong adalah salah satu hama utama yang mengancam produktivitas tanaman padi. Serangan paling berat biasanya terjadi pada saat tanaman berumur 1-7 hari setelah pindah tanam sampai tanaman berumur kurang lebih 30 hari. Keong mas terutama menyerang pada bakal anakan tanaman padi, sehingga mengurangi anakan tanaman. Serangan keong mas dapat menyebabkan kerusakan yang cukup parah pada tanaman padi. Hama ini merusak tanaman padi dengan cara memarut jaringan tanaman dan memakannya hingga memotong batang padi. Tanaman muda yang terserang keong mas akan terlihat rusak, bahkan hilang seluruhnya. Serangan hama keong mas ini cukup menyulitkan petani di Kecamatan Mandau. Penyuluh pertanian bersama POPT yang bertugas melakukan pengamatan pada 10 April 2025, menemukan populasi keong mas yang banyak dapat dan berada di hampir semua petakan sawah petani. "Dengan curah hujan yang cukup tinggi, lahan berpotensi tergenang sehingga menyebabkan keong mas dapat berkembang cepat diarea genangan air tersebut. Kami sudah melakukan tidakan pencegahan dengan memungut keong mas beserta telurnya, namun tidak dapat dilakukan secara maksimal karena populasinya yang banyak," ujar Nurimah, sebagai salah satu petani yang padinya terkena serangan keong. Pengendalian keong mas dapat dilakukan secara kultur teknis dengan pengelolaan air dan pengelolaan tanam. Namun, keberadaan keong ini didukung dengan kondisi lahan sawah tadah hujan yang tidak memiliki irigasi, sehingga upaya ini sedikit sulit dilakukan. Kondisi musim tanam padi saat curah hujan tinggi juga mendukung perkembangan hama keong mas dengan sangat cepat. Sifat keong mas yang menyukai tempat yang berair maka dalam pengendaliannya dilakukan dengan cara membuat parit-parit di sekitar persawahan sehingga keong mas akan mengumpul pada parit-parit tersebut. Setelah mengumpul di parit lebih mudah untuk melakukan pengendalian fisik mekanis yaitu pengambilan keong mas pada pagi atau sore hari. Pada daerah yang endemis keong mas dapat dilakukan dengan cara melakukan penyulaman tanaman padi yang terserang. Dengan demikian tanaman padi tidak bolong bolong sehingga pertumbuhan tanaman padi menjadi merata. Dengan demikian, petani harus menyiapkan bibit cadangan. Penggunaan bibit pada lahan yang terkena serangan keong juga harusnya berumur lebih tua yaitu berusia 30-35 hari setelah penyemaian. Apabila serangan keong mas semakin meningkat, maka pengendalian kimia segera dilakukan dengan menggunakan moluskisida sintetis yang berbahan aktif niclos amida sesuai dengan anjuran. Aplikasinya dilakukan di hamparan yang sawah tergenang, di caren atau cekungan-cekungan yang ada airnya tempat keong mas berkumpul. Penulis : Rizki Aprelia, S.P (Penyuluh Pertanian Kec. Mandau Kab. Bengkalis Prov. Riau)April 2025