Loading...

Petani Desa Lampeudaya Kembangkan Kacang Koro Pedang Untuk Dukung Katahanan Pangan

Petani Desa Lampeudaya Kembangkan Kacang Koro Pedang Untuk Dukung Katahanan Pangan

Aceh Besar – Petani di Desa Lampeudaya, Kecamatan Darussalam, mulai mengembangkan budidaya kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) sebagai salah satu komoditas alternatif yang berpotensi besar dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Tanaman ini memiliki keunggulan berupa daya tahan tinggi terhadap kondisi lingkungan, umur panen relatif singkat, serta hasil produksi yang melimpah.

Teknik Budidaya

Budidaya kacang koro pedang di Desa Lampeudaya dilakukan dengan sistem tanam berjarak untuk memastikan setiap tanaman memperoleh ruang tumbuh yang optimal. Penanaman dilakukan di lahan kebun dengan benih yang dipilih secara selektif. Para petani juga mulai memanfaatkan pupuk organik hasil olahan limbah ternak untuk menjaga kesuburan tanah sekaligus menekan biaya produksi. Dengan sistem budidaya yang sederhana, kacang koro pedang menjadi komoditas yang mudah dikembangkan oleh masyarakat, baik secara individu dalam skala kecil maupun secara berkelompok.

 

Manfaat dan Potensi

Kacang koro pedang memiliki nilai gizi tinggi dan dapat diolah menjadi berbagai produk pangan seperti tempe, keripik, maupun bahan makanan alternatif yang sehat. Selain itu, biji dan hasil olahannya juga memiliki potensi pasar yang cukup luas, baik sebagai pangan rumah tangga maupun untuk kebutuhan industri kecil menengah. Tidak hanya itu, kacang koro pedang juga berpotensi digunakan sebagai bahan pakan ternak, sehingga menambah nilai manfaatnya bagi masyarakat.

Budidaya kacang koro memberikan keuntungan ganda. Di satu sisi dapat menjadi sumber pendapatan tambahan di luar musim padi, sementara di sisi lain mendukung diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan hanya pada beras. Dengan adanya diversifikasi ini, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan sumber pangan yang bergizi dan terjangkau, sehingga secara langsung memperkuat ketahanan pangan keluarga. Dari kandungan gizi, kacang koro pedang memiliki semua unsur gizi dengan nilai gizi yang cukup tinggi, yaitu karbohidrat 60.1%, protein 30.36%, dan serat 8.3% (Widiantara et al., 2021).

 

Harapan ke Depan

Budidaya kacang koro pedang di Desa Lampeudaya diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu komoditas unggulan lokal. Ke depan, kacang koro pedang tidak hanya berperan sebagai tanaman alternatif, tetapi juga diharapkan mampu menjadi penopang ketahanan pangan sekaligus membuka sumber kesejahteraan baru bagi para petani di Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Target utama dari pengembangan komoditas ini bukan hanya untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam menembus pasar ekspor. Melalui upaya ini, para petani diharapkan semakin tertarik dan termotivasi untuk membudidayakan komoditas yang masih tergolong baru ini, khususnya di wilayah Kabupaten Aceh Besar pada umumnya, dan Desa Lampeudaya pada khususnya.