Loading...

Petani Desa Tanjung Punak melakukan Budidaya Semangka Tiga Kali dalam Setahun

Petani Desa Tanjung Punak melakukan Budidaya Semangka Tiga Kali dalam Setahun
Amat Suri petani Desa Tanjung Punak sudah merasakan manisnya menanam buah semangka. Dalam sekali musim panen beliau dapat menghasilkan 20-40 juta. Sehingga sudah menjadi candu untuk terus melakukan budidaya semangka ini. Pada saat ini tanaman semangka yang ditanam jenis semangka berbiji dan non biji dengan jumlah 3400 batang, mulai ditanam pada tanggal 20 Maret 2025 saat ini sudah menampakkan hasil yang maksimal, buah nya sudah terlihat besar-besar dengan tiap batang menghasilkan dua buah semangka. Semangka bisa dipanen sekitar 65-86 hari setelah penanaman, dengan ciri-ciri seperti kulit buah yang bersih dan mengkilat, suara agak berat saat diketuk, serta tangkai buah yang mengecil. Keberhasilan budidaya semangka ini Amat suri menjelaskan pentingnya pengolahan lahan. Pengolahan lahan yang dilakukan adalah proses pemberian pupuk dasar. Bedengan yang sudah terbentuk, beliau rotari kembali bersamaan dengan pupuk dasar. Setelah pupuk dasar ditabur merata kemudian melakukan proses pendiaman selama 3 – 4 minggu. Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk kandang dan dolomite. Proses pendiaman ini bertujuan untuk mematangan pupuk kandang agar bisa berhomogen baik dengan tanah serta efek dolomite dalam menaikkan pH tanah dalam kondisi stabil. Dan untuk jarak tanam yang beliau gunakan adalah 80 cm x 90 cm dengan model satu lajur. Pangkas pucuk dan perempelan pemangkasan pucuk mulai dilakukan disaat tanaman mulai berumur 12 HST. Pemangkasan pucuk dilakukan pada daun 5-6. Pemangkasan pucuk dilakukan untuk merangsang pertumbuhan sulur. Disaat sulur mulai tumbuh, kemudian di seleksi kembali dan hanya menyisakan 3 sulur terbaik. Untuk pemupukan Pak Amat suri hanya menggunakan pupuk NPK, ia melalukan nya tiga hari sekali dengan metode setiap tiga hari jumlah pupuk ditambah satu kilo. Tiga hari pertama untuk 3400 batang tanaman semangka tersebut hanya menggunakan 1 Kg pupuk, hari keenam menjadi 2 Kg, hari ke 9 menjadi 3 kg begitu sterusnya semakin besar tanaman semakin banyak jumlah pupuk yang digunakan, pupuk digunakan dengan cara dikocor. Kemudain tidak setelah pemupukan tanaman semangka disiram. Pemeliharaan buah semangka harus sangat diperhatikan meliputi beberapa langkah. Pertama, proses seleksi dengan memangkas buah yang tidak berkualitas, jumlah buah yang di besarkan hanya dua pada tiap tanaman agar buah maksimal dan mendapatkan buah semangka yang lebih besar dan berat. Dengan memaksimalkan nutrisi dan energi yang diserap tanaman, sehingga buah yang dihasilkan memiliki ukuran dan kualitas yang lebih baik. Kedua, melakukan proses pembalikan buah dengan membalikkan posisi semangka seperti semula untuk mencegah kelembapan yang berlebihan pada satu sisi buah. Sementara itu untuk pengendalian hama yang di lakukannya yaitu menjaga kondisi lingkungan agar tidak lembab. Dengan melakukan sanitasi lingkungan pertanaman, mengurangi kelembapan dengan cara mengatur jarak tanam untuk memperlancar sirkulasi udara, membersihkan gulma dan segera cabut tanaman lain yang menjadi inang kutu daun, memangkas atau mencabut daun pada tanaman inang yang terserang hama, kemudian membersihkan hingga memusnahkan bagian yang terserang dengan cara dibakar. Pupuk kimia digunakan sesuai dengan serangan hama. Pengendalian hama dan penyakit tanaman semangka, seperti pecah daging, busuk ujung buah, dan buah tidak manis, dapat dilakukan dengan pemeliharaan secara optimal, mulai dari penyulaman dan pemeliharaan buah. Demikian beberapa langkah dalam budidaya tanaman semangka yang dilakukan oleh Pak Amat Suri. Meskipun tanaman semangka tergolong mudah dalam pertumbuhannya, tetapi tanaman ini perlu dipelihara dengan baik. Disarankan untuk melakukan pemeliharaan secara rutin agar memberikan hasil panen yang berkualitas super atau unggul.