Kelompok tani di Gedung Raja Hulu Sungkai mendapatkan materi penyuluhan terbaru mengenai pemanfaatan Biosaka sebagai teknologi pendukung budidaya tanaman sayur-sayuran. Kegiatan penyuluhan berlangsung di area lahan pertanian setempat dan dihadiri oleh PPL dan petugas POPT kecamatan Hulu Sungkai.
Dalam kegiatan tersebut, penyuluh memberikan penjelasan mengenai manfaat Biosaka, yaitu bahan hayati hasil ekstraksi berbagai jenis daun sehat yang berfungsi menstimulasi ketahanan tanaman, memperkuat metabolisme, serta membantu pemulihan tanaman dari stres lingkungan. Biosaka bukan pupuk, melainkan plant booster yang digunakan dalam jumlah sedikit namun memberikan dampak signifikan pada pertumbuhan.
Para peserta terlihat antusias mengikuti penjelasan, yang kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan dan aplikasi Biosaka. Petugas memperagakan proses pengambilan daun dari tanaman sehat, teknik remas halus hingga menghasilkan sari hijau, kemudian mencampurnya ke dalam wadah berisi air bersih. Penyuluh juga memberikan arahan mengenai dosis penggunaan, yaitu cukup 10–20 tetes untuk setiap tangki semprot, serta frekuensi aplikasi yang ideal pada tanaman sayur-sayuran seperti cabai, tomat, sawi, kacang panjang, dan berbagai komoditas hortikultura lainnya.
Dalam sesi diskusi, peserta bertanya tentang cara membedakan daun sehat yang layak digunakan, waktu aplikasi terbaik, hingga manfaat jangka panjang Biosaka terhadap kondisi tanah. Penyuluh menjelaskan bahwa penggunaan Biosaka secara rutin dapat memperkuat daya tahan tanaman dari hama dan penyakit, memperbaiki struktur tanah, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida dan pupuk kimia berbiaya tinggi.
Selain itu, para petani juga diajak melihat contoh tanaman yang telah diaplikasikan Biosaka di lahan sekitar. Mereka mengamati perbedaan vigor tanaman, warna daun, serta keseragaman pertumbuhan, yang terlihat lebih baik dibandingkan tanaman tanpa perlakuan.
Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta kemampuan petani dalam menerapkan teknologi ramah lingkungan. Dengan penggunaan Biosaka secara benar, petani dapat menekan biaya produksi, menjaga kelestarian lahan, sekaligus meningkatkan hasil panen.
Penyuluh menutup kegiatan dengan pesan agar petani mencoba mempraktikkan Biosaka secara bertahap di lahan masing-masing, serta melaporkan perkembangan tanaman untuk bahan evaluasi bersama.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah dan penyuluh pertanian dalam mendukung pertanian berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui inovasi teknologi yang mudah dan murah diterapkan.