Loading...

Petani Tangguh di Musim Kemarau dengan Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Toleran Kekeringan dan OPT Utama

Petani Tangguh di Musim Kemarau dengan Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Toleran Kekeringan dan OPT Utama

Benih merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya tanaman. Perannya sangat penting dan tidak dapat digantikan oleh faktor lain, karena benih berfungsi sebagai bahan tanam sekaligus pembawa potensi genetik, terutama untuk varietas-varietas unggul baru.

Varietas Unggul Baru (VUB) padi menjadi salah satu komponen penting yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi dan pendapatan petani di berbagai kondisi lapangan. Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) telah melepas lebih dari tiga ratus varietas unggul baru (VUB), sehingga petani memiliki lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan varietas dengan teknik budidaya serta kondisi lingkungan setempat.

Namun, keunggulan suatu varietas hanya dapat dinikmati apabila benih yang digunakan memiliki mutu tinggi, yaitu asli, murni, vigor, bersih, dan sehat. Salah satu penyebab rendahnya produktivitas padi di tingkat petani adalah penggunaan varietas lama yang kemampuan genetiknya telah menurun dan tidak mampu lagi berproduksi optimal.

Ke depan, tantangan dalam produksi padi semakin kompleks. Perubahan iklim ekstrem menyebabkan pergeseran musim, hujan dan kemarau yang sulit diprediksi, serta meningkatnya risiko banjir, kekeringan, dan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Oleh karena itu, diperlukan upaya antisipasi dan mitigasi melalui penerapan inovasi teknologi padi yang adaptif dan terstandar, salah satunya melalui pengembangan dan penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB).

Ketersediaan berbagai alternatif VUB pada suatu wilayah diharapkan mampu meningkatkan stabilitas produksi sebagai representasi dari keunggulan adaptif tanaman terhadap cekaman biotik (hama dan penyakit) maupun abiotik (kekeringan, genangan, atau suhu ekstrem). Dengan demikian, petani diharapkan dapat mengenali karakteristik setiap VUB dan menentukan varietas yang paling sesuai dengan agroekosistem spesifik lokasi mereka.

Sebagai rekomendasi, lima Varietas Unggul Baru (VUB) padi yang toleran terhadap kekeringan dan tahan terhadap OPT utama untuk lahan irigasi maupun tadah hujan yang telah dilepas oleh Kementerian Pertanian antara lain:

  1. Inpari 42 Agritan GSR
  2. Inpari 46 GSR Tadah Hujan
  3. Inpari 19
  4. Cakrabuana Agritan
  5. Padjadjaran Agritan (varietas genjah)

Dengan penerapan teknologi Varietas Unggul Baru ini, diharapkan petani dapat lebih adaptif terhadap perubahan iklim, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.