PINRANG MENUJU SWASEMBADA BAWANG MERAH 2019 Kabupaten Pinrang merupakan salah satu kabupaten yang sedang melakukan pengembangan tanaman bawang merah karena daerah ini dinilai memiliki potensi untuk pengembangan bawang merah. Kelompoktani Tolotoe 2 merupakan salah satu kelompoktani penerima bantuan bawang merah APBD tahun 2018 yang berada di Kelurahan Pammase Kecamatan Tiroang.Ditemui disela-sela penanaman perdana bawang merah dikelompoktani Tolotoe 2, Andi Calo Kerrang, selaku Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura mengingatkan agar selain menggunakan teknik budidaya yang baik dan benar juga harus ramah lingkungan seperti menggunakan alat perangkap, pemakaian pestisida nabati dan penggunaan pupuk organik cair. Dan untuk penanggulangan hama diharapkan agar petani sebisa mungkin menghindari pestisida kimia.Andi Calo Kerrang menyampaikan, bahwa penggunaan pestisida kimia digunakan sebagai alternatif terakhir apabila tingkat serangan hama cukup tinggi.Pengendalian hama secara terpadu dinilai menjadi cara yang cukup ampuh untuk menekan biaya produksi yang selama ini menjadi kendala bagi beberapa petani bawang merah. Sebaiknya pengendalian hama tidak harus dilakukan pada saat terjadi serangan saja. Namun perlakuan selama budidaya juga sangat penting dalam menurunkan intensitas serangan hama. “Pemberian pupuk organik cair juga bisa memperbaiki kualitas tanah. Kalau tanahnya bagus maka tanaman akan tumbuh sehat sehingga lebih tahan terhadap serangan hama. Kami akan terus berupaya melakukan pendampingan pada petani khususnya baweang merah seperti cara budidaya dan pengendalian hama penyakit yang selama ini menjadi momok terbesar bagi petani” jelas pria lulusan Universitas Hasanuddin tersebut.Masri, ketua kelompoktani Tolotoe 2 di desa pammase sangat mengapresiasi imbauan dari pemkab tersebut dan berharap kedepannya bisa dikembangkan dan menjadi salah satu pemasok bawang merah untuk wilayah kabupaten pinrang dan sekitarnya.(Melati Azharidha, S.Pt)