pisang mas dari tanggamus pendahuluan tanggamus bukan hanya nama gunung saja melainkan nama kabupaten yang indah dan cantik yang ada di provinsi lampung. kabupaten tanggamus merupakan salah satu daerah sentra produksi pisang lokal terbesar di lampung selain lampung barat, lampung timur, lampung tengah. kabupaten tanggamus memiliki agroklimat yang sesuai untuk pengembangan hortikultura khususnya buah – buahan. komuditi unggulan yang di kembangkan antara lain manggis, pepaya, durian dan pisang. pengembangan komoditas unggul lokal mempunyai nilai ekonomi tinggi dan memiliki daya saing baik dalam maupun luar negeri. pola pengembangan kawasan kebun buah komersil yang ada di tanggamus, pada komoditi pisang mas kirana dilakukan pola kemitraan yang diterapkan oleh pt.gpp untuk memproduksi dan menangani pasca panen buah segar yang berkualitas standar internasional serta memasarkannya sebagai salah satu kepedulian perusahaan terhadap lingkunganya. potensi yang kami lihat di kecamatan sumberejo tingginya minat masyarakat untuk menanam pisang,memiliki jaminan pasar yang jelas (ekspor). masyarakat sudah merasakat perbaikan ekonomi dari pisang mas,budi dayanya tidak terlalu susah. masyarakat sudah terbiasa dengan pisang yang potensi lahan yang cukup luas. di sumberejo dimulai pertengaan tahun 2016 pada kelompok tani beringin jaya,dengan menanam 4 ha. selanjutnya tahun 2017 di bentuk lagi kelompok tani arjuna ,ketua mujianto (pk joyo) yang beralamat di dusun iv desa sumbermulyo kecamatan sumberejo kab. tanggamus. kelompok tani arjuna menanam pisang dngan jumlah 23000 batang. tahun 2018 pengembangan kawasan kebun komersil bertambah menjadi 18 ha. tahun 2019 pengembangan kawasan lokasi bertambah 45 ha. tugas instansi dinas pangan dan pertanian tanggamus melalui penyuluh pertanian lapangan:1) pembinaan,2) mempersiapkan bibit pisang mas rencana ke depan, teknis dan cara pemupukan,4) perawatan kebun, 5) material packing. masalah: masih kurangnya ketrampilan bagi petani pisang /skiil. ketersediaan pupuk yang masih terbatas karena petani belum mau membuat petani belum mereapkan gap dengan baik dan benar. berkembangnya komoditas yang lain seperti kopi dan coklat. pisang yang di pasarkan belum melakukan penanganan mutu dengan baik permintaan pisang berkualitas pasar ekonomi dan modern belumdapat di penui. rantai tata niaga oleh pedagang pengumpul dipasarkan keluar lampung. botani pisang, divisi : spermatophyta sub divisi : angiospermae kelas : monocotthyledonae keluarga : musaceae genus : musa spesies : musa spp. syarat tumbuh tanaman pisang: ketinggian tempat : 500 - 800 dpl suhu : 21 - 28 *c ph tanah : 5.0 - 7.5 curah hujan : 650 - 1200 mm penanam pisang mas: lahan harus bersih dari rumput atau alang - alang ukuran lubang tanaman 40 x 40 x 40 cm jarak tanam 2.5m,jarak antar barisan 3 m. satu minggu batang pisang lubang di beri kompos /pupuk kandang 5kg /lubang batang pisang di tanam 1/3 dari ketinggian bibit atau leher bonggol tertimbun tanah. aplikasi insektisida granular. pemupukan : n (urea), p (phospat) ,k ( kalium) cara memupuk : di buat lubang pada sisi tanaman pisang indukan yang akan di pupuk. - ukuran lubang yang buat adalah kedalaman 10 cm. - pupuk di tabur sesuai jenisnya, - setelah di pupuk di tabur di timbun kembali dengan tanah topsoilhasil galian. kemudian kocorkan air pada lubang pupukagar pupuksegera terlarut. pembumbunan : dengan tujuan memperkuat akar tanaman ,memperluas media pertumbuan akar, memperbaiki agregasi tanah. waktunya : pada saat tanaman pisang berumur 2 , 4, 6 bulan atau dilihat keadaan tanahnya. panen pertama : 10 bulan ketinggian tanaman 2.5 meter umur tanaman 3 tahun siklus panen 4 bulan sekali bpp sumberejo, imron asadi,sp