Loading...

Pisang Raja Bagus

Pisang Raja Bagus
BUDIDAYA TANAMAN PISANG RAJA BAGUS. I.PENDAHULUAN. Pisang raja Bagus adalah tanaman asli Kraton Yogyakarta, yang pada tahun 2011 sudah dilepas, biasanya buah pisang Raja Bagus dipakai untuk acara adat kraton Yogyakarta, selain itu masyarakat memakai pada acara perkawinan baik sebagai pisang sanggan yaitu saat pengantin laki-laki melamar maupun sebagai tarup.I Pisang Raja Bagus sangat enak buahnya manis legit (kadar gulanya 23,9%) ,mempunyai daya simpan sampai 8 hari walaupun kulit buah sudah kelihatan kehitam-hitaman namun daging buahnya masih bagus, Kajian ilmiah menyebutkan setiap 100 gr pisang mengandung 1,2 g protein, 0,3 gr lemak,17 mg kalsium,78 mg katoten, 88 mg kalium,27,2 gr karbohidrat,0,4 gr serat 116 kal energy dan kandungan vit. C 33,8703 mg. (Anonim,2010). Pertumbuhan tanamannya seragam, tanaman tidak telalu tinggi,berbunga lebih cepat dibanding jenis pisang raja lainnya( umur 8 bulan sudah mulai berbunga) Dan mempunyai nilai ekonomi tinggi ,harga setiap tandan berkisar Rp.150.000,-sampai Rp.200.000,-. II. TEKNIK BUDIDAYA. A.Pemilihan bibit 1.Berasal dari induk yang sehat. 2.Batang terlihat lurus dan besar. 3. Bebas hama penyakit. 4. Warna daun hijau,segar 5.Warna pelepah batang mengkilat. 6. Perakaran seimbang dan sehat. B. Persiapan lahan dan Penanaman 1. Persiapan lahan -Persiapan lahan yang tidak terinveksi penyakit Fusarium sp dan Pseudomonas sp. -Bersihkan dari sisa tanaman, rumput dan gulma lainnya dengan dicangkul sedalam 30-40 cm, digemburkan dan ratakan. -Bentuk bedengan sesuai dengan jarak tanam,dan pada setiap 50 cm dibuat parit sedalam 1 meter sebagai saluran drainase. -Lubang tanam dibuat sesuai jarak tanam, 3 x 3 atau 4x4. -Ukuran lubang tanam 60 x 60 x 60 cm. -Galian tanah bagian atas sedalam 30 cm dipisahkan dengan galian tanah bawah. -Beri kapur tohor dan biarkan lubang 3-4 hari . -Kemudian tanah galian dikembalikan seperti semula dengan dicampur pupuk kandang 1: 1. 2. Penanaman. - Benih ditanam pada posisi ditengah lubang tanam. - Penanaman dilakukan sedalam lehr akar. - Padatkan tanah sekitar tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh tegak. C.Pemeliharaan tanaman. 1. Pengairan Tanaman pisang sangat peka terhadap kekurangan air,terutama pada anakan yang baru ditanam dan pada saat keluarnya bunga. Kebutuhan air antara 25- 50 liter/minggu, sedangkan untuk tanaman yang berbuah membutuhkan sekitar 200 liter/minggu. Penyiraman pada pagi atau sore hari, kalau di kebun bisa dengan cara penggenangan. 2. Pemupukan. Kebutuhan pupuk sesuai kondisi lahan, Namun secara umum dilakukan secara periodik setiap 3 (tiga) bulan sekali,kecuali pupuk organik yang diberikan sekali saat penanaman sebanyak 10-20 ton /ha.Urea 700 kg/tahun,SP 36 105 KG/th,KCL 800kg/th. Dosis pemberian pupuk setiap ¼ bagian diberikan tiga bulan sekali. 3. Pengendalian Gulma. Hama yang sering timbul adalah ulat gulung daun. Sedangkan penyakityang sering menyerang antara lain : Penyakit Layu Fusarium, Penyakit Layu Bakteri dan Penyakit Kerdil (Bunchy Top). Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan melalui penggunaan bibit sehat,mematikan sumber inokulum awal atau mengaplikasikan pengendalian hayati dengan introduksi agent antagonis seperti Trichoderma atau gliocladium. D. Panen. Panen dilakukan umur buah 100 hari dari saat bunga mekar, dengan cara memotong pangkal leher bunga. KEUNGGULAN PISANG RAJA BAGUS ASAL KERATON YOGYAKARTA Tanaman Pisang Raja Bagus merupakan tanaman asli dari Keraton Yogyakarta dan sudah ada sejak jaman dulu kala. Berdasar sejarah yang didapat dari Keraton Yogyakarta, Pisang Raja Bagus merupakan tanaman pisang koleksi Keraton Yogyakarta dan merupakan bahan atau sarana untuk melakukan ritual dan budaya di lingkungan Keraton Yogyakarta serta digunakan untuk keperluan upacara adat tradisional Masyarakat Jawa. Pisang Raja Bagus saat ini telah berkembang dengan baik dan merupakan salah satu kebanggaan Kota Yogyakarta. Untuk bibit sudah diperbanyak di UPT PELAYANAN PERTANIAN, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta melalui kultur jaringan .( Ir Sulistyawati Penyuluh Kota Yogyakarta)