Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) merupakan kelompok bakteri menguntungkan yang hidup di sekitar perakaran tanaman atau dikenal sebagai daerah rhizosfer. Mikroorganisme ini memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman, baik secara langsung dengan menyediakan unsur hara, maupun secara tidak langsung melalui perlindungan terhadap serangan penyakit.
Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pertanian ramah lingkungan, PGPR kini banyak dimanfaatkan sebagai biofertilizer alami. Kehadirannya mampu membantu tanaman tumbuh lebih optimal tanpa ketergantungan penuh pada pupuk kimia, sehingga mendukung sistem pertanian yang berkelanjutan dan lebih sehat bagi lingkungan.
Kandungan Utama dalam PGPR
1. Auksin (Indole Acetic Acid/IAA)
PGPR menghasilkan hormon pertumbuhan alami seperti auksin yang berperan merangsang pemanjangan akar, memperbanyak rambut akar, serta meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap air dan unsur hara. Akar yang tumbuh kuat dan sehat menjadi fondasi bagi pertumbuhan tanaman yang subur dan produktif.
2. Giberelin dan Sitokinin
Selain auksin, PGPR juga menghasilkan hormon giberelin dan sitokinin. Giberelin berfungsi mempercepat perkecambahan biji, pertumbuhan batang, dan pembungaan, sedangkan sitokinin berperan dalam pembelahan sel serta memperlambat proses penuaan daun, sehingga tanaman tampak lebih hijau dan produktif lebih lama.
3. Siderofor
PGPR menghasilkan senyawa siderofor yang mampu mengikat unsur besi (Fe) dari tanah, menjadikannya lebih mudah dimanfaatkan tanaman untuk proses fotosintesis. Selain itu, siderofor juga dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen yang membutuhkan besi, sehingga akar tanaman lebih terlindungi dari penyakit.
4. Enzim dan Antibiotik Alami
Beberapa strain PGPR menghasilkan enzim serta antibiotik alami yang berfungsi menekan pertumbuhan bakteri atau jamur patogen penyebab penyakit akar. Dengan begitu, sistem perakaran tanaman tetap sehat dan tidak mudah busuk.
5. Pelarut Fosfat dan Fiksasi Nitrogen
Banyak jenis PGPR mampu melarutkan fosfat yang terikat di dalam tanah sehingga lebih mudah diserap tanaman. Selain itu, beberapa jenis PGPR juga dapat bersimbiosis dengan akar tanaman untuk mengikat nitrogen dari udara, menyediakan unsur tersebut secara alami tanpa harus menambah pupuk kimia.
Manfaat PGPR bagi Kesuburan Tanaman
Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) memberikan berbagai manfaat penting bagi pertumbuhan dan kesuburan tanaman. Melalui beragam mekanisme biologis yang dimilikinya, PGPR mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara menyeluruh, mulai dari akar hingga daun.
Salah satu manfaat utama PGPR adalah kemampuannya mempercepat pertumbuhan akar, batang, dan daun. Hormon pertumbuhan alami yang dihasilkan, seperti auksin, giberelin, dan sitokinin, berperan dalam merangsang perkembangan jaringan tanaman, sehingga pertumbuhan menjadi lebih cepat dan seimbang. Akar yang lebih panjang dan banyak rambut akarnya menjadikan tanaman lebih efisien dalam menyerap air dan unsur hara dari tanah.
Selain itu, PGPR berkontribusi dalam meningkatkan ketersediaan unsur hara penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan besi (Fe). Melalui proses pelarutan fosfat dan fiksasi nitrogen, PGPR membantu menyediakan unsur hara dalam bentuk yang lebih mudah diserap oleh tanaman. Sementara itu, senyawa siderofor yang dihasilkan PGPR membantu mengikat besi dari tanah, menjadikannya tersedia untuk proses fotosintesis yang sangat dibutuhkan tanaman.
Dari segi fisiologis, tanaman yang mendapat dukungan PGPR cenderung memiliki daun yang lebih hijau, subur, dan tahan lama. Hal ini menandakan peningkatan efisiensi fotosintesis serta perbaikan kondisi fisiologis tanaman secara keseluruhan.
PGPR juga berperan penting dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit. Beberapa strain PGPR menghasilkan enzim dan antibiotik alami yang mampu menekan pertumbuhan mikroorganisme patogen penyebab penyakit akar. Dengan demikian, sistem perakaran tanaman tetap sehat dan kuat dalam mendukung pertumbuhan vegetatif maupun generatif.
Manfaat lain yang tak kalah penting adalah kemampuannya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Dengan keberadaan PGPR, kebutuhan pupuk anorganik dapat ditekan tanpa mengurangi hasil produksi, sehingga sistem pertanian menjadi lebih hemat, efisien, dan ramah lingkungan.
Secara keseluruhan, PGPR bukan sekadar mikroba yang hidup di sekitar akar tanaman, melainkan mitra alami yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem tanah. Dengan kemampuannya dalam menghasilkan hormon pertumbuhan, melindungi akar dari penyakit, serta meningkatkan penyerapan unsur hara, PGPR menjadi solusi inovatif untuk mewujudkan pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.