Pohon sempurna memiliki infloresensia yang terdiri dari beberapa bunga sempuma dan 1-4 bunga jantan. Masing-masing bunga tersebut bertangkai pendek. Berdasarkan bentuk bakal buah dan jumlah benang sarinya, bunga sempuma tersebut dibedakan menjadi bunga sempurna elongata, bunga sempuma pentandria, dan bunga sempuma antara. Bunga sempuma elongata mempunyai bakal buah berbentuk lonjong dan 10 benang sari yang tersusun melingkar pada bakal buah. Lima buah benang sari di antaranya bertangkai panjang dan lima buah benang sari lainnya bertangkai pendek. Bunga sempurna elongata ini akan menghasilkan buah yang berbentuk lonjong. Bunga sempuma pentandria mempunyai lima buah benang sari yang berfangkai agak pendek. Benang sari yang berjumlah lima inilah yang menyebabkan bunga ini dinamakan pentandria. Bakal buah jelas beraluran lima sampai bulat. Pada varietas pepaya berbuah bulat bentuk pentandria ini sulit untuk dibedakan dan alur buah sudah tidak jelas lagi. Pada varietas berbuah lonjong bentuk ini mudah dikenal. Bunga sempuma antara memiliki benang sari yang berbeda jumlahnya, antara 2-10 buah. Letak perlekatan benang sari pada bakal buah lebih rendah dibandingkan kepala putik sehingga bakal buah sering menjadi mengerut tidak rata. Demikian juga bentuk buahnya menjadi berkerut atau berbentuk panjang melengkung dengan ujung buah lancip. Munculnya ketiga bentuk bunga sempurna ini sangat dipengaruhi oleh ikiim di sekitar tempat tumbuhnya. Jika ikiim ratsepanjang tahun dan cocok bagi pertumbuhan tanaman maka pohon-pohon pepaya sempuma akan menghasilkan bunga dan buah elongata dan bentuk antara. Jika ikiim tidak rata dan terjadi perubahan agak lama maka pohon pepaya sempurna itu akan menghasilkan buah elongata, buah antara, dan buah pentandria. Sumber : Bertanam Pepaya, Penebar Swadaya