Kegiatan Talk Show Milenial Agriculture Forum (MAF) Program Youth Entrepreneurship and Employmaent Support Service (YESS) Tahun 2023 dilaksanakan di BDSP BPP Kecamatan Lau Kabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan (Rabu, 21/6). Kegiatan ini di laksanakan secara offline dan online, yang di ikuti oleh peserta dari Petani Milenial, Penyuluh Pertanian Lapangan, Fasilitator Muda dan DIT Kabupaten Maros. Bertindak sebagai moderator : Muammar, SE dengan menghadirkan Narasumber: Abdul Kadir (Manajer Bisnis ULaMM PT. Permodalan Nasional Madani (PNM)) Makassar; Lutfi J (Legal & License PT Japfa Comfeed tbk (offtaker)); Nurlia (Penerima Manfaat (local campion)) dan Wahida, SP., M.Si,. (Koordinator BPP Lau). Kegiatan yang mengusung tema “Kupas Tuntas Kredit Permodalan Nasional Madani (PNM)” diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para petani milenial di seluruh Indonesia, khususnya petani yg berada di Kabupaten Maros untuk dapat memanfaatkan akses pembiayaan di Lembaga perbankan dan Non perbankan, selain itu dapat menambah wawasan para petani milenial, bahwa akses kredit di perbankan bukan hal sulit sperti yang ada dalam pikiran mereka selama ini. Pada kesempatan ini Abdul Kadir menyampaikan salah satu program di PNM yaitu Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar), merupan layanan pembiayaan berbasis kelompok yang diperuntukkan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro. Setiap kelompoknya berisi 10 hingga 30 anggota. PNM Mekaar bisa diakses oleh mereka yang ingin memulai usaha ataupun mengembangkan usaha. PNM Mekaar bisa diakses oleh mereka yang ingin memulai usaha ataupun mengembangkan usaha. Untuk jumlah pembiayaannya mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. Program pembiayaan milik badan usaha milik negara (BUMN) ini diberikan secara bertahap tanpa jaminan. Sementara itu Lutfi dari Japfa menawarkan Kerjasama dengan petani untuk pemasaran produk mereka. Pada kesempatan yang sama Koordinator BPP Lau menyampaikan terkait dengan adanya Klinik Agribisnis Pojok Kredit di BPP sangat berdampak dalam memberdayakan petani milenial pada khususnya dan petani di daerah secara umum untuk mengakses perbankan atau KUR. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena di setiap Kecamatan petani berkonsultasi mengenai masalah pendanaan usahanya, dan tidak lagi terhambat dalam mengakses pembiayaan. Yang menjadi kekhawatiran petani selama ini adalah tidak jelasnya pangsa pasar, kurangnya modal, petani muda yang semakin berkurang dan managemen usaha petani yang masih kurang. Dengan adanya Program YESS, secara perlahan sekarang semua bisa diatasi. Meskipun demikian para petani milenial tidak serta merta dapat mengakses program pendanaan dari program Yess tsb. Mereka terlebih dahulu harus dilatih dan dimagangkan agar dapat mengelola pendanaan dan memanjemen usaha yg mereka jalankan. Mereka jg dilatih bagaimana mengakses KUR. Petani milenial yg direkrut ada yg betul2 masih petani pemula yg diharapkan dapat terjun ke dunia pertanian sebagai regenarasi dari petani kolonial. Jumlah Calon Penerima Manfaat di Kab. Maros sampai Tahun 2023 sebanyak 5.430 orang. Sedangkan yang terdaftar sebagai Penerima Manfaat sampai Tahun 2023 sebanyak 3.723 orang. Sementara Penerima HK sampai tahun 2023 sebanyak 95 orang, dengan total dana yg diperoleh sejak tahun 2022 sampai 2023 kurang lebih 2 milyar. Melihat perbandingan jumlah penerima manfaat dengan Penerima HK (95 org) tentu saja sangat jauh. Dengan adanya peluang mengakses dana dari Kredit Permodalan kepada petani milenial, ini menjadi alternatif pendanaan sehingga tidak terlalu mengharap bantuan hibah dari pemerintah secara langsung, yang jumlahnya terbatas. Petani milenial dapat memanfaatkan kredit perbankan dan Non perbankan yg ada. Disusun oleh : Wahida, SP., M.Si Penyuluh Pertanian Ahli Madya Koordinator BPP Kecamatan Lau Kabupaten Maros - Sul-Sel