Selasa (15/03/2023)- Berawal dari Kaji Terap Pengenalan VUB Inpari 42 Agritan GSR tahun 2018 bersama BPTP Jatim di Desa Gapura Tengah, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, peningkatan produktivitas padi nyata terjadi. Bilamana dengan varietas padi sebelumnya hanya mampu mencapai produktivitas berkisar di 6,5 ton per hektar, dengan Inpari 42 Agritan GSR petani mampu mencapai produktivitas sekitar 8 ton lebih per hektar. Hal ini membawa dampak positif berupa berkembangnya Inpari 42 Agritan GSR ke beberapa desa di Kecamatan Gapura, bahkan semakin meluas ke Kecamatan lainnya secara pesat di Kabupaten Sumenep. Fenomena ini ditangkap sebagai peluang oleh poktan Budi Setia untuk memulai usaha penangkaran benih padi yang dikhususkan pada penyediaan benih Inpari 42 Agritan GSR. Sebagai bentuk rasa syukur, tahun ini Poktan Budi Setia menggelar event Panen Raya dan Temu Lapang secara swadaya. Event ini dimeriahkan oleh kehadiran Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Jawa Timur, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep dan Forpimka Kecamatan Gapura. Panen Raya dan Temu Lapang ini merupakan puncak dari serangkaian kegitan Kaji Terap yang dilakukan oleh anggota poktan Budi Setia dan beberapa poktan lainnya di Desa Gapura Barat. Mulanya, poktan Budi Setia dan beberapa poktan disekitarnya sepakat mengadakan kegiatan tanam bersama padi Inpari 42 Agritan GSR menggunakan teknologi yang direkomendasikan oleh petugas penyuluh lapangan dan atas pendampingan BSIP Jawa Timur seluas 40 Hektar berupa hamparan. Beberapa teknologi yang digunakan diantaranya seleksi benih, tanam bibit muda, aplikasi Agen Pengendali Hayati (APH) bakteri Pseudomonas fluorescens saat pindah tanam untuk pengendalian penyakit, Fermentasi Urin Sapi (Ferinsa) Plus, pupuk hayati bakteri Fotosintesis, dan APH jamur Beauveria bassiana untuk pengendalian hama. Kepala BSIP, Dr. Atekan, SP, M.Si sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Saya berharap dengan acara panen raya ini, produksi padi akan semakin melimpah dan ketersediaan pangan bisa terus terjaga” ucap beliau. Tak hanya itu, beliau kembali mengapresiasi kerja keras petani dengan menyerahkan benih Inpari 48 Blast label putih secara simbolis kepada ketua poktan Budi Setia untuk dilakukan penangkaran dan pengembangan lebih lanjut. Salah satu varietas baru ini memiliki beberapa keuntungan diantaranya produkvitas tinggi, ukuran bulir lebih besar, tahan wereng coklat, agak tahan terhadadap hawar daun bakteri dan sesuai namanya tahan terhadap penyakit blast. Sementara itu, Arif Firmanto, S.TP, M.Si, Kepala DKPP Kabupaten Sumenepn dalam sambutannya menyapaikan bahwa Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi kegiatan kaji terap sebagia wujud nyata kontribusi terhadap kemajuan pertanian dan peningkatan produktivitas yang berkelanjutan. Acara Temu Lapang diakhiri dengan kegiatan diskusi yang dipandu langsung oleh penyuluh senior BSIP Jawa Timur, Ir. Tini Siniati Koesno, M.Si. Diskusi berlangsung interaktif dan mendapatkan feedback yang baik dari peserta. Ditulis oleh: DELLY HOS KAPILA, SP Penyuluh Pertanian Kecamatan Gapura