Pola Tanam Kapas-Palawija adalah tata tanam antara kapas dan palawaija dalam satu musim tanam pada sebidang lahan, baik secara tumpang sari maupun bergilir/tumpang gilir, bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani di samping untuk mengurangi resiko usaha tani bila salah satu dari tanaman yang di usahakan mengalami kegagalan. Tumpang Gilir Kapas-Palawija Tumpang Gilir Kapas-Palawija adalah penanaman Kapas dan Palawija yang di tanam pada lahan yang sama pada waktu yang berbeda. Pola tanam ini dapat di lakukan bersama dan atau bergiliran. Secara bersisipan, dimana tanaman ke dua (kapas atau palawija ) di tanam menjelang tanaman ke dua (kapas atau palawija ) di panen. Secara begiliran, di mana tanaman ke dua (kapas atau palawija) di tanam setelah tanaman pertama ( kapas atau palawija ) di panen. Tumpangsari Kapas-Palawija Tumpangsari Kapas- Palawija adalah tanaman kapas dan palawija yang di tanam pada lahan yang sama pada waktu yang bersamaan. Pola tanam ini dapat dilakukan secara strip cropping atau Tanam Berjalur. Penetapan Pola Tanam Jika wilayah pertanaman kapas lama musim hujan kurang/sama dengan 11 dekade ( 110 hari ), maka di lakukan penanaman tumpangsari secara strip cropping. Saat tanam kapas bersamaan dengan palawija yaitu pada awal musim hujan Setelah palawija I di panen, dapat di tanam palawija II apabila curah hujan masih memungkinkan. Jika di wilayah pertanaman kapas lama musim hujan 12 dekade ( 120 hari ), maka di lakukan pergiliran atau tumpangsari antara palawija dengan tanaman kapas dengan ketentuan kapas di tanam 1 bulan sebelum palawija dipanen Penetapan waktu tanam berpedoman pada data prakiraan cuaca dan musim yang di buat BMG. Pola Pengembangan Pola P2WK.Penyelenggarakan tanam kapas pola P2WK di tetapkan sebagai berikut : Ketentuan pola ini adalah, setiap selang 20 baris tanaman kapas di tanami 5 baris tanaman jagung atau setiap selang 16 tanaman kapas di tanami 4 baris tanaman jagung, atau setiap 8 baris tanaman kapas di tanami 2 baris tanaman jagung dan antara 2 baris tanaman kapas di tanami 2 baris kacang hijau genjah. Jarak tanam antara baris kapas 100-120 cm, jagung 80-100 cm dan di dalam barisan kapas/ jagung 25-40 cm. sedang tanaman kacang hijau genjah yang di tanam di antara barisan tanaman kapas adalah 20-25 cm. Pada pola ini kapas menempati areal 80 % dan tanaman jagung menempati 20 %. Pola non P2WK. Pola 6(2)3, dimaksudkan 6 baris kapas di seling 3 baris jagung dan di antara baris kapas di isi dengan 2 baris kacang hijau. Jarak tanam kapas 120 X 25 cm, jarak tanam jagung 80 X 25 cm, dan jarak tanam kacang hijau 20 X 20 cm. Pola tanam ini kapas menepati 70 %, sedangkan jagung menepati 30%. Pola 6(1)9, dimaksud 6 baris kapas jarak tanam 120 X 25 cm, diselingi 9 baris jagung , jarak tanam 80 X 25 cm dan di antara baris kapas diisi dengan 1 baris kacang hijau. jarak tanama 20 cm. Pola tanam 6(1)9, kapas menepati 40 %, sedangkan jagung 60 %. Cara Penanaman Tanaman Kapas sebagai tanaman pokok di tanam secara strip cropping dengan jagung dan kacang hijau genjah. Untuk pola 6(2)3, 6 baris kapas di tanam di antara 3 baris jagung dan 2 baris kacang hijau di tanam di antara 1 baris kapas. Sedangkan untuk pola 6(1)9, 6 baris kapas di tanam 9 baris jagung dan 1 baris kacang hijau di tanam di antara 1 baris kapas. Penanaman di lakukan dengan cara di tugal pada ke dalaman sekitar 3-7 cm pada larikan yang lebih di beri pupuk N ( Urea ) sehari sebelumnya atau waktu pengolahan tanah terahir. (Shalimar Andaya Nia) Sumber: Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan, Petunjuk Teknis Budidaya Kapas, Jakarta, 1996.