Pola Tanam Terpadu Mampu Tingkatkan Produktifitas Padi di Kabupaten Aceh Tengah Penerapan Pola Tanam Terpadu ( PTT ) Padi pada lahan sawah di beberapa kecamatan di kabupaten Aceh Tengah terbukti mampu meningkatkan produktifitas padi di Dataran Tinggi Gayo ini. Pola Tanam Terpadu yang meliputi penggunaan benih varietas unggul, sistem tanam jajar legowo, pemupukan berimbang dan pengendalian hama penyakit tanaman terpadu yang telah diterapkan melalui kegiatan demplot kaji terap di kecamatan Celala, Silih Nara, Rusip Antara dan Pegasing mampu menghasilkan produksi antara 7,2 “ 8, 2 Ton Gabah Kering Panen per Hektare, sementara pola tanam konvensional dengan menggunakan varietas lokal hanya mampu mencapai produksi maksimal 4,2 Ton per hektare, berarti dengan penerapan pola tanam terpadu ini mampu meningkatkan produktifitas antara 70 “ 90%. Memasuki bulan Mei dan Juni 2012 ini Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan melalui kegiatan pengawalan program Peningkatan Produksi Beras nasional ( P2BN ) telah melakukan beberapa kali panen perdana di lahan kaji terap yang dilaksanakan oleh balai Penyuluhan Kecamatan. Pada panen perdana yang dilaksanakan hari Rabu (23/5) di kecamatan Celala mampu menghasilkan produksi 8,2 ton/ha, sementara panen perdana di kecamatan Silih Nara (5/6) menghasilkan produksi 7,5 ton/ha, sedangkan pada panen perdana hari ini (13/6) di kecamatan Pegasing mampu menghasilkan produksi 7,2 ton/ha. Dalam berbagai kesempatan panen perdana di beberapa kecamatan yang telah menerapkan pola tanam terpadu, Kepala Badan Penyuluhan dan Ketahahanan Pangan, Adiyan, SE menyampaikan rasa terima kasih dan memberikan apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan oleh para Kepala Balai Penyuluhan Kecamatan beserta jajaran penyuluhnya seraya mengajak semua petani untuk terus berupaya meningkatkan produksi beras di kabupaten Aceh Tengah melalui berbagai cara, diantaranya dengan penerapan Pola Pengelolaan Tanaman Terpadu ( PTT ) dan peningkatan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua kali tanam per tahun. Lebih lanjut Adiyan mengatakan bahwa tingkat konsumsi penduduk Kabupaten Aceh Tengah mencapai 28.488 ton beras per tahun, sementara produksi beras hanya 22.992 ton beras per tahun, sehingga sampai dengan saat ini kabupaten Aceh Tengah masih kekurangan 6.486 ton beras atau setara 10.880 ton Gabah Kering Giling. Kekurangan tersebut sampai dengan saat ini masih disuplai pasokan dari luar daerah. Kepada para ketua kelompok tani yang ikut hadir dalam berbagai kesempatan acara panen perdana, Kepala Badan Penyuluhan mengharapkan agar pada bulan Agustus mendatang, para petani dapat melaksanakan tanam padi serentak sebagai upaya untuk mengoptimalkan pembinaan dan penyuluhan serta meminimalisir dampak serangan hama dan penyakit tanaman. Selain itu beliau juga mengharapkan agar keberadaan kejuruen belang kembali di aktifkan sebagai salah satu mitra bagi para penyuluh dalam melaksanakan tugas pembinaan dan penyuluhan serta menentukan awal musim tanam padi di daerah tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian, Nasiruddin SK juga menghimbau kepada para petani untuk terus melakukan upaya-upaya signifikan dalam rangka peningkatan produksi beras. Lebih lanjut Nasiruddin mengatakan bahwa pada tahun-tahun yang akan datang pengelolaan irigasi akan dilakukan bersama oleh Dinas Pertanian dan Dinas Pengairan, sehingga kendala kekurangan air yang selama ini dihadapi petani, secara bertahap akan teratasi. (Tamrin, SP)