Loading...

POTENSI PENGEMBANGAN PENANAMAN LADA PERDU SKALA RUMAH TANGGA

POTENSI PENGEMBANGAN PENANAMAN LADA PERDU SKALA RUMAH TANGGA
Lada merupakan salah satu jenis rempah yang paling penting di antara rempah-rempah lainnya baik ditinjau dari segi perannya dalam menyumbangkan devisa negara maupun dari segi kegunaannya yang sangat khas dan tidak dapat digantikan dengan rempah lainnya, dan diberi julukan King of Spices. Di Indonesia, sentra tanaman lada banyak terdapat di provinsi Bangka Belitung, Lampung, dan Kalimantan.Perbanyakan tanaman lada bisa dilakukan dengan cara generatif (biji) dan vegetatif (stek). Perbanyakan generatif biasanya dilakukan oleh lembaga penelitian untuk menghasilkan tanaman hibrida dan varietas baru yang bersifat unggul serta keanekaragaman genetik. Tetapi pada umumnya perbanyakan tanaman lada dilakukan dengan cara vegetatif yaitu stek karena dianggap paling efektif dan efisien (Nurhakim, 2014).Sekarang ini tanaman lada banyak dikembangkan menjadi lada perdu, tanaman lada ini tumbuh tidak menjalar serta tidak membutuhkan tiang panjat. Tanaman lada ini berbeda dari tanaman lada biasanya karena tanamaan lada perdu ini tidak mempunyai sulur panjat sehingga dapat tumbuh tanpa tiang panjat. Bahan tanam yang digunakan untuk membuat lada perdu ini berasal dari cabang buah, sehingga akan membentuk perdu tidak menjalar.Tanaman lada perdu ini cocok untuk dikembangkan untuk skala rumah tangga dan sekarang ini banyak dibudidayakan oleh masyrakat di perkotaan dengan memanfaatkan lahan pekarangan sempit atau terbatas. Keunggulan dalam budidaya lada perdu ini tanaman akan cepat berbuah, dan biaya produksi yang diperlukan lebih rendah sehingga keuntungan lebih besar. Tak heran jikapeluang usaha budidaya lada perdukini banyak dijalankan oleh masyarakat di perkotaan. Cara budidayaan tanaman lada perdu ini sangatlah mudah, budidaya lada perdu ini dapat ditanam dalam pot ataupun polybag. Untuk skala rumah tangga, dengan menanam minimal 10 pot atau polybag, diharapkan dapat memenuhi kebutan bumbu dapur sehari-hari, sehingga ibu rumah tangga tidak perlu lagi untuk membeli di warung.Disusun oleh : Edwin Herdiansyah, Maryanto, Nasriati, Tri Kusnanto