Sabut merupakan bagian yang cukup besar dari buah kelapa, yaitu 35% dari bobot keseluruhan buah. Sabut kelapa terdiri atas serat dan gabus yang menghubungkan satu serat dengan serat lainnya. Serat merupakan bagian yang berharga dari sabut dimana setiap butir kelapa mengandung serat ±525 gram (75% dari sabut), dan gabus ±175 gram (25% dari sabut). Faktor yang mempengaruhi mutu bahan baku serat sabut, yaitu komposisi kimia seratnya. Serat dari kelapa dalam memiliki kandungan selulosa, pentose, lignin yang kebih tinggi dibandingkan kelapa genjah dan hibrida, sadangkan kadar abunya lebih rendah. Kondisi tersebut menyebabkan kelapa dalam memiliki mutu yang lebuh baik sebagai bahan baku serat sabut. Mutu tertinggi produk serat dicapai pada saat umur buah 13 bulan. Pada umur tersebut pertumbuhan buah sudah berhenti, kadar air sabut sudah menurun, dan kandungan abunya relatif rendah. Produk primer pengolahan sabut kelapa terdiri atas serat (serat panjang), bristle (serat halus dan pendek), dan serbuk sabut atau coco dust. Serat dapat diproses menjadi geotekstil, serat berkaret, matras, karpet, dan produk-produk kerajinan/industri rumah tangga. Geotekstil banyak digunakan untukperbaikan tanah pada bendungan, saluran air, dan lain-lain, sedangkan matras dan serat berkaret banyak digunakan dalam industry jok, kasur, dan pelapis panas. Serat sabut kelapa memiliki keunggulan dibandingkan dengan produk substitusinya, terutama serat sintesis, yaitu (1) memiliki daya serap air yang sangat tinggi ; (2) memiliki sifat material yang ramah terhadap lingkungan ; (3) memiliki daya serap panas yang sangat tinggi ; (4) proses pengolahannya tidak mencemari lingkungan ; (5) menggunakan mesin pengolah yang relatif sederhana ; dan (6) memiliki potensi pasar yang sangat besar, baik di pasar domestic maupun di pasar ekspor. Serbuk sabut (coco-dust) banyak digunakan untuk media pertumbuhan tanaman sebagai substitusi gambut alam karena sifatnya yang mampu menyerap air dalam jumlah yang besar, dan memiliki struktur yang memudahkan sirkulasi udara sehingga pernapasan akar tanaman lebih baik. Produk serbuk sabut komersial yang telah dikembangkan adalah cocopeat (untuk media pertumbuhan tanaman) dan cocomix (untuk media pertumbuhan tanaman dan sekaligus sebagai pupuk). Selain itu, serbuk sabut dapat diolah bersama bristle menjadi hardboard. Sumber : Agro Inovasi