Loading...

POTENSI SEKOLAH TINGGI PENYULUH PERTANIAN DALAM MENCETAK SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN YANG HANDAL

POTENSI SEKOLAH TINGGI PENYULUH PERTANIAN DALAM MENCETAK SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN YANG HANDAL
Dalam rangka menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat, lingkungan maupun dengan media massa (pers) maka Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian melaksanakan kunjungan pers melibatkan Penanggung Jawab/ Pelaksana Kehumasan/ Fungsional Pranata Kehumasan dilingkup Eselon I Kementerian Pertanian serta wartawan dari media massa baik cetak maupun online. Kunjungan Pers Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dilaksanakan pada tanggal 20 s/d 22 April 2016. Tujuan kunjungan pers tahun ini adalah Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Yogyakarta dan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang di Yoyakarta. Hal ini dilakukan salah satunya untuk mempublikasikan keberhasilan Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian khususnya Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Yogyakarta dan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang di Yoyakarta yang telah mencetak penyuluh-penyuluh handal di bidang pertanian dan peternakan.Penyuluhan pertanian sebagai bagian integral pembangunan pertanian merupakan salah satu upaya pemberdayaan petani dan pelaku usaha pertanian lain untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan dan kesejahteraannya. Untuk itu kegiatan penyuluhan pertanian diharapkan dapat mengakomodasikan aspirasi dan peran aktif petani dan pelaku usaha pertanian lainnya melalui pendekatan partisipatif. Pengembangan pembangunan pertanian di masa mendatang perlu memberikan perhatian yang khusus terhadap penyuluhan pertanian, karena penyuluhan pertanian merupakan salah satu kegiatan yang strategis dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan pertanian. Melalui kegiatan penyuluhan, petani ditingkatkan kemampuannya agar dapat mengelola usaha taninya dengan produktif, efisien dan menguntungkan, sehingga petani dan keluarganya dapat meningkatkan kesejahteraanya. Meningkatnya kesejahteraan petani dan keluarganya adalah tujuan utama dari pembangunan pertanian.Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Yogyakarta dan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang di Yoyakarta adalah salah satu perguruan tinggi kedinasan di lingkungan Kementerian Pertanian, yang bertugas melaksanakan pendidikan profesional di bidang penyuluhan pertanian. Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STTP) memiliki tugas untuk melaksanakan penyelenggaraan pendidikan profesional di bidang penyuluhan pertanian dan peternakan serta melaksanakan pendidikan dan pelatihan fungsional Rumpun Ilmu Hayat Pertanian (RIHP).Keberadaan STPP Magelang diawali dengan dibukanya program studi jenjang diploma tiga pendidikan dan pelatihan ahli penyuluhan pertanian pada 1987 yang merupakan peralihan dari Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Negeri Yogyakarta, yang didirikan saat itu untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh para petani dan seluruh aparat Departemen Pertanian terutama untuk penyediaan penyuluh pertanian lapangan dalam mewujudkan swasembada beras.Mulai tahun ajaran 1992/1993 maka diklat penyuluhan pertanian diubah menjadi Akademi Penyuluhan Pertanian atau APP Yogyakarta dengan masa studi selama tiga tahun melalui program ahli madya diploma tiga. Pada 2002 APP Yogyakarta direvitalisasi menjadi STPP Magelang berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) No 58/2002 dan SK Mentan (Kepmen) No 53/2002 tanggal 24 September 2002. Dengan sistem pembelajaran berbasis kompetensi, STPP Magelang mencetak sarjana sains terapan yang ahli di bidang penyuluhan pertanian dan penyuluhan peternakan dengan kemampuan teknis dan manajerial yang andal di bidangnya.Total mahasiswa di STPP Magelang saat ini mencapai 475 orang terdiri atas 225 mengikuti program studi penyuluhan pertanian dan 220 penyuluh peternakan, yang sebagian besar adalah PNS yang mengikuti tugas belajar, dan 219 mahasiswa non-PNS atau umum dari tingkat satu hingga tingkat empat.Selain kunjungan ke Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian, dilaksanakan pula kunjungan ke BKPP Playen Gunung Kidul dan P4S Amulat Gunung Kidul serta Gapoktan Dua Putri. Kunjungan Pers dibuka oleh Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian didamping oleh Kepala STTP dan dihadiri oleh Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian serta pejabat eselon III dan IV lingkup BPPSDMP. Pada pembukaan kunjungan pers ini Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian, Dr. Agung Hendriadi, M.Eng menyampaikan Paradigma baru kehumasan dimana pemberitaan yang bersifat proaktif mempunyai bobot yang lebih besar dibandingkan dengan pemberitaan yang bersifat reaktif. Pesan kunci pemberitaan di Kementerian Pertanian pada saat ini adalah kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani, penguasaan isu-isu terkini, adanya kehadiran dari Kementerian Pertanian dalam menderaskan pemberitaan dan pembangunan opini publik berdasarkan fakta dan merespon cepat opini publik dalam hal ini diperlukan penguasaan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, akurat dan bertanggung jawab. Selain itu dalam hal penyampaian informasi harus cerdas, kreatif dan inovatif dalam pengelolaan dan penyampaian informasi publik, serta pelayanan yang responsif.Diharapkan melalui kegiatan ini dapat terwujud persamaan persepsi serta, peningkatan wawasan bagi para pelaksana kehumasan dan media massa sebagai salah satu kunci dalam menyampaikan informasi dan opini publik khususnya tentang program dan kebijakan BPPSDMP dalam melaksanakan peran penyuluhan, pelatihan dan pendidikan dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia yang handal dan berdaya saing. (Nurlaily).