Penulis Agus/PPL Peternakan Merauke, Pito/PPL Pusat Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan generasi muda Indonesia, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program makan gratis bagi anak sekolah. Program ini tidak hanya menjadi solusi penting bagi pemenuhan gizi para siswa, tetapi juga membuka peluang besar bagi sektor peternakan. Peternak, sebagai pemasok utama daging, telur, dan susu, memiliki peran penting dalam menyuplai kebutuhan gizi siswa di seluruh Indonesia, termasuk di Papua. Meningkatkan Permintaan Produk Peternakan Program makan gratis ini diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat, terutama di kalangan anak-anak sekolah, mengenai pentingnya makanan bergizi untuk mendukung kesehatan dan efektivitas belajar mereka. Dengan pemenuhan gizi yang baik, daya tahan tubuh siswa akan meningkat, serta kemampuan mereka untuk berkonsentrasi dan belajar dengan optimal. Tidak hanya itu, program ini juga diprediksi akan meningkatkan permintaan akan produk peternakan sebagai sumber protein, seperti daging, telur, dan susu, yang merupakan bagian penting dari makanan bergizi. Meningkatnya permintaan produk peternakan di masa depan akan membuka peluang besar bagi para peternak lokal untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, untuk memastikan peternakan dapat berkembang dengan baik dan dapat menyuplai pasar, salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah menyiapkan generasi muda yang terampil di bidang peternakan. Menyiapkan Generasi Muda Peternak Trampil Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu ada upaya nyata dalam menyiapkan anak-anak muda Papua agar menjadi peternak terampil. Salah satunya adalah dengan melakukan pendampingan serta memberikan keterampilan praktis melalui program magang dan pelatihan yang relevan. Hal ini telah dilakukan di Distrik Malind, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, di mana penyuluh peternakan berperan aktif dalam mendampingi anak-anak muda setempat. Agus, seorang penyuluh peternakan di Distrik Malind, menjelaskan bahwa salah satu kelompok anak muda yang terlibat dalam magang/pelatihan adalah siswa dari SMK Negeri 4 Kehutanan dan Perkebunan Merauke. Para siswa ini mengikuti magang dalam pengelolaan peternakan pedaging, di mana mereka diberikan berbagai materi yang sangat berguna dalam dunia peternakan. Menurut Suryani (2018), pendampingan personal atau kelompok kecil dapat mempercepat proses pemahaman, memperbaiki keterampilan praktis, serta meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan individual peserta didik, baik dalam bentuk penjelasan tambahan maupun feedback konstruktif, memberikan dampak positif dalam memfasilitasi pemahaman dan penguasaan materi pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa pendampingan bukan hanya sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga memperkuat proses internalisasi materi oleh peserta didik. Pendampingan kepada anak didik dalam konteks pelatihan terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan materi yang diajarkan. Proses pendampingan yang dilakukan secara intensif dan terstruktur memungkinkan anak didik untuk memahami konsep-konsep yang sulit dan mempraktikkan keterampilan yang diperlukan. Sementara itu Murwati dkk. (2017) dari penelitiannya mengungkapkan bahwa pendampingan tinkat pengetahuan peesrta dari 26,66% menjadi 86,67%, sikap yang lebih baaik terhadap teknologi budidaya ubi kayu dari 33,34% menjadi 73,34%, ketrampilan dalam budidaya meningkat menjadi 60% dari sebelumnya yang belum membudidayakan ubi kayu. Hasilda, dkk. (2019) menekankan pentingnya peran penyuluh dalam mentransfer teknologi pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Selanjutnya Wylla SM dkk. Dalam tulisannya menggungkapkan bahwa pendampingan terbukti meningkatkan pemahaman dan praktik pertanian berkelanjutan di kalangan petani perkotaan. Peran penyuluh pertanian juga sangat penting dalam mendampingi petani milenial (Nurida, Baruwadi, Ikbal, 2024). Pada baian lain dikatakan rendahnya minat petani milenial dalam adopsi teknologi dan informasi dapat diatasi melalui pendampingan yang efektif. Hal ini penting untuk mendukung regenerasi petani dan meningkatkan produktivitas pertanian. Materi Pelatihan Peternakan yang Diberikan Materi yang disampaikan meliputi berbagai aspek penting dalam pengelolaan peternakan, seperti kebersihan kandang, kesehatan ternak, pengolahan hijauan pakan ternak, serta pemberian pakan yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan penggemukan ternak. Pendampingan ini tidak hanya diikuti oleh siswa laki-laki, tetapi juga oleh siswa perempuan, yang menunjukkan bahwa peternakan adalah bidang yang terbuka untuk semua kalangan, tanpa memandang gender. Selama program magang yang berlangsung selama tiga bulan, para peserta belajar langsung di lapangan dan diajarkan cara-cara praktis dalam mengelola ternak. Mereka juga dilibatkan dalam kegiatan bercocok tanam hijauan pakan ternak, yang menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan pakan yang berkualitas. Kegiatan ini sangat disambut dengan antusias oleh para peserta, yang menunjukkan semangat dan komitmen tinggi dalam mengikuti seluruh materi yang diberikan. Menghadirkan Jiwa Peternak di Merauke Dengan adanya program pelatihan dan magang ini, diharapkan para peserta dapat menanamkan jiwa-jiwa peternak yang berkompeten, terutama di kalangan putra-putri asli Papua. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa generasi muda Papua memiliki keterampilan yang memadai untuk mengelola peternakan secara profesional dan berkelanjutan. Tidak hanya itu, program ini juga diharapkan dapat mendorong para pemuda di Papua untuk melihat peternakan sebagai sebuah peluang usaha yang menjanjikan. Dengan keterampilan yang mereka dapatkan, mereka diharapkan dapat berperan aktif dalam meningkatkan produksi dan kualitas produk peternakan di daerah mereka, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat. Kesimpulan Program makan gratis yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto memberikan peluang besar bagi sektor peternakan, khususnya bagi para peternak muda di Papua. Melalui pendampingan dan pelatihan yang dilakukan oleh penyuluh peternakan, diharapkan generasi muda Papua dapat menjadi peternak terampil yang mampu memenuhi kebutuhan pasar akan produk peternakan. Program ini bukan hanya akan meningkatkan kualitas gizi siswa, tetapi juga menjadi langkah konkret untuk menciptakan peternak profesional yang berperan penting dalam pembangunan ekonomi daerah Papua. Referensi Haslinda, Sahabuddin Toha, & Abdul Azis Ambar. (2019). Efektivitas Penyuluh Pertanian dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Jagung Hibrida di Kota Parepare. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 5(1), S145–S149. Murwati, Charisnalia, Erdiansyah 2017, Persepsi Petani Terhadap Pendampingan Teknologi Pendampingan Teknologi budidaya Ubi Kayu di Gunung Kidul, Prosiding Seminar Nasional Agroinovasi Spesifik Lokasi Untuk Ketahanan Pangan Pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN Nurida, Baruwadi, & Ikbal Bahua. (2024). Peran Penyuluh Pertanian dalam Pendampingan Petani Milenial. Jurnal Penyuluhan, 20(1), 84–95. Suryani, 2018, Pemanfaatan E-book sebagai Sumber Belajar Mandiri bagi Siswa SMA/SMK/MA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, Universitas Pendidikan Ganesya