Loading...

Praktek Dan Cara Membuat Mol Di Kwt Karya Tani Kel. Purbalingga Kidul Kec. Purbalingga

Praktek Dan Cara Membuat Mol  Di Kwt Karya Tani Kel. Purbalingga Kidul Kec. Purbalingga
KWT Karya Tani Kel. Purbalingga Kidul belum memanfaatkan sampah rumah tangga terutama sampah oganik untuk pembuatan MOL/pupuk organik cair, kebanyakan dari mereka membuang begitu saja sampah rumah tangga tanpa dimanfaatkan. Padahal dengan adanya MOL/pupuk organik cair selain dapat menyuburkan tanaman juga dapat menambah penghasilan. Setiap anggota bisa membuat dan menjual kepada anggota KWT dengan harga setiap botol aqua isi 600 ml Rp. 10.000,-. Oleh karena manfaat dan dapat menambah penghasilan, maka anggota KWT bersam- sama praktek membuat MOL / pupuk organik cair. Dibawah ini cara - cara membuat MOL /pupuk organik cair : MOL Buah-buahan I Bahan-bahan : Buah-buahan yang sudah busuk. Bisa buah apa saja: pepaya, pisang, mangga, apel, salak dan lain-lain sebanyak 5kg. Air kelapa 10 butir. Gula jawa 1 kg. Cara Pembuatan: Limbah buah-buahan dihaluskan. Bisa dengan cara ditumbuk atau diparut. Masukkan ke dalam dalam tempat (drum) Tambahkan air kelapa. Tambahkan gula. Semua bahan diaduk sampai tercampur merata. Tutup drum dengan penutu. Beri lubang untuk aerasi. Lubang aerasi ini bisa menggunakan selang agar tidak dimasukki oleh lalat atau serangga lain. Semua bahan kemudian difermentasi selama 2 minggu sebelum digunakan. Penggunaan MOL ini bisa digunakan untuk pengomposan maupun untuk penyemprotan ke tanaman. Untuk pengomposan: encerkan larutan fermentasi sebayak 5 xnya. Kemudian disemprotkan ke bahan-bahan yang akan dikomposkan. Untuk penyemprotan tanaman: larutkan larutan fermentasi sebanyak 30 kali. Penyemprotan dilakukan pada pagi hari atau sore hari ke permukaan daun. Penyemprotan dilakukan berselang 2 minggu. MOL Nasi I Bahan dan Alat : Nasi segar, bukan nasi yang sudah basi Seresah bambu atau potongan bambu yang sedang melapuk. Bukan yang masih segar dan baru diambil dari pohonnya. 5 liter Air bersih atau air cucian beras yang telah diberi gula merah sebanyak 3-5%. Kotak kayu atau tempat lain yang cukup lembab dan terlindung. Bisa pakai kardus juga. Cara Pembuatan : Masukkan seresah bambu yang sedang melapuk ke dalam kotak. Masukkan nasi ke dalam kotak. Kotak didiamkan di tempat yang sejuk, lembab, dan terlindung dari sinar matahari selama seminggu. Ambil nasi yang telah ditumbuhi jamur dan masukkan ke dalam air beras yang telah diberi gula merah. Larutkan nasi tersebut di dalam air beras. Simpan di dalam botol/jerigen. Tutup jeringen diberi selang untuk aerasi. Ujung selang dimasukkan ke dalam botol berisi air. Tambahkan alkohol/ sprirtus /kaporit/ pemutih pakaian ke dalam air botol terebut untuk menjaga agar tidak terkontaminasi. Biarkan selama satu minggu. Setelah satu minggu MOL bisa dipakai. MOL Nasi II Pembuatan MOL ini diperoleh dari petani di Brastagi, Medan. Disana adalah daerah pertanian yang cukup subur. Cara Pembuatan : Sisa nasi dipendam dalam tanah. Setelah beberapa hari, nasi diambil lagi. Nasi tersebut diencerkan dengan air dan digunakan untuk mengkomposkan bahan-bahan organik. Bahan organik yang telah dicampur dengan nasi tadi kemudian dipendam selama beberapa hari sampai hancur dan lumat seperti tanah. Kompos yang telah jadi ini dapat langsung digunakan untuk memupuk tanaman. MOL Batang Pisang Bahan-bahan : Perbandingan bahan adalah 1:1, seperti contoh di bawah ini : Batang pisang 1 kg Nira 1 liter atau bisa diganti dengan gula jawa 1,5 ons. Untuk produksi yang lebih banyak tinggal dikalikan kelipatannya. Cara Pembuatan : Batang pisang dipotong-potong. Jangan diparut/ditumbuk/dicincang. Campurkan batang pisang dengan 3/4 nira. Masukkan ke dalam baskom dan atur agar memadat. Tambahkan sisa nira lagi. Tutup rapat dan dibiarkan selama dua minggu. Setelah dua minggu diperas dan diambil airnya. Pemakaian : Untuk pupuk daun MOL diencerkan dengan perbandingan 1:1000. Disemprotkan ke seluruh bagian tanaman di pagi hari atau sore hari. MOL Buah-buahan II Bahan dan Alat : Bahan Buah Pepaya 2.5 Kg Air Kelapa muda 2.5 lt Air bekas cucian beras (air leri) 2.5 lt Larutan gula merah / gula putih 2.5 lt Alat Toples ukuran 10 lt / lebih Selang ukuran kecil Botol bekas air kemasan (600ml) Cara pembuatan : Beri lubang pada bagian atas tutup toples dan tutup botol bekas air kemasan sesuai besar ukuran selang, setelah itu masukan selang pada tutup toples dan tutup botol bekas air kemasan, untuk selang pada tutup botol bekas air kemasan selang dimasukan cukup dalam hingga hampir dasar botol. Pembuatan MOL adalah proses pengambilan daging buah pepaya (kulit dan bijinya tidak digunakan), Potong kecil-kecil untuk mempermudah proses penumbukan, kemudian dilakukan penumbukan / blender hingga menjadi seperti bubur. Campurkan bahan-bahan pembuat MOL (pepaya, air kelapa, air leri dan larutan gula merah / gula pasir) dalam wadah toples, tutup rapat dan beri air pada botol bekas air kemasan (tidak penuh, sisakan sebagian untuk udara) dengan maksud agar mikro organisme dapat bernafas, sehingga mampu berkembang dengan baik. Terakhir simpan MOL tersebut ditempat yang teduh / tidak terkena sinar matahari secara langsung, setelah 15 hari MOL sudah jadi. MOL yang sudah jadi berciri : ada gelembung / buih putih dipermukaan dan jika dicium berbau seperti tape / penyeum. MOL Sayuran Bahan dan Alat : Bahan Sayuran5 Kg Air Kelapa muda 2.5 lt Air bekas cucian beras (air leri) 2.5 lt Larutan gula merah / gula putih 2.5 lt Alat Toples ukuran 10 lt / lebih Selang ukuran kecil Botol bekas air kemasan (600ml) Cara pembuatan : Beri lubang pada bagian atas tutup toples dan tutup botol bekas air kemasan sesuai besar ukuran selang, setelah itu masukan selang pada tutup toples dan tutup botol bekas air kemasan, untuk selang pada tutup botol bekas air kemasan selang dimasukan cukup dalam hingga hampir dasar botol. Potong kecil-kecil sayuran untuk mempermudah proses penumbukan, kemudian dilakukan penumbukan / blender hingga menjadi seperti bubur. Campurkan bahan-bahan pembuat MOL (sayuran, air kelapa, air leri dan larutan gula merah / gula pasir) dalam wadah toples, tutup rapat dan beri air pada botol bekas air kemasan (tidak penuh, sisakan sebagian untuk udara) dengan maksud agar mikro organisme dapat bernafas, sehingga mampu berkembang dengan baik. Terakhir simpan MOL tersebut ditempat yang teduh / tidak terkena sinar matahari secara langsung, setelah 15 hari MOL sudah jadi. MOL yang sudah jadi berciri : ada gelembung / buih putih dipermukaan dan jika dicium berbau seperti tape / penyeum.