KOMPOS

Pembuatan kompos merupakan salah satu praktik pertanian ramah lingkungan yang dapat dilakukan langsung oleh petani. Bahan kompos berasal dari sisa tanaman, jerami padi, gulma, kotoran ternak, serta limbah organik rumah tangga yang mudah diperoleh di sekitar lahan.
Alat dan Bahan:
Jerami padi atau sisa tanaman
Kotoran ternak
Dedak atau sekam
Aktivator (EM4 atau MOL)
Air
Cangkul dan terpal
Langkah Pembuatan Kompos:
Cacah bahan organik agar mudah terurai.
Campurkan jerami, kotoran ternak, dan dedak secara merata.
Larutkan aktivator dengan air, lalu siramkan ke bahan hingga lembab.
Tutup tumpukan dengan terpal.
Lakukan pembalikan setiap 5–7 hari agar proses fermentasi merata.
Kompos siap digunakan setelah 3–4 minggu, ditandai dengan warna gelap dan tidak berbau.
Manfaat Kompos:
Meningkatkan kesuburan dan struktur tanah
Menambah bahan organik tanah
Mengurangi biaya pupuk kimia
Mendukung pertanian berkelanjutan
Melalui kegiatan penyuluhan dan sekolah lapang, PPL mendorong petani untuk mempraktikkan pembuatan kompos secara mandiri guna mendukung budidaya tanaman yang ramah lingkungan.