UBINAN PADI SAWAH
Pengambilan ubinan merupakan salah satu cara memprediksi jumlah produksi padi yang masih ada di lahan melalui penentuan sampel, pengukuran dan penimbangan. Pengambilan ubinan ini ada tahapan - tahapan yang harus dilalui oleh siapa saja yang akan ingin menghitung potensi hasil tanamannya.
Prosesnya sangat sederhana petani pun bisa melakukannya. Proses yang pertama kali harus dilakukan adalah hari yang tepat untuk pengambilan ubinan dan di upayakan tanaman padi yang akan di ubin adalah yang benar –benar siap di panen (fisiologis dan umurnya sudah tepat).
Ubinan adalah cara untuk melihat perkiraan hasil panen tanaman padi atau palawija melalui titik sampel dengan cara diukur dengan ukuran 2,5 x 2,5 m² yang kemudian hasilnya diukur dan ditimbang. Hasil inilah dapat dijadikan dasar dalam penentuan produksi dalam 1 Ha. Tujuan dari pengambilan sampel ubinan ini adalah untuk mengetahui perkiraan hasil produksi tanaman dalam luasan 1 Ha.
Dalam penentuan produksi padi per satuan luas diperlukan teknik ubinan yang representatif. Hingga saat ini ukuran ubinan 2,5 m x 2,5 m masih digunakan dalam menentukan hasil padi padahal jarak tanam padi antarpetani dan antarlokasi sangat beragam.
Seperti yang dilakukan tim penyuluh pertanian BPP Cibingbin bersama kelompok tani Harapan Mulya Desa Cipondok melakukan kegiatan ubinan komoditas Padi pada Rabu dan Kamis, 24 September 2025.
Desa Cipondok ini mempunyai hamparan sawah seluas 300 Ha, Hampir 20% dari hamparan yang dimiliki poktan menggunakan varietas Hibrida MAPAN 05.
Proses pengukuran hasil pengubinan
Alat penentuan ubinan yang biasa digunakan terbuat dari stainless steel atau pipa PVC. Ubinan 2,5 m x 2,5 m memenuhi syarat luas minimal 5 m2 dalam menentukan hasil padi, namun tidak selalu konsisten memuat rumpun per ubinan, karena jarak tanam berbeda antarlokasi. Oleh sebab itu disarankan ukuran ubinan bersifat fleksibel, disesuaikan dengan jarak tanam. Batas ubinan ditempatkan pada pertengahan jarak antar tanam, kecuali pada jarak tanam tidak beraturan atau acak.
Ukuran ubinan 2,5 m x 2,5 m masih berlangsung hingga saat ini. Kesalahan dalam pendugaan hasil padi per satuan luas berdampak terhadap kesalahan data produksi nasional. Oleh karena itu, diperlukan standardisasi ubinan, pengukuran populasi tanaman (jumlah rumpun) per satuan luas, dan konversi gabah hasil dari ubinan ke hektar berdasarkan jarak tanam padi di lapangan. Meskipun buku teknik ubinan sudah tersedia, namun sistem tanam padi terus berkembang mengikuti tuntutan perkembangan teknologi sehingga diperlukan penyesuaian. Penyampaian teknik ubinan untuk berbagai jarak dan cara tanam ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu pedoman dalam penafsiran produktivitas dan juga untuk keperluan penelitian. Selain itu, informasi ini diharapkan juga dapat diacu untuk meminimalisasi dan bahkan menghindari kesalahan dalam menentukan produktivitas melalui pengubinan dilapangan. Dengan demikian, pendataan produksi, khususnya padi diharapkan dapat lebih
akurat.
Secara garis besar adapun langkah-langkah dalam pengambilan ubinan yaitu :
Cara menghitung ubinan :
Titik Poktan Harapan Mulya = 6,5 kg dan 5 kg
Maka untuk menghitungnya adalah :
(6,5 kg+5 kg) : 2 = 5,75 kg
Berdasarkan hasil ubinan, panen padi varietas hibrida MAPAN 05 di Poktan Harapan Tani tersebut mendapatkan hasil yang memuaskan. Diperoleh rata-rata dari 9,2 ton/Ha GKP.