Pengendalian OPT kentang dilaksanakan dengan system Pengendalian Hama Terpadu (PHT), yakni upaya pengendalian populasi dan tingkat serangan OPT dengan menggunakan satu atau lebih dari berbagai teknik pengendalian yang dikembangkan dalam satu kesatuan untuk mencegah timbulnya kerugian secara ekonomis dan kerusakan lingkungan hidup. System PHT tersebut dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut. 1. PengamatanPengamatan dilakukan bertujuan untuk mengetahui intensitas serangan atau kepadatan populasi OPT, luas serangan, dan daerah penyebaran serta factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan OPT.Factor yang mempengaruhi peerkembangan OPT terdiri dari factor biotik (musuh alami OPT, tanaman, tindakan manusia) dan factor abiotic (temperature, kelembaban udara,sinar matahari, hujan, angina,tanah, air dsb.) 2. Pengambilan KeputusanKegiatan pengambilan keputusan dilakukana bedasarkan hasil analisis data pengamatan dilapangan. Keputusan dapat berupa diteruskannya kegiatan pengamatan atau dilaksnakannya tindakan pengendalian OPT.Apabila hasil analisis data pengematan masih dibawah ambang pengendalian (ulat daun kentang ≥ 5 larva instar III/IV per 10 tanaman; ulat krop kentang ≥ 3 kelompok telur per 10 tanaman contoh) maka pengematan dilanjutkan dan belum perlu dilakukan tindakan pengendalian. Ambang pengendalian untuk penyakit pada tanaman kentang sampai saat ini belum ada data yang pasti. 3. Tindakan PengendalianTindakan pengendalian dilakukan apabila populasi dan atau tingkat serangan OPT dapat menimbulkan kerugian secara ekonomis, atau hasil analisis data pengamatan sudah mencapai ambang pengendalian. Persyaratan tindakan pengendlian OPT, yaitu harus memenuhi aspek ekologi (tidak mengganggu kesehatan manusia, kehidupan musuh alami dan organisme bukan sasaran, lingkungan hidup dan tidak menimbulkan residu yang berbahaya pada hasil tanaman), aspek ekonomis (biaya terjangkau petani dan memberikan manfaat yang optimal), aspek social (mudah dilaksanakan, dapat diterima masyarakat dan dapat memotivasi kemandirian masyarakat), dan aspek teknis (memadukan bebagai cara pengendalian yang serasi, selaras, dan seimbang, mengutamakan pengendalian budidaya, fisik/mekanik, biologis dan genetic, menggunakan pestisida apabila diperlukan). Beberapa tindakan pengendalian yang dapat dipilih dan digunakan dalam menyusun operasional pengendalian sesuai dengan rakitan teknologi yang memungkinkan, antara lain : a. Pengendalian secara teknik budidaya ;• Pengolahan tanah yang baik dan benar• Benggunaan benih unggul dari varietas tahan OPT, bermutu dan sehat• Pengaturan jarak tanam, pola tanam (tumpang sari / tumpang gilir), dan waktu tanam yang tepat• Pemupukan berimbang• Pengaturan drainase atau tata air dan• Penanaman tanaman perangkap/pemikat b. Pengendalian secara fisik / mekanik• Sanitasi / eradiasi selektif terhadap tanaman terserang OPT• Sanitasi terhadap tumbuhan pengganggu yang kenungkinan menjadi tanaman inang lain dari OPT• Pengambilan kelompok telur/ulat dari tanaman secara langsung c. Pengendalian biologi• Pemanfaatan musuh alami, agensia hayatilainnya yang bersifat spesifik d. Aplikasi pestisidaDitinjau dari segi cara mengeksplorasi bahan aktifnya, maka pestisida dibagi kedalam 2 bagian yaitu :• Pestisida hayati, diartikan sebagai pestisida yang dieksplorasi dari mahluk hidup, karena kandungan bahan aktifnya yang dapat digunakan untuk mengendalikan OPT berasal dari makhluk hudup. Pestisida hayati dapat berupa pestisida nabati (tumbuhan) dan agen hayati (cendawan, bakteri, virus, dsb.).• Pestisida sintesis, pestisida yang berbahan aktif dari hasil sintesa kimia yang terdiri dari beberapa golonganUntuk meminimalkan kandungan residu pestisida sampaidibawah batas maksimum residu (BMR) yang diizinkan dan meningkatkan efektifitas dalam aplikasi pestisida, perlu memperhatikan hal-hal berikut : 1. Pemilihan pestisida• Memilih pestisida yang efektif sesuai dengan sasaran OPT• Memilih jenis pestisida yang akan digunakan bersifat tidak persisten (mudah teruai pada kondisi lapangan) atau mempunyai waktu paruh yang pendek. Waktu paruh adalah waktu yang diperlukan agar separuh (50 %) dari senyawa terswbut telah terurai, makin kecil angkanya berarti makin cepat terurai. 2. Mengatur cara aplikasi• Waktu aplikasi pestisida, hanya dilaksnakan apabila berdasarkan hasil pengamatan OPT telah melebihi ambang batas pengendalian, dan aplikasikan pestisida pada waktu sebagian besar populasi OPT pada stadium yang peka terhadap pestisida.• Mengaplikasikan pestisida dengan dosis minimum yang efektif terhadap OPT sasaran• Usahakan bagian tanaman yang diaplikasi pestisida bukan pada bagian yang akan dikonsumsi, hanya pada bagian tanaman yang terserang secara spot atau ada populasi OPT-nya• Aplikasi pestisida sejauh mungkin sebelum panen jangan menjelang atau sesudah panen• Hindari / kurangi penggunaan stiker dalam cairan semprot, kecuali pada musim hujanMenggunakan alat dan cara aplikasi yang tepat sesuai dengan jenis pestisida dan OPT sasaran seta jenis tanamannya.